10999153_10202300498992275_1115916757_o

Seminar Nasional Tantangan Pemikiran Islam Kontemporer

Seminar Nasional Tantangan Pemikiran Islam Kontemporer

Gedung Auditorim Universitas Negeri Yogyakarta Senin, 23 Februari 2015 padat oleh hampir 400 lebih peserta Seminar Nasional Tantangan Pemikiran Islam Kontemporer pukul 13.00 siang. Seminar yang diadakan atas kerjasama antara Universitas Darussalam (UNIDA) Gontor, MIUMI (Majelis Intelektual dan Ulama Muda Indonesia), dan PKU (Program Kaderisasi Ulama) DIY Gontor dengan Tutorial PAI UNY, DPPA UII, PTM, serta beberapa kampus lain di Yogyakarta ini berlangsung lancar dan khidmat. Pukul 14.15 sambutan pertama disampaikan oleh Fajar Adi Nugroho selaku koordinator TPAI 2015, kemudian dilanjutkan oleh Ustadz Fauzil Adhim selaku perwakilan MIUMI DIY , dan Prof. Dr. Rochmat Wahab, M.Pd., M.A. selaku rektor Universitas Negeri Yogyakarta. Dalam sambutannya tersebut beliau menyampaikan, berharap seimbang antara agama dan akal. Karena tidak dapat seseorang beragama tanpa akal. Hal inilah yang harapannya akan mengantarkan keseimbangan antara kematangan intelektual dan akademik.

Seminar Nasional Tantangan Pemikiran Islam dan Kontemporer dengan tema Pluralisme Agama dan Multikulturalisme dalam Islam ini antara lain berisikan tentang apa-apa saja yang perlu diwaspadai atau dihindari dari paham pluralisme yang menyangkut agama. Adalah tidak masalah dengan pluralis, namun yang kemudian menjadi masalah adalah ketika telah mewujud pluralisme, terlebih ketika disatukan dengan agama.

Abdul Wahid, selaku presentator pertama program studi Akidah Filsafat Fakultas Ushluhuddin Universitas Darussalam Gontor lulusan tahun 2014 yang menjelaskan terkait persoalan pluralisme agama sebelum menyampaikan materinya, diawali oleh keynote speaker, Dr. Hamid Fahmi Zarkasyi bahwa ketika terdapat kata-kata ‘isme’, tidak lain tidak bukan adalah paham, atau cara memandang segala sesuatu berdasarkan hal itu. Terkait pluralisme disini, pastinya asing dalam agama islam. Karena dalam agama islam jelas disebut dengan aqidah, jelas datangnya dari Al-Quran dan Hadits.

Meski Abdul Wahid, saat itu selaku presentator pertama kepada hadirin mengakui bahwa sebenarnya ia bukanlah pakar di bidang pluralisme, hanya memiliki sedikit pengetahuan untuk dibagikan kepada hadirin yang ia berharap semoga dengannya, dapat memperkuat dan mempertebal keimanan, dipaparkan Wahid, presentator yang juga tengah melanjutkan S2nya di UNIDA Gontor ini, bahwa pluralisme adalah suatu paham yang gagal, yang kemudian muncul proyek baru yang dinamakan pluralisme.

Bagaimana kedatangannya di Indonesia? Datang dengan sebelumnya melihat keberagaman-keberagaman di Indonesia yang dengannya tak jarang menimbulkan pertikaian-pertikaian, maka dari itu pluralisme dengan wajahnya berusaha menawarkan solusi peradamaian atas fenomena pertikaian tersebut di atas. Berasal dari barat, di mana terdapat proyek terselubung untuk menyamakan semua agama, yang berujung pada relativitas kebenaran, sampai akhirnya dapat dikatakan, proyek terminasi agama-agama dari skeptisisme, hingga dapat melenyapkan agama-agama, ungkap Wahid.

Dalam pengertian awal, dalam kamus, pluralisme adalah pengakuan terhadap keanekaragaman kelompok dan tetap menjaga aspek-aspek perbedaan. Artinya keragaman, harus kita akui. Namun pada akhirnya bermakna sebuah paham yang menyatakan adanya relativitas kebenaran. Bahwa semua pendapat adalah benar adanya, serta tidak ada yang berhak mengklaim bahwa pendapatnya paling benar.

Pluralisme itu sendiri lahir dari posmodernisme, yaitu mengenai relativitas kebenaran, yang, anti agama. Karena pada dekade terakhir ini menyatu dengan agama, maka disebutlah pluralisme agama. Pada awalnya hanya tentang pluralitas. Pluralisme itu sendiri terbagi nenjadi dua. Pertama yang dicetuskan oleh John Hick dan Schuon. Menurut John Hick, pemusatan agama, menuju pemusatan tuhan. Sehingga, agama-agama yang berbeda harus menjadi satu. Perbedaan-perbedaan agama yang kemudian muncul saat ini, menurut John Hick, hanya disebabkan oleh pengalaman spiritual yang berbeda. Namun pada hakikatnya berpusat atau menuju kepada tuhan yang sama. Kebenaran itu plural, tidak tunggal. Hal inilah yang juga kemudian mendorong Hick untuk mencetuskan teori global di mana merupakan suatu wadah yang menurut Hick adalah suatu hal yang realistis yang dapat merangkul semua agama-agama.

Sedangkan Schuon membagi pendapatnya mengenai pluralisme agama ke dalam dua hal. Pertama secara eksternal, dan yang kedua secara batin. Secara eksternal, adalah apa-apa yang terlihat seperti misalnya ritual peribadatan. Hanya pada tahap ini yang kemudian berbeda, sedangkan pada konsep batin, hampir sama dengan Hick, bahwa pada dasarnya juga menurut Schuon, menuju kepada titik yang sama.

Namun, kembali dipaparkan Wahid, apakah agama-agama tersebut menerima apa yang dicetuskan oleh para pencetus dan pendukungnya? Jawabannya adalah tidak sama sekali. Agama Katolik menyatakan kalau pluralisme agama-agama tersebut sangat bertentangan dengan ajaran agama Katolik. Mereka menolak pluralisme berdasar dekrit dominic Jesus tahun 2000, karena bagi mereka Jesus Kristuslah satu-satunya pengantar keselamatan. Agama Protestan, juga sama menolak karena bagi mereka, pluralisme agama dapat memudarkan keislaman terhadap agama yang diyakini. Sama halnya dengan agama Hindu, dalam agama Hindu, terdapat ajaran yoga, di mana hal tersebut tidak terdapat dalam ajaran agama lain. Sehingga jelas bagi mereka, agama Hindu tidak dapat disamakan dengan agama lain. Walaupun ada yang menyebut agama Hindu itu pluralis, akan tetapi hal tersebut pada hakikatnya hanya terrdapat di dalam kehidupan agama Hindu, sedang tidak di luar. Dan bagi agama Islam, agama islam pun sama menolak adanya pluralisme agama karena berdasar quran surat Ali-Imran ayat 19 yang artinya Sesungguhnya agama di sisi Allah ialah Islam, Allah mengutus rasul dan menyuruh kita berdakwah. Dengan adanya pluralisme otomatis akan menghapus perintah berdakwah sekaligus menghapus superioritas islam atas agama yang lain sesuai quran surat Ali-Imran ayat 19 tersebut di atas.

Presentator kedua, Ahmad Setya Hadi, asal Bekasi Jawa Barat lulusan IAIN Surakarta 2014 menyampaikan tentang multikulturalisme. Dalam era sekarang ini, sering kita dengar multikulturalisme di kalangan akademik. Beliau memaparkan, bahwa multikulturalisme itu baik untuk merajut keragaman budaya, sehingga terjadi kedamaian. Akan tetapi ketika dimasukkan ke dalam pelajaran agama Islam, akan terjadi paham-paham baru yang menyimpang. Yang tidak tepat adalah ketika muncul anggapan bahwa agama adalah sumber segala keterbatasan, dan segala keberagaman di samaratakan atau di samakan. Karena dalam beriman, adalah wajib hukumnya seseorang yakin terhadap apa yang diyakininya. Toleran diperbolehkan, namun yang kemudian menjadi  tidak tepat adalah toleran tanpa batas hingga terkesan tidak memiliki pijakan.

Mempelajari Islam secara baik, benar, dan menyeluruh adalah kewajiban setiap muslim, tanpa memandang latar belakang universitas atau pendidikan, usia, dll. Mempelajari Islam, atau kepahaman terhadap agama adalah sebagai wujud kecintaaan dan kepedulian kita sebagai umat Islam, agar tumbuh berkembang menjadi umat yang maju di masa kini dan di masa yang akan datang. Dengan memiliki dasar ini, maka umat Islam pijakannya akan semakin kokoh di atas agama yang memang telah mulia ini. Dalam hal ini pula sebagai seorang tutor, adalah suatu kewajiban untuk memberikan pemahaman Islam yang baik dan benar kepada para peserta tutor yang diampunya, mengembangkan budaya dialog dan diskusi, karena seperti yang dipaparkan oleh Dr. Dihyatun dalam epilognya, kekurangan negeri ini karena tidak adanya dialog, tersumbatnya suasana keterbukaan, semoga keberkahan Allah swt. menyertai kita semua.

Formulir Pendaftaran Pengurus Tutorial PAI UNY 2015

Bismillah,
Bagi Sahabat TPAI yang ingin mendaftar menjadi pengurus Tutorial PAI UNY 2015, formulir pendaftaran bisa didownload di sini :)

( FORM PENGURUS TPAI 2015)
Selanjutnya diprint – dan dibawa saat wawancara -
#Catat tanggalnya ya Sob,
12- 19 Februari 2015 : Ambil form*

13 – 19 Feb ’15 : Wawancara

21 Feb’15 : Pengumuman

*(Di sekretariat Tutorial _IEC Lt.2 atau di web http://tutorialpaiuny.com/ )

Lagi-lagi karena Sang Maha Tahu -Allah Swt., tak ‘kan luput dari kebajikan yang kita lakukan (sekecil apapun itu), maka teruslah melangkah dengan iman dan ikhlas …

#SalamTutorial

246_8018

Laporan Kerja Tutorial PAI Universitas Negeri Yogyakarta

TPAI UNY -Ruang Ramah Tamah Fakultas Ekonomi lantai dua Selasa (20/1) menjadi tempat dilangsungkannya Laporan Kerja Tutorial PAI Universitas Negeri Yogyakarta, atau yang biasa disingkat dengan LKT. Acara dimulai tepat pukul 10.00 diawali dengan pembacaan tilawah dan sambutan. Sambutan yang pertama disampaikan oleh Mustofa, PKO FIK 2011 selaku ketua panitia, kemudian sambutan dilanjutkan oleh koordinator tim Tutorial PAI UNY, Noor Aziz Prabanistian, PSR FBS 2010, dan selaku yang mewakili Rektor, Bapak Dr. Pardi dari staf ahli Wakil Rektor I. Dalam sambutannya beliau menyampaikan tentang bagaimana membangun karakter yang baik. Ini menjadi penting karena membangun karakter, tutur beliau, tidak sama halnya dengan pengetahuan yang mudah didapatkan hanya dengan membaca buku. Karenanya, dalam proses kegiatan belajar mengajar di tutorial, sudah barang tentu, menjadi kewajiban bagi setiap tutornya, untuk juga mengajarkan tidak hanya pada persoalan ibadah praktis, akan tetapi pula menyangkut persoalan pengajaran akhlak.

Beliau pula menambahkan, bahwa menjadi seorang tutor, pada saat yang sama, adalah sarana membangun softskill, yang disampaikan beliau, memberikan sumbangsih yang besar kebermanfaatannya di masa yang akan datang. Acara kemudian dilanjutkan dengan penyampaian materi oleh Ustazd Fatan Fantastic dengan tema Menguasai Ilmu Dien. Disampaikan oleh Ustadz Fatan, bahwasannya sebaik-baik kalian adalah yang paling baik di masa jahiliyahnya, dan mau memperbaiki dien. Artinya adalah, seseorang yang dahulunya mungkin memiliki masa lalu yang belum baik, jika ia bersungguh-sungguh untuk mau melakukan perubahan diri di masa mendatang ke arah yang lebih baik, maka bukan suatu kemustahilan baginya untuk benar-benar tumbuh menjadi orang yang lebih baik dari yang baik, karena seseorang yang mau untuk berusaha memahami diennya, adalah orang yang akan menjadi pemimpin yang baik.

Guru yang baik, kata beliau, adalah guru yang tidak menyerah dengan apapun kondisi murid-muridnya. Komdisi murid yang mungkin masih memiliki banyak kekurangan, justru itu menjadi sebuah tantangan tersendiri bagi dirinya, untuk menjadikan muridnya sosok yang lebih baik, dan ia tidak akan pernah meninggalkannya. Karakter, adalah sesuatu yang sangat penting dalam agama Islam. Dan istilah karakter dalam Islam adalah akhlaq. Akhlaq, menurut sebagian ulama, terbagi menjadi dua. Dzohir (yang tampak), dan bathin (yang tidak tampak). Kemudian yang lebih penting diantara keduanya itu, adalah akhlaq yang tidak tampak, serta hal tersebut ini, harus pula didasati oleh kelurusan niat. Pondasi akhlaq itu sendiri, adalah aqidah yang lurus. Karenanya, ada beberapa hal tentang keutamaan menuntut ilmu, seperti dalam Qul: Rabbi,,dzidnii.. ‘ilma. Ya Allah, tambahkanlah aku ilmu.

Mengenai hal ini, Rasulullah SAW. pun dianjurkan Allah untuk tidak memohon permohonan yang lebih  baik dari permohonan agar supaya diberi tambahan ilmu. Sedang hakikat ilmu adalah dicari, didatangi, dan ikatlah ia dengan tulisan. Usai materi mengenai Menguasai Ilmu Dien dari Ustadz Fatan, kemudian acara dilanjutkan dengan pembacaan LPJ sampai dengan pukul 15.00 sore, yang dilanjutkan dengan pembacaan  Tutorial Award yang diraih diantaranya oleh Muhammad Ardia Rafiq Al-Ghazali dari FBS, Setiawan dari FIS, Aziz Anshori dari FMIPA, dll.

Adapun ketercapaian target TPAI 2014 meliputi, di tahun ini Tutorial PAI memiliki struktur baru bernama HRD dan Kurikulum, dari yang semula adalah bidang Akademik. Program kajian kelas, jurusan, pesantren sehari, stadium general, dilaksanakan guna penunjang sarana pembinaan mahasiswa. Meski menyesuaikan MKU PAI, tahun 2014 ini beberapa fakultas seperti FIS, FBS, dan FIK, tidak mengalami proses KBMT. Pada tahun ini pula, terlaksana dua kali forum koordinasi dosen dan tutor kerjasama antara MKU PAI dan tim TPAI. Selain itu, komunikasi kultural dapat terjalin dengan baik melalui diskusi dan silaturahmi. Mengenai jumlah tutor, Alhamdulillah, ditahun ini tutorial terberdayakan 300 orang tutor baru. 110 orang terekrut di KBMT semester ganjil, dan 190 orang terekrut di KBMT semester genap. Terdapat sekitar 410 orang tutor terkaryakan yang mengampu KBMT tahun ini. Sedang dalam usaha optimalisasi jaringan mentoring kampus baik di tingkat regional maupun nasional, pada tahun ini TPAI berkesempatan menjalin silaturahim dengan dua kampus besar. Kunjungan ke Asisten Agama Islam atau AAI UNS Solo, dan agenda diskusi dengan Tutorial PAI SPAI MKDU UPI di gedung LPPMP UNY pada 20 Desember 2014 lalu.

Di tingkat fakultas, meski memiliki kendala yang sama terkait permasalahan koordinasi, namun beberapa agenda berjalan cukup baik. Di kampus wilayah misalnya, program kajian jurusan sudah dapat berjalan dengan baik. Terdapat beberapa prodi yang sudah sangat baik menysun kajian, meski sebagian yang lainnya masih perlu ditingkatkan. Meski mengalami penurunan dihari kedua, program Spiritual Journey dari Fakultas Ekonomi yang dilaksanakan sebanyak dua kali berjalan cukup baik. Dari segi ketepatan waktu, sebagian besar tutor datang ditempat tepat pada waktunya. Mengenai program pendampingan pembacaan Al-Quran atau P2BQ juga berjalan cukup baik. Terdapat dua kelompok putra dan putri yang proses pendampingannya insyaAllah berlanjut sampai peserta dirasa sudah cukup mampu atau lancar dalam bacaan.

Sekitar pukul 17.30, acara kembali dimulai dengan telah berpindah tempat ke ruang tengah IEC lantai 2 dan dilakukan acara tanya-jawab. Sekitar pukul 19.10 dilakukan pembacaan pendemisioneran, segenap pengurus tim Tutorial PAI Universitas Negeri Yogyakarta 2014, resmi didemisionerkan. Setelah itu acara masih dilanjutkan dengan pembentukan tim formatur yang dipimpin oleh Afri Yudantoko dari koordinator HRD. Tim terdiri dari Sembilan orang, masing-masing adalah satu orang perwakilan dari tujuh fakultas, berikut koordinator tim, dan koordinator wilayah. Pada pukul 20.00 kemudian dilakukan pembahasan Manajemen Pengelolaan atau MP Tutorial PAI, dan pada pukul 20.30, dari tiga besar nama calon tersaring, ditetapkan Fajar Ali Nugroho dari Fakultas Ilmu Keolahragaan sebagai koordinator tim Tutorial PAI Universitas Negeri Yogyakarta roda kepengurusan 2015-2016.

(Ani)

UPI ke UNY

lllllop

UNY – Sabtu (20/12) Tutorial PAI UNY telah kedatangan tamu dari Universitas Pendidikan Indonesia. Lebih khususnya Tutorial Pendidikan Agama Islam  Seminar Pendidikan Agama Islam Mata Kuliah Dasar Umum Universitas Pendidikan Indonesia (SPAI – MKDU UPI).

Kedatangan Tutorial UPI ke UNY tidak lain merupakan suatu bentuk silaturahmi dan sharing terkait progres-progres dalam lembaga yang notabene ke-Islam-an. Terkhusus dalam pengelolaan Tutorial.  Sebagai kampus yang sama-sama berarah pada kependidikan, Tutorial UNY dan UPI pun memiliki harapan yang hampir sama, untuk melahirkan para cendekia profesional bidang studi yang selalu menjunjung nilai-nilai Islam dalam dimensi kehidupan.

Kunjungan yang dihadiri oleh kurang lebih 80 peserta tidak hanya dihadiri oleh para pengurus Tutorial UPI maupun UNY, namun juga dibersamai oleh dua perwakilan Dosen PAI dari UNY dan tiga Dosen PAI dari UPI (Pak Pandu Hyangsewu, Pak Anwar Taufik, dan Pak Ganjar Eka L.). Suatu kebahagiaan tersendiri bagi para peserta, karena dalam sesi awal, perwakilan Dosen PAI yang sekaligus pembina dari kedua Tutorial pun menyampaikan sambutannya.

Pak Marzuki dan Bu Vita menyapa dengan sambutan hangat atas kedatangan rekan-rekan dari UPI. Beliau menyampaikan gambaran singkat terkait Pendidikan Agama Islam dan posisi Tutorial di UNY. “Jumlah dosen tetap di UNY ada 8. Bisa dibayangkan dengan jumlah dosen yang seperti itu harus bertanggung jawab kepada 6000 mahasiswa baru berkaitan dengan internalisasi nilai-nilai  Islam, akhirnya kemudian merekrut dari Dosen Luar Biasa yang jumlahnya sekitar 15 orang, itu pun tidak bisa dikatakan PAI  berjalan dengan lancar, untuk itu  kerberadaan Tutorial sangat penting dalam membantu Dosen Agama Islam untuk membumikan- menginternalisasikan ajaran-ajaran Islam secara aplikatif,” ungkap Bu Vita.

Sambutan selanjutnya disampaikan oleh Perwakilan Dosen dari TPAI UPI. Ucapan terima kasih atas sambutan dari rekan-rekan UNY. “Ada suatu hal yang manarik di awal tadi. yaitu Tilawah 5 bahasa,” ungkap Pak Pandu. Pasalnya, kunjungan yang bertempat di LPPMP tersebut menghadirkan tilawah 5 bahasa dari Fakultas Bahasa dan Seni UNY.

Pada acara inti, penyampaian ke-TUTORIAL-an oleh Koordinator Tim Tutorial UNY, Noor Aziz Prabanistian, dan Ketua Umum Tutorial PAI SPAI MKDU UPI, Syirojuddin Zikri. Baik di UNY maupun di UPI Tutorial merupakan bagian dari mata kuliah Agama Islam.

(L.A)