Kuliah Umum Tutorial; From Zero to Hero

        DSC02423

Siapa-kah hero…??”
Saya!”

Kuliah Umum Tutorial, atau KUT, dilangsungkan pada Selasa (16/12) di Masjid Al-Mujahidin UNY lt.1 pukul 07.00 hingga 11.00 WIB. Sebanyak 342 orang mahasiswa putri dan 92 orang mahasiswa putra menghadiri acara yang diperuntukkan spesial untuk para peserta tutoroial 2014.

Panjang mengular naga, para peserta melakukan registrasi sekitar pukul 07.34 WIB, dan pukul 07.42 acara pun dibuka. Usai sambutan dari ketua umum Tutorial, Noor Aziz Prabanistian, acara selanjutnya dibersamai oleh pemateri Ustadz Solikhin Abu Izzudin, seorang trainer motivasi dan penulis buku ‘From Zero to Hero,’ mengangkat tema ‘Menggapai Sukses Hakiki dengan Meneladani Sunnah Nabi.’

“Think fresh, do the best, happy ending full barokah.” Kata beliau. “Kuliah bukan sekadar kuliah, ngampus bukan sekadar ngampus. Bagaimana dengan waktu yang terbatas, justru bisa menjadi yang teratas. Mampu berperstasi, memohon kepada Allah agar tetap semangat sampai tuntas, optimis sampai finish, dan tidak menyerah sebelum mencetak sejarah,” tambahnya.

Sedikitnya ada lima cara tentang bagaimana menggapai sukses hakiki dengan meneladani sunnah nabi. Pertama, Imam Asmi’ berkata: ilmu itu awalnya diam. Maka ketika kita ingin berusaha untuk belajar dengan baik, maka berusahalah untuk diam. Karena merenung adalah cara terbaik untuk menghemat dan menyerap energi. Kedua, firman Allah Swt. orang yang mendengar perkataan, lalu dia mengikuti. Mendengar dengan serius atau fokus. Ketiga, menghafal. Keempat, menguasai ilmu dengan rinci, dan yang kelima, menyampaikan. Berusahalah untuk menjadi mahasiswa produktif, karena hidup adalah upaya memberikan yang terbaik. Khoirunnas, a’nfau’hum linnas. Sebaik-baik manusia adalah yang bermanfaat untuk yang lainnya. Berupaya untuk saling berbagi dan atau mengajarkan ilmu, karena di saat kita mengajarkan ilmu, Allah akan memberikan ilmu yang belum kita ketahui.

Dan di samping kelima hal tersebut, beliau pun menyampaikan sedikit rumus menarik untuk diterapkan. Yaitu big is powerfull, medium is wonderfull, dan small is beautiful. Big is beautiful artinya mempergunakan waktu dengan sebaik-baiknya, membangun hari-hari dengan penuh semangat. Medium is wonderfull, artinya ketika sedang berada di kondisi pertengahan, tetap berusaha menjadi pribadi yang luarbiasa. Sedangkan small is beautiful, artinya ketika sedang berada di kondisi rendah, tetap berusaha sabar.

Sediakan ruang yang luas di dalam hati untuk kata bahagia, karena akan selalu ada harapan bersama Allah. Biasakan diri melakukan hal yang tidak biasa, naikkan kelasmu, raih syurgamu, fokus dan yakini apa yang kita lihat, dengar, dan jalani. Man Jadda Wadda, breaking the limit. Happy start form zero to hero!

(Ani)

Menyonsong TPAI Emas 2015

 fffUNY – Ahad (14/12) telah dilaksanakan Stadium General Tutorial PAI Universitas Negeri Yogyakarta di Auditorium FE. Kegiatan ini merupakan sarana “Selangkah Lebih Dekat” dengan para Mahasiswa Baru terkhusus para calon Tutor yang akan mengampu pada tahun 2015.

Adapaun tema yang diangkat dalam SG ini adalah Menyonsong Tutorial PAI Emas UNY 2015.  Harapannya, dengan muatan materi yang akan disampaikan dapat memberikan gambaran kepada para calon Tutor tentang  Tutorial. Tentang mengapa perlu ada Tutorial? Dan betapa pentingnya posisi seorang Tutor.

Kesempatan pertama kalinya disampaikan oleh Bu Vita Fitria, M. Ag., selaku Dosen PAI UNY sekaligus sebagai Pembina Tutorial PAI pada kepengurusan priode tahun ini. Dalam sambutan hangatnya, beliau meminta para peserta untuk menulis dua hal. Pertama, tentang apa yang diketahui peserta terkait Tutorial itu sendiri. Dan kedua, Harapan untuk Tutorial. Dari beberapa hasil tulisan (jawaban) atas dua pertanyaan itu, beberapa peserta mengungkapkan bahwa Tutorial adalah sarana pembelajaran Agama Islam yang dikemas dalam bentuk sharing, diskusi, serta berbagi solusi. Sebagai harapan dari para peserta, mereka berharap bahwa setelah mengikuti Tutorial ini dapat termotivasi, introfeksi, serta bisa membimbing diri menuju pribadi yang lebih baik dan berkualitas.

Merujuk pada UU No.2 Sisdik tahun 1989 pasal 39 ayat 2, bahwa salah satu pelajaran wajib adalah mata kuliah Pendidikan Agama Islam. Maka, sejalan dengan itu Tutorial hadir sebagai pendampingan pembelajaran Agama Islam. Dikuatkan pula dengan landasan filosofi, bahwa tujuan dari UNY adalah membentuk manusia bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa. Oleh karena itulah betapa penting kedudukan PAI yang di bawahnya ada Tutorial sebagai pendamping dalam mewujudkan landasan tersebut, ungkap beliau.
Beliau juga menyampaikan tentang urgensi Lembaga Tutorial. Tutorial merupakan salah satu organisasi yang tidak hanya berorientasi pada dunia, namun juga  berorientasi untuk akhirat, maka tak salah jika peserta nantinya dapat bergabung dalam memberikan kontribusi bersama Tutorial.

Materi kedua kembali disampaikan oleh Bapak Setia Budi (Kajurdik Manajemen FE UNY). Tutorial itu penting. Sebenarnya gak cukup satu semester, ungkap beliau. Beliau berpesan kepada para calon Tutor bahwa siapkanlah kelak adik-adik tingkat yang akan kalian bimbing menjadi manusia yang berkualitas, tidak hanya pintar secara kognitif namun baik akhlaknya. Hal senada juga disampaikan oleh Bapak Khairuddin, bahwa beliau sangat berharap para peserta dapat menjadi pewaris dalam melanjutkan kegiatan ke-Tutorial-an. Dapat menjadi agent  of change.

(L.A)

Jalan Hidup Kita, Kitalah Supirnya

tujuan-jalan
Perjalanan hidup seseorang tidak seperti jalan yang lurus, dengan rumah nyaman, penjaja makanan atau minuman enak di kiri-kanan jalan, pun dengan sebuah kartu ATM yang bisa dipakai kapanpun dibutuhkan. Kehidupan seseorang mungkin seperti jalan yang berkelok kadang terjal dan kadang lurus. Yah, dengan kehidupan seperti itu manusia itu sendiri adalah supirnya. Beberapa yang sukses menjalaninya sedang yang lain gagal.

Sabtu (1/11) – Dalam sebuah kunjungan silaturahmi ke rumah salah seorang Dosen PAI, pengurus Tutorial mendapat banyak pesan, cerita masa lampau dan saksi hidup. Sudah jadi tabiat seorang bapak menceriterakan kisahnya di masa lampau, tapi tak semua bapak seperti itu. Beliau salah seorang Dosen PAI UNY. Sosok hidup seorang penjaja es keliling, pencari pasir, buruh tani, hingga kini beliau duduk sebagai seorang Dosen sekaligus Dekan Fakultas Ilmu Sosial. Beliau adalah Prof. Dr. Ajat Sudrajat, M.Ag., seorang guru besar Pendidikan Agama Islam pertama di Universitas Negeri Yogyakarta.

Prof. Adjat menceritakan jalan yang pernah beliau tempuh sebagai seorang Leader. “Saya tidak menginginkan jabatan, tetapi jika itu menjadi amanah bagi saya, maka saya akan menjalankanya sebaik yang bisa saya lakukan. Saya tidak menyangka terpilih sebagai utusan dari kecamatan untuk mengikuti Jambore Nasional pertama di Sibolangit (Medan) saat SMP, sedang saya dari Ciamis Jabar. Saya tidak menyangka jadi Ketua OSIS M Ts N Banjar Ciamis, Ketua Pramuka MAN Darussalam Ciamis, Ketua HMI ketika kuliah di UIN, pernah pula menjabat ketua MKU UNY, hingga kini mendapat amanah sebagai Dekan Fakultas Ilmu Sosial. Mungkin sudah bakat saya menjadi pemimpin sejak kecil.”

Tegas beliau, “Saya selalu musyawarah dengan keluarga dan tidak berharap kepemimpinan itu menjadi milik saya. Kepemimpinan itu akan saya kerjakan jika menjadi amanah saya, namun saya tidak berharap menjadi pemimpin.”
Jalan hidup kita, maka kitalah supirnya. Pak Adjat , beliau telah mengajari kita menjadi seorang supir kehidupan yang mengendarai hidup sebaik-baiknya.

Salam TRANSFORMATOR, Salam Perubahan.
(Humam)

Koordinasi Dosen dan Tutorial PAI 2014; Seminar, Workshop, dan Progress Report

 

koordinasiDinamika Studi Islam Kontemporer, Bapak Andy Dermawan, mengawali serangkaian agenda seminar, workshop dan progress report koordinasi dosen dan Tutorial PAI 2014 (22/10) pukul 08.00 WIB di Lembaga Pengembangan dan Penjaminan Mutu Pendidikan (LPPMP) Universitas Negeri Yogyakarta.
Dalam seminar yang dimoderatori oleh Ibu Dwi Ratnasari Dosen Universitas Negeri Yogyakarta itu beliau mengemukakan, “Telaah studi islam kontemporer adalah memahami bahwa suatu peristiwa tidak terlepas dari masalah yang melatarbelakanginya.” Hal ini berkaitan dengan pendahuluan di awal pembicaraan mengenai dinamika masyarakat muslim dalam merespon persoalan-persoalan yang berkembang secara sporadis atau tak tentu di berbagai lini kehidupan manusia. Bagaimana persepsi dan perspektif seseorang tentang islam.
Hal tersebut kemudian dipaparkan pula oleh Dosen Fakultas Ilmu Sosial dan Humaniora Universitas Islam Negeri Sunan Kalijaga, bahwa dinamika tersebut dalam proses dialektika membagi Islam ke dalam dua sisi yaitu Islam secara normatif yang bersifat tetap, tunggal, mutlak, dan tidak berubah, dengan Islam yang bersifat historis yang memiliki sifat berubah, plural, dan relatif. Oleh karenanya, dirasa perlu apabila dalam melihat berbagai persoalan, diperlukan pula untuk melihat segala hal yang juga tersurat disamping segala hal yang tersirat. Sebagai contoh manusia diciptakan untuk tunduk dan patuh kepada Allah melalui ibadah, maka bukti ketundukan dan kepatuhan serta kecintaan seorang hamba kepada Allah tidak selalu berputar dalam persoalan ibadah vertikal dengan Allah semata, tetapi mencintai semua umat manusia, mencintai semua makhluk hidup dan juga segenap alam semesta ciptaan-Nya juga adalah bentuk ketundukan tersebut.
Acara koordinasi tersebut, dihadiri oleh di antaranya Bapak Wardan Suyanto (WR I UNY) Bapak Paidi (Staf Ahli WR I UNY) Bapak Sunarso (KetuaPusat MKU UNY) Ibu Vita Fitria (Ketua MKU PAI UNY) Bapak Syukri Widodo (KetuaPanitia) Bapak Suwarna (Sekretaris LPPMP) Bapak Suparlan, Bapak Rifai (Dosen PAI) segenap dosen dari ragam fakultas, serta puluhan tutor putra maupun putri.

Acara kemudian berlanjut pada koordinasi dosen dan Tutorial PAI. Berbicara mengenai menjadi tutor, berarti berbicara melayani. Di tahun 2014 ini tutorial mengadakan tutorial khusus BAQ atau Baca Al-Quran, sebagai sarana bagi para peserta tutor untuk bersama belajar membenahi bacaan Al-Quran. Di samping itu, dibahas pula bahwa Tutorial PAI penting dalam pembentukan karakter mahasiswa. Perhatian terhadap KBM dan penertibannya, koordinasi secara rutin antara dosen dengan tutor secara berkala, masukan untuk mengadakan monitoring dan evaluasi atau agenda publik hearing ketika proses KBMT sudah berlangsung, mekanisme nilai akhir (ujian tutorial) yang meliputi beberapa kriteria seperti kehadiran, keaktifan, ujian praktik dan ujian tulis. Penyelesaian buku, dan membudayakan komunikasi dengan dosen kelas, hingga saling mengenal dan melengkapi, di samping usaha untuk terus meng-upgrade kapasitas tutor dengan aktif belajar, berdiskusi, dan lainnya.

:: Semoga koordinasi Tutorial ini, menjadi media silaturrahmi, juga  sebagai sarana untuk berdiskusi dalam mencapai keberhasilan Tutorial PAI UNY ::

(Ani)