IMG-20150329-WA0032

Rapat Kerja Tutorial PAI Universitas Negeri Yogyakarta 2015

IMG-20150329-WA0032

Pukul 08.00, bertempat di Gedung Layanan Akademik (GLA) Universitas Negeri Yogyakarta Kampus Wates, seluruh pengurus TPAI UNY 2015 baik tingkat universitas maupun fakultas berkumpul dalam agenda Rapat Kerja Tutorial PAI 2015. Usai pembukaan, adalah Noor Aziz Prabanistian, Koordinator Tim Tutorial PAI 2014, menyampaikan materi sekaligus saran lagi masukan keberlangsungan peningkatan kualitas berjalannya Tutorial PAI. “Bagaimana Tutorial menjawab kebutuhan masyarakat, yakni informasi mengenai keilmuan yang dibutuhkan mahasiswa. Serta bagaimana para tutor, untuk dapat mampu melahirkan generasi penerus, juga bagi para pengurus, memiliki rasa keberpemilikan yang penuh terhadap tutorial itu sendiri. Kepercayaan yang diberikan ini, haruslah dimanfaatkan dengan sebaik-baiknya, asah kepekaan dan kreatifitas terkait apa yang sebenarnya dibutuhkan oleh mahasiswa dilapangan, demi peningkatan kualitas perbaikan bersama.” Ungkap beliau.

Agenda kemudian berlanjut ke inti, yakni rapat kerja pengurus. Diawali oleh kawan-kawan universitas, beberapa program rancangannya adalah sebagai berikut. Dari Bidang I Akademik divisi Pengelola Tutor atau PT, berencana melakukan peningkatan program kerja Mator (Madrasah Tutor), dengan penambahan ilmu fiqh, ibadah, sholat dan juga quran, bekerja sama dengan divisi Kurikulum dalam pembuatan rancangan kurikulumnya. Di samping itu, program kerja reward and punishment for tutor, akan dilengkapi dengan adanya surat perjanjian dan rapor tutor guna peningkatan kualitas tutor. Upaya-upaya peningkatan kualitas ini pula, tak lepas hubungannya dengan tim dari divisi Riset, yang bertugas untuk menganalisis kebutuhan lapangan peserta tutor, evaluasi KBMT, pengadaan inovasi guna peningkatan kualitas KBMT, pengumpulan data bagi rapor tutor, serta riset mengenai kebermanfaatan TPAI bagi mahasiswa.

Kemudian dari Bidang III divisi P2BQ atau Pendampingan Pembinaan Baca Al-Quran, juga akan memfasilitasi program yang sama untuk para tutor, pengadaan buku panduan P2BQ bekerja sama dengan bidang Kurikulum, dan Pesantren Quran. Sementara dari Bidang IV divisi Humas-Media, penerbitan buletin TPAI TRANSFORMATOR diikhtiarkan terbit setiap bulannya terhitung April, di samping membangun jaringan dan komunikasi baik baru maupun menyambung silaturahmi hubungan internal dan eksternal melalui kerjasama tim universitas dan fakultas.

Sedang adapun rancangan dari tim fakultas, Fakultas Bahasa dan Seni (FBS) berencana mengadakan program kerja Sekolah Tutor teruntuk para calon tutor, pembentukan koordinator prodi untuk kajian jurusan, silaturahmi tokoh, dll. Tak ketinggalan pula Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA) yang dalam rancangannya tahun ini, mengadakan program SMS Center sebagai pusat informasi terkait ketutorialan, microteaching untuk tutor baru, tebar amunisi ujian guna pemberi semangat mendekati jadwal ujian, lomba foto perkelompok tutorial, dll.

Dari tuan rumah sendiri, UNY Kampus Wates, pengadaan program wajib baca buku sebagai sarana peningkatan kualitas tutor merupakan terobosan baru peningkatan kualitas tutor di tahun ini, yang sama pula halnya dengan Fakultas Tehnik (FT), dalam hal pengadaan program sertifikasi tutor.

 

 

(HuMed TPAI 2015).

padang_pasir

Agar Jangan Sampai Dikatakan

Sebuah kisah persudaraan Islam yang demikian eratnya. Kisah Ukhuwah Islamiyah di atas segalanya. Inilah kisah True Story yang terjadi pada zaman kekhalifahan Umar bin Khattab.

Suatu hari Umar sedang duduk di bawah pohon kurma dekat Masjid
Nabawi. Di sekelilingnya para sahabat sedang asyik berdiskusi sesuatu. DARI kejauhan datanglah tiga orang pemuda. Dua pemuda memegangi seorang pemuda lusuh yang diapit oleh mereka. Ketika sudah berhadapan dengan Umar,
kedua pemuda yang ternyata kakak beradik itu berkata, ”Tegakkanlah keadilan untuk kami, wahai Amirul Mukminin Qishashlah pembunuh ayah kami atas kejahatan pemuda ini!”.

 

Mendengar hal tersebut kemudian Umar segera bangkit dan berkata, “Bertakwalah kepada Allah, benarkah engkau membunuh ayah mereka wahai anak muda?” tanya Umar. Ditanya seperti itu pemuda lusuh itu menunduk sesal
dan berkata, “Benar, wahai Amirul Mukminin.” ”Ceritakanlah kepada kami kejadiannya.”, tukas Umar. Akhirnya pemuda lusuh itu kemudian memulai
ceritanya.

“Aku datang dari pedalaman yang jauh, kaumku memercayakan aku untuk suatu
urusan muammalah untuk kuselesaikan di kota ini. Sesampainya aku, kuikat untaku pada sebuah pohon kurma lalu kutinggalkan dia. Begitu kembali,
aku sangat terkejut melihat seorang laki-laki tua sedang menyembelih untaku. Rupanya untaku terlepas dan merusak kebun yang menjadi milik laki-laki tua itu. Sungguh, aku sangat marah, segera kucabut pedangku dan kubunuh ia. Ternyata ia adalah ayah dari kedua pemuda ini.”

“Wahai, Amirul Mukminin, kau
telah mendengar ceritanya, kami bisa mendatangkan saksi untuk
itu.”, sambung pemuda yang ayahnya terbunuh. ”Tegakkanlah hukum Allah atasnya!” timpal yang lain. Umar tertegun dan bimbang mendengar cerita si pemuda lusuh. ”Sesungguhnya yang kalian tuntut ini pemuda shalih lagi baik budinya. Dia membunuh ayah kalian karena khilaf kemarahan sesaat.” Ujar Umar. “Izinkan aku, meminta kalian berdua memaafkannya dan akulah
yang akan membayarkan diyat atas kematian ayahmu”, lanjut Umar.

“Maaf Amirul Mukminin,” sergah kedua pemuda masih dengan mata marah menyala.  “Kami sangat menyayangi ayah kami, dan kami tidak akan ridha jika jiwa belum dibalas dengan jiwa.”  Umar semakin bimbang, di hatinya telah tumbuh simpati kepada si pemuda lusuh yang dinilainya amanah, jujur dan bertanggung jawab. Tiba-tiba si pemuda lusuh berkata,”Wahai Amirul Mukminin, tegakkanlah hukum Allah, laksanakanlah qishash atasku. Aku ridha dengan ketentuan Allah” ujarnya dengan tegas, ”Namun, izinkan aku menyelesaikan dulu urusan kaumku. Berilah aku tangguh waktu tiga hari. Aku akan kembali untuk diqishash”.

 

”Mana bisa begitu?”, ujar kedua pemuda. ”Nak, tak punyakah kau kerabat
atau kenalan untuk mengurus urusanmu?” tanya Umar. “Sayangnya tidak ada Amirul Mukminin, bagaimana pendapatmu jika aku mati membawa hutang
pertanggungjawaban kaumku bersamaku?” pemuda lusuh balik bertanya. ”Baik, aku akan meberimu waktu tiga hari. Tapi harus ada yang mau menjaminmu,
agar kamu kembali untuk menepati janji.” kata Umar.

”Aku tidak memiliki seorang kerabatpun di sini. Hanya Allah,
hanya Allah lah penjaminku wahai orang-orang beriman”, rajuknya. Tiba-tiba dari belakang hadirin terdengar suara lantang, “Jadikan aku penjaminnya wahai
Amirul Mukminin”. Ternyata Salman al Farisi yang berkata.. ”Salman?” hardik Umar marah.

 

“Kau belum mengenal pemuda ini, Demi Allah, jangan bercanda!”

”Perkenalanku dengannya sama dengan perkenalanmu dengannya, ya Umar. Dan aku mempercayainya sebagaimana engkau percaya padanya”, jawab Salman tenang.

Akhirnya dengan berat hati Umar mengizinkan Salman menjadi penjamin si pemuda lusuh. Pemuda itu pun pergi mengurus urusannya. Hari pertama berakhir tanpa ada tanda-tanda kedatangan si pemuda lusuh. Begitupun hari kedua. Orang-orang mulai bertanya-tanya apakah si pemuda akan kembali.

Karena mudah saja jika si pemuda itu menghilang ke negeri yang jauh. Hari ketiga pun tiba. Orang- orang mulai meragukan kedatangan si pemuda, dan
mereka mulai mengkhawatirkan nasib Salman. Salah satu sahabat Rasulullah saw yang paling utama. Matahari hampir tenggelam, hari mulai berakhir, orang-orang berkumpul untuk menunggu kedatangan si pemuda lusuh. Umar
berjalan mondar-mandir menunjukkan kegelisahannya. Kedua pemuda yang menjadi penggugat kecewa karena keingkaran janji si pemuda lusuh. Akhirnya tiba waktunya penqishashan, Salman dengan tenang dan penuh ketawakkalan berjalan menuju tempat eksekusi. Hadirin mulai terisak, orang hebat
seperti Salman akan dikorbankan. Tiba-tiba di kejauhan ada sesosok bayangan berlari terseok-seok, jatuh, bangkit, kembali jatuh, lalu bangkit kembali. ”Itu dia!”
teriak Umar, “Dia datang menepati janjinya!”. Dengan tubuh bersimbah peluh dan nafas tersengal-sengal, si pemuda itu ambruk di pengkuan Umar.

”Hh..hh.. maafkan.. maafkan.. aku..” ujarnya dengan susah payah, “Tak kukira.. urusan kaumku.. menyita..banyak.. waktu. Kupacu.. tungganganku.. tanpa henti, hingga.. ia sekarat di gurun.. terpaksa.. kutinggalkan.. lalu aku berlari dari sana..”

 

”Demi Allah”, ujar Umar menenanginya dan memberinya minum, “Mengapa kau susah payah kembali? Padahal kau bisa saja kabur dan menghilang?” tanya Umar.

 

”Agar.. jangan sampai ada yang mengatakan.. di kalangan Muslimin.. tak ada lagi ksatria.. tepat janji..” jawab si pemuda lusuh sambil tersenyum.

Mata Umar berkaca-kaca, sambil menahan haru, lalu ia bertanya, “Lalu kau Salman, mengapa mau- maunya kau menjamin orang yang baru saja kau kenal?

 

”Agar jangan sampai dikatakan, di kalangan Muslimin, tidak ada lagi rasa saling percaya dan mau menanggung beban saudaranya”, Salman menjawab dengan mantap. Hadirin mulai banyak yang menahan tangis haru dengan kejadian itu.

 

”Allahu Akbar!” tiba-tiba kedua pemuda penggugat berteriak, “Saksikanlah wahai kaum Muslimin, bahwa kami telah memaafkan saudara kami itu”.

Semua orang tersentak kaget.

“Kalian..” ujar Umar, “Apa maksudnya ini? Mengapa kalian..?” Umar semakin haru.

”Agar jangan sampai dikatakan, di kalangan Muslimin tidak ada lagi orang yang mau memberi maaf dan sayang kepada saudaranya” ujar kedua pemuda membahana.

”Allahu Akbar!” teriak hadirin. Pecahlah tangis bahagia, haru dan bangga oleh semua orang.

 

1510916_1564371317174339_7596603026281723570_n

METEOR FMIPA

Sleman – Alhamdulillah, pada Rabu, 10 Maret 2015, Tim Tutorial PAI FMIPA UNY 2015 telah melaksanakan misi pertamanya, yaitu METEOR MIPA, Meet the Tutor MIPA. Agenda yang mengusung tema “Never ending nutor, masuk surga bareng, yuk!” ini mengundang Aziz Noor Prabanistan, ketua Tim Tutorial PAI UNY 2014, untuk memberikan suntikan motivasi kepada para tutor FMIPA tahun 2014. Di awal ceramahnya, Aziz Noor Prabanistian atau yang biasa disapa Akh Aziz menyampaikan bahwa tutorial bukanlah sebuah lembaga, akan tetapi sebuah tim yang dibentuk berdasarkan Surat Keputusan (SK) dari MKU Pendidikan Agama Islam. Hanya saja, untuk tahun 2015 belum ada SK untuk pembentukan kepengurusan Tim Tutorial PAI UNY yang baru, sehingga ia berharap bahwa SK tersebut segera dibuat.

Dalam sosialisasi Tutorial Lanjut yang dimulai pukul 16.30 di serambi Masjid Al-Mujahidin UNY ini, Akh Aziz menyampaikan banyak hal, termasuk pengalaman-pengalamannya sebagai seorang tutor. Pada awal Akh Aziz mengenal tutorial, ia mendapat kesan-kesan yang menarik, seperti dilihatnya mas-mas dan mbak-mbak tutor yang senantiasa tersenyum dan menyapa hangat, serta memberikan salam dungdung saat berjumpa. Seringkali di saat tutorial sedang berjalan, tutor terlambat karena memang sedang ada agenda-agenda penting, namun tetap menyempatkan diri untuk menutori adik-adiknya.

Lalu, apa motivasi mereka untuk menjadi tutor? Ada tiga prinsip yang disampaikan oleh Akh Aziz apabila kita menjadi tutor. Yang pertama yaitu konsistensi tinggi dalam mencari ilmu. Sangat wajar apabila adik-adik tutor lebih banyak ilmunya dibanding dengan kita. Namun sebagai tutor kita tidak boleh minder, cukup katakan apa yang seharusnya disampaikan. Selebihnya, sudah menjadi kewajiban bagi kita untuk menimba ilmu lebih dalam lagi sehingga adik tutor kita bisa mendapatkan ilmu baru. Dalam pembahasan ini, Akh Aziz, selaku tutor di FBS, menyinggung perihal keberadaan musik, apakah musik itu halal atau haram. Disampaikannya bahwa musik juga ada ilmu yang bisa kita dapatkan di dalamnya. Musik dikatakan haram apabila menimbulkan kelalaian serta kecintaan yang berlebih padanya. Begitupula dengan ilmu. Kedua, walau satu ayat, sampaikanlah. Kita harus percaya diri dengan apa yang kita sampaikan. Sebagai contoh adalah menerangkan makna basmalah. Seperti yang kita tahu, semua amal jika diawali dengan mengucap basmalah akan bernilai ibadah. Jadi, menyampaikan makna basmalah pun merupakan suatu hal penting karena itu menyangkut amalan-amalan yang kita kerjakan. Ketiga, berani menyampaikan selagi kita memiliki “guru”. Suatu waktu, mungkin kita tidak dapat menjawab pertanyaan dari adik kita. Tetapi, ingatlah bahwa kita memiliki seorang “guru” sehingga kita bisa mendapatkan jawaban dari “guru” tersebut untuk kita sampaikan ke adik tutor.

Percaya dirilah bahwa kita bisa menjadi tutor, apapun masa lalu kita. Salah seorang public figure yang yang bisa menjadi teladan adalah sosok Opick. Awalnya ia adalah seorang rocker. Namun sekarang ia sudah berubah menjadi lebih baik, mengenal Islam dengan lebih baik, ia pun tidak meninggalkan ilmu musiknya. Apabila kita memiliki hobi atau keahlian yang kita suka, maka jadikanlah hobi itu menjadi profesional.

Terkait kesuksesan berjalannya tutorial, silaturrahim merupakan pilihan terpenting, baik silaturrahim pada adik tutor maupun pada “guru” atau ustadz yang senantiasa memberi kita tambahan ilmu. Selanjutnya janganlah lupa untuk melakukan regenerasi, sehingga saat kita sudah tidak di kampus lagi sudah ada yang menggatikan kita. Adapun hal-hal yang harus kita perhatikan selama menjadi tutor antara lain berpikir simpel, langsung praktek, tidak takut gagal membina, tidak takut salah, mau akrab menemani mutarobbi, dan sampaikan yang harus disampaikan.

Di penghujung agenda METEOR MIPA, Akh Aziz menyampaikan closing statementnya, yakni kita harus berpikir jauh bahwa kita baru di taraf belajar, tetapi kita juga jangan lupa apabila sedang membina kampus. Tugas pembinaan ini tidak hanya terbatas di kampus, namun selanjutnya kita pun akan terjun di masyarakat. “Milikilah kesungguhan dalam membina. Kita yang seharusnya meluangkan waktu untuk mereka, bukan sebaliknya.” (PI)

Kunjungan UPN 2015

Tamu dari Universitas Pembangunan Nasional Veteran Yogyakarta

YOGYAKARTA—Minggu, 8 Maret 2015, bertempat di Masjid Al-Mujahidin Universitas Negeri Yogyakarta pukul 10.00, Tim Tutorial PAI Universitas Negeri Yogyakarta kedatangan tamu dari Tim Pendampingan Agama Islam (PAI) Universitas Pembangunan Nasional (UPN) Veteran Yogyakarta.

Dalam kunjungannya terkait sharing mengenai manajemen pengelolaan masing-masing tim itu, tamu dari PAI Universitas Pembagunan Nasional Veteran Yogaykarta mendapat sambutan hangat dari Tim Tutorial PAI UNY. Agenda sharing dilaksanakan usai sambutan dari masing-masing koorditanor tim, Ahmad, selaku koordinator Tim Pendampingan Agama Islam Universitas Pembanguan Nasional Veteran Yogyakarta, dari Teknik Kimia 2011, dan Fajar Adi Nugroho selaku koordinator Tim Tutorial PAI Universitas Negeri Yogyakarta, dari Pendidikan Olah Raga 2011 dan selayang pandang atau pengenalan tutorial.

Kepengurusan baru Pendampingan Agama Islam (PAI) UPN yang baru terebentuk sekitar tiga minggu yang lalu itu memiliki bidang-bidang yang diantaranya yaitu PSDI (Pengembangan Sumber Daya Insani) atau bidang pengelola tutor, Kurikulum, Bendahara, Pengajaran, atau bidang yang bertanggung jawab mengenai kegiatan-kegiatan tutor, Humas-Media, dan Litbang.

Sebanyak 88 orang telah terekrut tahun ini ungkap Hesti, Fisipol UPN, 2011, untuk menjadi tutor yang mengampu keseluruhan mahasiswa. “Merupakan suatu tantangan tersendiri dari tahun ke tahun bagi kami, karena PAI UPN tidak memiliki ranah gerak di tingkat fakultas. Semua berpusat di tingkat Universitas. Karenanya program PAI di kampus kami, satu orang tutor dapat memegang tiga sampai dengan empat kelompok dengan masing-masing kelompok berjumlah 12 orang di mana KBMT satu orang tutor dapat berlangsung tiga sampai dengan empat kali dalam satu hari. Berbagai wadah seperti program Sekolah Tutor dll. telah kami lakukan namun terkadang kami masih menemukan kesulitan dalam merekrut tutor. Harapannya dengan berkesempatan berkunjung ke Tutorial PAI UNY, masing-masing dari kita dapat saling berbagi saran serta masukan yang membangun lagi berarti.” Jelas Hesti.

 

 

(S.D.)

11024758_10203608432042637_8614671349239769872_n

UP GRADING TUTORIAL PAI 2015

Alhamdulillah, Tutorial PAI UNY kini sudah masuk di kepengurusan baru, dengan Fajar Adi Nugroho dari Fakultas Ilmu Keolahragaan angkatan 2011 sebagai koordinator tim. Di hari Sabtu dan Ahad lalu, 28 Februari-1 Maret 2015, tepatnya di Jolosutro, Bantul, Yogyakarta, segenap pengurus baru Tutorial PAI UNY melaksanakan agenda Up Grading.

Di mulai sekitar pukul 08.30, berbagai materi dahsyat disampaikan oleh pemateri yang juga sama dahsyat. Di antaranya disampaikan oleh Asep Abdul Syukur ketua TPAI UNY 2013

Mengenai ‘Orientasi Niat’. “Sesungguhnya shalatku, ibadahku, hidupku, dan matiku hanya untuk Allah.” Masih percayakah kemudian diri-diri kita dengan kalimat “Bahwasannya Allah akan membalas setiap kebaikan yang kamu perbuat, walaupun hanya sebesar biji zarah?”

Di dalam Al-quran surat Al Baqarah ayat 284-286 Allah ta’la berfirman yang artinya Allah tidak akan membebani hambanya dengan melebihi batas kesanggupan hambanya. Maka orientasi niat itu sendiri pada intinya adalah kembali kepada tujuan awal, seperti di urai dalam doa iftitah tersebut di atas, bahwasannya segala sesuatu yang kita lakukan, haruslah di niatkan ikhlas karena Allah taa’la, karena barang siapa yang menolong agama Allah, Allah pasti akan pula menolongnya.

Sedang definisi ikhlas secara bahasa adalah murni, suci, bersih, dan yang sejenisnya. Sudah ikhlaskah diri kita dengan apa yang kita lakukan selama ini? Atau jangan-jangan, justru terdapat ragam tujuan lain daripadanya? Misalnya saja agar di lihat oleh orang lain, atau agar sekedar mendapat pujian,perhatian, dan yang sejenisnya. Yang menarik adalah,  pertanyaan yang kemudian dilontarkan oleh pemateri, Pak Asep Abdul Syukur kepada para peserta, adakah kamu semua merasa rugi jika kemudian tidak mendapatkan semua itu? jika iya, sebutkan kerugianmu satu-persatu!

Orang yang ikhlas adalah orang yang selalu merasa dirinya adalah tidak sebaik yang orang lain bayangkan alias rendah hati. Orang ikhlas kemudian lebih menyukai jika segala aktifitas yang dilakukannya itu hanya Allah saja yang tahu. Maka jika kemudian ia menjadi pemimpin, dia akan tetap rendah hati, tidak membeda-bedakan posisi dirinya dan anggotanya, sehingga meskipun ia adalah seorang pemimpin, ia adalah sosok yang arif dan bijaksana, yang dapat saling dan membaur bersama para anggotanya.

Kemudian, orang yang ikhlas juga dapat dikatakan termasuk ke  dalam orang yang menyetujui pernyataan anjing menggonggong kafilah berlalu karena baginya, hanya penilaian Allah lah yang ia junjung, meski teramat berbeda antara menerima saran dan kritik, dengan menghindari pertikaian. Ketika mendapat pujian, orang yang ikhlas dirinya akan merasa sedih, karena ia takut jika Allah kemudian murka kepadanya, padahal yang dia lakukan hanya biasa-biasa saja, tidak seperti yang orang lain katakan, atau rendah hati. Terakhir, orang yang ikhlas itu teramat senang jika ada orang lain yang tujuannya sama, yaitu berjuang di jalan Allah, seperti yang tercantum di dalam Al-Quran surat Ali-Imron:110 yang artinya Kamu umat Islam adalah umat terbaik yang dilahirkan untuk manusia, (karena kamu) menyuruh (berbuat) yang makruf, dan mencegah dari yang mungkar, dan beriman kepada Allah.. .

Menginjak selepas sholat ashar, agenda dilanjutkan dengan sholat maghrib berjamaa’h dan makan bersama. Sebanyak lebih dari duapuluh lebih peserta mengikuti jalannya agenda dengan baik. Materi ketiga terkait manajemen ketutorialan yang di dalamnya merupakan penjelasan gambaran umum bidang-bidang yang ada di tutorial, yang kemudian dilanjutkan dengan diskusi dilaksanakan selepas isya.

Di hari kedua Ahad, 1 Maret 2015, adalah tiba waktunya pelantikan peserta. Setelah sebelumnya seusai sholat shubuh berjamaa’h para peserta melakukan dzikir bersama dan olahraga atau riyadhoh, tibalah saatnya para peserta untuk terjun ke lapangan melaksanakan outbound. Dalam prosesi outbound, para peserta dibelajarkan berbagai macam hal secara menyenangkan di setiap pos-posnya. Dengan dibantu oleh pemuda-pemudi sekitar yang begitu akrab dan bersahabat menyambut dan mengapresiasi kedatangan dan kegiatan peserta dan panitia up grading, sedikitnya terdapat tiga buah pos dalam prosesi outbound. Pos pertama membelajarkan peserta banyak hal, mulai dari mampu serta cepat mengambil keputusankepercayaan terhadap pemimpin, berikatan persaudaraan, dll. lewat permainannya. Sedang di pos kedua, para peserta terbelajarkan mengenai strategi dan kerjasama tim melalui permainan dua peran. Pun di pos ketiga, para peserta sama terbelajarkannya mengenai banyak hal seperti bersabar, saling tolong-menolong, dll.

Usai melalui ketiga pos tersebut di atas, kemudian para peserta akhirnya berkumpul bersama. Tepat pukul 12.00, usai koordinator tim Tutorial PAI UNY 2014 yang juga merangkap sebagai ketua panitia, Noor Aziz Prabanistian membacakan surat keputusan, maka resmilah terlantik kepengurusan baru Tutorial PAI UNY 2015. Semoga ridho dan keberkahan Allah swt. menyertai kita semua, aamiin..

Bersama Tutorial PAI UNY 2015… Sholeh! Solid! Semangat!

 

(N.A.)