557825_610180052367267_228933562_n

MATOR #2; Adab-adab Menuntut Ilmu

Tidak mungkin seseorang itu mengajarkan sesuatu, tanpa mencintainya. Dikatakan oleh Ibnu Qayyim Al-Jauziyah, mencintai sesuatu itu, membutuhkan alasan. Begitu pula dalam belajar dan mengajar. Dalam sebuah ayat dikatakan Qul: Rabbi zidnii ‘ilma. Ayat ini memerintahkan kepada lelaki paling utama, manusia paling mulia di muka bumi ini, utusan yang paling di sayangi, Allah Ta’ala sendiri yang memujinya, yaitu nabi Muhammad SAW., untuk selalu meminta tambahan ilmu dan pemahamannya kepada Allah Ta’ala. Menurut beberapa ulama, karena tingginya kedudukan sebuah ilmu itu, sampai-sampai rasulpun di minta Allah, untuk meminta tambahan ilmu beserta pemahamannya menjadi permintaan utama. Papar Ustadz Fatan Fantastik, Kamis, 16 April 2015, bertempat di lantai satu masjid Al-Mujahidin UNY.

Maka barangsiapa yang menginginkan pujian yang sama dari Allah Ta’ala di akhirat kelak, tuntutlah ilmu. Karena keutamaan ilmu sejatinya menjadikan para pencarinya ter-utama. Pelajaran selanjutnya yang kemudian kita bisa dapatkan dari tafsir ayat tersebut di atas adalah, bahwa nabi mendapatkan menjaga kemuliaannya dengan menuntut ilmu. Yang ketiga, kemuliaan sesungguhnya, adalah bukan di luar ilmu. Bukan harta, bukan pula kedudukan, dsb. Sedang keutamaan menuntut ilmu, adalah wajib hukumnya bagi setiap muslim dan muslimah. Thalabul ‘ilmi, fariidhotun ‘ala kulli muslimin wa muslimat.

Berkaitan dengan sukses belajar, adalah bicara pula tentang Niat dan ikhlas. Ikhlas dalam niat. Mensucikan niat hanya karena Allah SWT. Adapun adab-adab dalam menuntut ilmu diantaranya adalah, memakai pakaian yang rapi dan bersih lagi merapikan penampilan, tidak tampak di wajahnya bekas-bekas perjalanan jauh (antusias), menghadapkan diri kepada mua’lim (orang berilmu atau guru), memahami keutamaan-keutamaan ilmu, membenarkan posisi duduk (duduk tegak), serta mendengarkan dengan sepenuh perhatian.

Sukses belajar, bermula dari diri kita sendiri. Bagaimana kita dalam upaya menempuh sukses, adalah berupaya pula menjadi pribadi-pribadi yang senantiasa paling menikmati proses-proses menuntut ilmu.

 

HuMed F-U TPAI 2015.

 

 

11136993_1065845020108898_492461929_n

SILATURAHMI PENGURUS BESERTA DOSEN TUTORIAL PAI UNY 2015

Universitas Negeri Yogyakarta merupakan salah satu universitas yang terus berupaya mengembangkan model pembelajaran Pendidikan Agama Islam (PAI) dengan menjadikan pembinaan keagamaan yang disebut “Tutorial PAI” sebagai bagian dari tugas terstruktur mata kuliah PAI. Secara struktural, pelaksanaan Tutorial PAI UNY dibawah tanggung jawab dan koordinasi antara pengurus Tutorial PAI, Jurusan Mata Kuliah Umum (MKU), dan dibawah pembinaan Dosen-dosen pengampu mata kuliah Pendidikan Agama Islam, serta pengawasan langsung dari Wakil Rektor I Universitas Negeri Yogyakarta.

Setelah melaksanakan kegiatan rapat kerja, pengurus Tutorial PAI 2015 yang dihadiri oleh pengurus inti, pengurus harian, dan konfak dari masing-masing fakultas pada Senin (6 / 4) mengadakan kegiatan silaturahmi ke Dosen PAI. Kegiatan ini dilaksanakan dengan tujuan memperkenalkan internal dari kepengurusan Tutorial PAI periode 2015 dan sharing-sharing kinerja sebagai referensi perbaikan untuk tahun ini sehingga nantinya akan terjalin koordinasi yang lebih baik dan berkelanjutan.

Banyak bidang kegiatan Tutorial PAI dalam pelaksanaannya yang dapat dijadikan obyek untuk diupayakan perbaikan dan pengembangan dalam meningkatkan kualitas pelaksanaan Tutorial agar arah kerjanya selalu beriringan dengan MKU PAI di Universitas Negeri Yogyakarta. Dalam kesempatan ini, kami dibersamai oleh Ibu Vita Fitria, M.Ag beserta Dosen pengampu PAI lainnya saat berlangsungnya proses diskusi. Hasil pembahasan pada kegiatan ini, meliputi (1) persiapan agenda formal temu Tutor dan Dosen PAI UNY sebagai sarana koordinasi dan monitoring kegiatan, (2) penyampaian dinamika KBMT yang berjalan di 3 (tiga) fakultas pada semester ini sebagai bentuk evaluasi pelakasanaan kegiatan tutorial, (3) mekanisme penyerahan nilai tutorial yang harus segera ada upaya perbaikan guna menciptakan kemudahan pelaksanaan rekap hasil akhir selama kegiatan, (4) penyesuaian kurikulum di Tutorial dengan bahan ajar Dosen PAI agar antara pelaksanaan pembelajaran di kelas dengan pelaksanaan Tutorial dapat berjalan secara beriringan dalam satu garis lurus, dan (5) rencana pengelolaan agenda mahasiswa baru yang diserahkan kepada tim PAI, yang melibatkan pengurus Tutorial dan UKKI.

Dengan terjalinnya koordinasi antara pengurus Tutorial dengan dosen PAI UNY ini diharapkan kegiatan pembinaan keagamaan (Tutorial dan Mata Kuliah Umum PAI) dapat berjalan dengan baik sesuai dengan visi dan misi Pendidikan Agama Islam yang belaku di Universitas Negeri Yogyakarta. Selain itu, diharapkan pengurus tutorial mampu mengemas dan mengembangkan kegiatan Tutorial (pembinaan) dengan inovasi baru yang sifatnya persuatif agar mahasiswa mampu belajar agama secara aplikatif.

 

Anisah, Koordinator Divisi Riset TPAI 2015.

 

 

.

 

tumblr_mq0rpuSu6U1rd9o1mo1_500

MATOR #1 Tutorial PAI 2015

Innashholata tanha, i wal fahsyaa, i wal munkar. Sesungguhnya sholat itu, mencegah perbuatan keji dan munkar. Ungkap Ustadz muda Alif Rahman Lc. Kamis, 2 April 2015 bertempat di Masjid Al-Mujahidin lt.1. Agenda Mator, atau madrasah tutor yang rutin diadakan tiap Kamis, pukul 06.00 pagi ini kala itu membahas bab fiqh ibadah sholat. Diungkap pula oleh Ustadz Alif, adapun tercegah dari perbuatan keji dan munkar dari mengerjakan sholat, adalah buah. Sedang apabila seseorang yang ia sudah melaksanakan sholat, akan tetapi masih menunjukkan perangai sebaliknya dari sholat, maka sesungguhnya ia belum mendapatkan inti dari sholatnya tersebut.

Islam dalam sholat, selain mengajarkan terkait kesehatan, seperti yang telah banyak dilakukan oleh para peneliti, juga mengajarkan kita untuk patuh, tunduk, dan sabar. Patuh, yakni pada saat kita dengan sukarela sebagai ma’mum, mengikuti seluruh gerakan imam, ketika imam bertakbir kita mengikut takbir, ketika imam rukuk kita mengikut rukuk, ketika imam sujud kita mengikut sujud, dst. Disamping ketiga hal tersebut di atas tadi, secara tersirat pula sholat mengajarkan kita umat muslim, kerukunan dan persatuan dalam setiap gerakan-gerakannya.

Adapun menyikapi perbedaan di dalam sholat, baik itu dalam perkara niat (di dalam hati atau di suarakan), qunut, dsb., dijelaskan Ustadz Alif, adalah sah-sah saja, silahkan saja, selama hal-hal tersebut memiliki dalil yang menunjang. Ikuti ijtihad (usaha sungguh-sungguh yang dilakukan para ulama untuk mencapai suatu putusan/simpulan hukum) para ulama, (dan dalam hal ini tiap-tiap ulama berbeda-beda) akan tetapi jangan menjadi taqlid buta. Karena dalam perkara ijtihad adalah bukan perkara salah dan benar, melainkan perkara tepat atau kurang tepat. Dan dalam mengikuti ijtihad para ulama itu, hendaknya pilihlah yang paling tepat/kuat.

Yang kemudian tidak dianjurkan untuk berbeda-beda adalah pada persolan pokok dari ibadah sholat itu sendiri. Serta yang juga menjadi hal penting dari ibadah sholat, adalah bagaimana kita sebagai seorang muslim mampu “mendirikan” sholat. Karena barangsiapa yang sholatnya benar, maka benar pulalah seluruh amal ibadahnya.

 

(HuMed TPAI U.F. 2015)

IMG-20150329-WA0032

Rapat Kerja Tutorial PAI Universitas Negeri Yogyakarta 2015

Pukul 08.00, bertempat di Gedung Layanan Akademik (GLA) Universitas Negeri Yogyakarta Kampus Wates, seluruh pengurus TPAI UNY 2015 baik tingkat universitas maupun fakultas berkumpul dalam agenda Rapat Kerja Tutorial PAI 2015. Usai pembukaan, adalah Noor Aziz Prabanistian, Koordinator Tim Tutorial PAI 2014, menyampaikan materi sekaligus saran lagi masukan keberlangsungan peningkatan kualitas berjalannya Tutorial PAI. “Bagaimana Tutorial menjawab kebutuhan masyarakat, yakni informasi mengenai keilmuan yang dibutuhkan mahasiswa. Serta bagaimana para tutor, untuk dapat mampu melahirkan generasi penerus, juga bagi para pengurus, memiliki rasa keberpemilikan yang penuh terhadap tutorial itu sendiri. Kepercayaan yang diberikan ini, haruslah dimanfaatkan dengan sebaik-baiknya, asah kepekaan dan kreatifitas terkait apa yang sebenarnya dibutuhkan oleh mahasiswa dilapangan, demi peningkatan kualitas perbaikan bersama.” Ungkap beliau.

Agenda kemudian berlanjut ke inti, yakni rapat kerja pengurus. Diawali oleh kawan-kawan universitas, beberapa program rancangannya adalah sebagai berikut. Dari Bidang I Akademik divisi Pengelola Tutor atau PT, berencana melakukan peningkatan program kerja Mator (Madrasah Tutor), dengan penambahan ilmu fiqh, ibadah, sholat dan juga quran, bekerja sama dengan divisi Kurikulum dalam pembuatan rancangan kurikulumnya. Di samping itu, program kerja reward and punishment for tutor, akan dilengkapi dengan adanya surat perjanjian dan rapor tutor guna peningkatan kualitas tutor. Upaya-upaya peningkatan kualitas ini pula, tak lepas hubungannya dengan tim dari divisi Riset, yang bertugas untuk menganalisis kebutuhan lapangan peserta tutor, evaluasi KBMT, pengadaan inovasi guna peningkatan kualitas KBMT, pengumpulan data bagi rapor tutor, serta riset mengenai kebermanfaatan TPAI bagi mahasiswa.

Kemudian dari Bidang III divisi P2BQ atau Pendampingan Pembinaan Baca Al-Quran, juga akan memfasilitasi program yang sama untuk para tutor, pengadaan buku panduan P2BQ bekerja sama dengan bidang Kurikulum, dan Pesantren Quran. Sementara dari Bidang IV divisi Humas-Media, penerbitan buletin TPAI TRANSFORMATOR diikhtiarkan terbit setiap bulannya terhitung April, di samping membangun jaringan dan komunikasi baik baru maupun menyambung silaturahmi hubungan internal dan eksternal melalui kerjasama tim universitas dan fakultas.

Sedang adapun rancangan dari tim fakultas, Fakultas Bahasa dan Seni (FBS) berencana mengadakan program kerja Sekolah Tutor teruntuk para calon tutor, pembentukan koordinator prodi untuk kajian jurusan, silaturahmi tokoh, dll. Tak ketinggalan pula Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA) yang dalam rancangannya tahun ini, mengadakan program SMS Center sebagai pusat informasi terkait ketutorialan, microteaching untuk tutor baru, tebar amunisi ujian guna pemberi semangat mendekati jadwal ujian, lomba foto perkelompok tutorial, dll.

Dari tuan rumah sendiri, UNY Kampus Wates, pengadaan program wajib baca buku sebagai sarana peningkatan kualitas tutor merupakan terobosan baru peningkatan kualitas tutor di tahun ini, yang sama pula halnya dengan Fakultas Tehnik (FT), dalam hal pengadaan program sertifikasi tutor.

 

 

(HuMed TPAI 2015).

padang_pasir

Agar Jangan Sampai Dikatakan

Sebuah kisah persudaraan Islam yang demikian eratnya. Kisah Ukhuwah Islamiyah di atas segalanya. Inilah kisah True Story yang terjadi pada zaman kekhalifahan Umar bin Khattab.

Suatu hari Umar sedang duduk di bawah pohon kurma dekat Masjid
Nabawi. Di sekelilingnya para sahabat sedang asyik berdiskusi sesuatu. DARI kejauhan datanglah tiga orang pemuda. Dua pemuda memegangi seorang pemuda lusuh yang diapit oleh mereka. Ketika sudah berhadapan dengan Umar,
kedua pemuda yang ternyata kakak beradik itu berkata, ”Tegakkanlah keadilan untuk kami, wahai Amirul Mukminin Qishashlah pembunuh ayah kami atas kejahatan pemuda ini!”.

 

Mendengar hal tersebut kemudian Umar segera bangkit dan berkata, “Bertakwalah kepada Allah, benarkah engkau membunuh ayah mereka wahai anak muda?” tanya Umar. Ditanya seperti itu pemuda lusuh itu menunduk sesal
dan berkata, “Benar, wahai Amirul Mukminin.” ”Ceritakanlah kepada kami kejadiannya.”, tukas Umar. Akhirnya pemuda lusuh itu kemudian memulai
ceritanya.

“Aku datang dari pedalaman yang jauh, kaumku memercayakan aku untuk suatu
urusan muammalah untuk kuselesaikan di kota ini. Sesampainya aku, kuikat untaku pada sebuah pohon kurma lalu kutinggalkan dia. Begitu kembali,
aku sangat terkejut melihat seorang laki-laki tua sedang menyembelih untaku. Rupanya untaku terlepas dan merusak kebun yang menjadi milik laki-laki tua itu. Sungguh, aku sangat marah, segera kucabut pedangku dan kubunuh ia. Ternyata ia adalah ayah dari kedua pemuda ini.”

“Wahai, Amirul Mukminin, kau
telah mendengar ceritanya, kami bisa mendatangkan saksi untuk
itu.”, sambung pemuda yang ayahnya terbunuh. ”Tegakkanlah hukum Allah atasnya!” timpal yang lain. Umar tertegun dan bimbang mendengar cerita si pemuda lusuh. ”Sesungguhnya yang kalian tuntut ini pemuda shalih lagi baik budinya. Dia membunuh ayah kalian karena khilaf kemarahan sesaat.” Ujar Umar. “Izinkan aku, meminta kalian berdua memaafkannya dan akulah
yang akan membayarkan diyat atas kematian ayahmu”, lanjut Umar.

“Maaf Amirul Mukminin,” sergah kedua pemuda masih dengan mata marah menyala.  “Kami sangat menyayangi ayah kami, dan kami tidak akan ridha jika jiwa belum dibalas dengan jiwa.”  Umar semakin bimbang, di hatinya telah tumbuh simpati kepada si pemuda lusuh yang dinilainya amanah, jujur dan bertanggung jawab. Tiba-tiba si pemuda lusuh berkata,”Wahai Amirul Mukminin, tegakkanlah hukum Allah, laksanakanlah qishash atasku. Aku ridha dengan ketentuan Allah” ujarnya dengan tegas, ”Namun, izinkan aku menyelesaikan dulu urusan kaumku. Berilah aku tangguh waktu tiga hari. Aku akan kembali untuk diqishash”.

 

”Mana bisa begitu?”, ujar kedua pemuda. ”Nak, tak punyakah kau kerabat
atau kenalan untuk mengurus urusanmu?” tanya Umar. “Sayangnya tidak ada Amirul Mukminin, bagaimana pendapatmu jika aku mati membawa hutang
pertanggungjawaban kaumku bersamaku?” pemuda lusuh balik bertanya. ”Baik, aku akan meberimu waktu tiga hari. Tapi harus ada yang mau menjaminmu,
agar kamu kembali untuk menepati janji.” kata Umar.

”Aku tidak memiliki seorang kerabatpun di sini. Hanya Allah,
hanya Allah lah penjaminku wahai orang-orang beriman”, rajuknya. Tiba-tiba dari belakang hadirin terdengar suara lantang, “Jadikan aku penjaminnya wahai
Amirul Mukminin”. Ternyata Salman al Farisi yang berkata.. ”Salman?” hardik Umar marah.

 

“Kau belum mengenal pemuda ini, Demi Allah, jangan bercanda!”

”Perkenalanku dengannya sama dengan perkenalanmu dengannya, ya Umar. Dan aku mempercayainya sebagaimana engkau percaya padanya”, jawab Salman tenang.

Akhirnya dengan berat hati Umar mengizinkan Salman menjadi penjamin si pemuda lusuh. Pemuda itu pun pergi mengurus urusannya. Hari pertama berakhir tanpa ada tanda-tanda kedatangan si pemuda lusuh. Begitupun hari kedua. Orang-orang mulai bertanya-tanya apakah si pemuda akan kembali.

Karena mudah saja jika si pemuda itu menghilang ke negeri yang jauh. Hari ketiga pun tiba. Orang- orang mulai meragukan kedatangan si pemuda, dan
mereka mulai mengkhawatirkan nasib Salman. Salah satu sahabat Rasulullah saw yang paling utama. Matahari hampir tenggelam, hari mulai berakhir, orang-orang berkumpul untuk menunggu kedatangan si pemuda lusuh. Umar
berjalan mondar-mandir menunjukkan kegelisahannya. Kedua pemuda yang menjadi penggugat kecewa karena keingkaran janji si pemuda lusuh. Akhirnya tiba waktunya penqishashan, Salman dengan tenang dan penuh ketawakkalan berjalan menuju tempat eksekusi. Hadirin mulai terisak, orang hebat
seperti Salman akan dikorbankan. Tiba-tiba di kejauhan ada sesosok bayangan berlari terseok-seok, jatuh, bangkit, kembali jatuh, lalu bangkit kembali. ”Itu dia!”
teriak Umar, “Dia datang menepati janjinya!”. Dengan tubuh bersimbah peluh dan nafas tersengal-sengal, si pemuda itu ambruk di pengkuan Umar.

”Hh..hh.. maafkan.. maafkan.. aku..” ujarnya dengan susah payah, “Tak kukira.. urusan kaumku.. menyita..banyak.. waktu. Kupacu.. tungganganku.. tanpa henti, hingga.. ia sekarat di gurun.. terpaksa.. kutinggalkan.. lalu aku berlari dari sana..”

 

”Demi Allah”, ujar Umar menenanginya dan memberinya minum, “Mengapa kau susah payah kembali? Padahal kau bisa saja kabur dan menghilang?” tanya Umar.

 

”Agar.. jangan sampai ada yang mengatakan.. di kalangan Muslimin.. tak ada lagi ksatria.. tepat janji..” jawab si pemuda lusuh sambil tersenyum.

Mata Umar berkaca-kaca, sambil menahan haru, lalu ia bertanya, “Lalu kau Salman, mengapa mau- maunya kau menjamin orang yang baru saja kau kenal?

 

”Agar jangan sampai dikatakan, di kalangan Muslimin, tidak ada lagi rasa saling percaya dan mau menanggung beban saudaranya”, Salman menjawab dengan mantap. Hadirin mulai banyak yang menahan tangis haru dengan kejadian itu.

 

”Allahu Akbar!” tiba-tiba kedua pemuda penggugat berteriak, “Saksikanlah wahai kaum Muslimin, bahwa kami telah memaafkan saudara kami itu”.

Semua orang tersentak kaget.

“Kalian..” ujar Umar, “Apa maksudnya ini? Mengapa kalian..?” Umar semakin haru.

”Agar jangan sampai dikatakan, di kalangan Muslimin tidak ada lagi orang yang mau memberi maaf dan sayang kepada saudaranya” ujar kedua pemuda membahana.

”Allahu Akbar!” teriak hadirin. Pecahlah tangis bahagia, haru dan bangga oleh semua orang.