Bintor: Pastikan Apakah Saya Benar-Benar Layak?

Ahad, 7 Juli 2019, Tim Tutorial PAI UNY 2019 kembali menyelenggarkan Bina Insan Tutor (Bintor). Kegiatan ini merupakan agenda yang dilakukan setiap awal semester dalam rangka membekali para tutor yang turut serta membantu dosen mata kuliah PAI dalam menyampaikan materi kepada mahasiswa baru yang beragama islam di UNY. Ditambahkan oleh Rizki Nugraha, Koordinator Tutorial PAI UNY 2019, “Bintor adalah agenda wajib yang dibuat oleh PT untuk membekali para tutor baru setelah melewati alur pendaftaran. Isi kegiatan Bintor berupa orientasi terkait ketutorialan dan pelantikan tutor baru”.  Bintor pada semester gasal ini diikuti oleh kurang lebih 138 tutor dari empat fakultas, yaitu FIP, FE, FT, dan FMIPA. Dipandu oleh MC, Dzulfikar dan Bayu Septian, agenda ini dibuka dengan tilawah tepat pukul 08.30 dan berakhir pukul 12.00, Bintor dianggap memberi banyak manfaat oleh tutor yang hadir dalam agenda tersebut.

“Banyak manfaat yang saya dapat. Terutama memastikan saya apakah benar-benar layak menjadi tutor. Hal lain yang saya dapat dari Bintor adalah pengalaman-pengalaman yang disampaikan oleh kakak-kakak tutor sebelumnya”, terang Difa H. Azimah, salah satu tutor baru dari jurusan Pendidikan Teknik Boga 2018. Ia juga menambahkan bahwa ia sendiri tidak ada alasan jelas mengenai keinginannya menjadi tutor, hanya saja hati seorang tutor memang sudah mengarahkan untuk berlabuh dalam kegiatan seperti ini (tutorial PAI). Hal ini secara tidak langsung dijawab oleh pemateri, Ustadz Dwi Budiyanto, M.Hum. dalam materi Bintor yang beliau sampaikan bahwa menjadi tutor sama dengan menjadi orang-orang yang bekerja dalam kesunyian, karena ada banyak hal-hal yang terkait dengan kebaikan yang dapat disampaikan sebagai sarana saling mengingatkan sesama.

Ditambahkan oleh Evan Setiawan P., tutor Baca Al-Quran (BAQ) dari jurusan Manajemen Pendidikan 2016 mengatakan bahwa agenda Bintor yang dilakukan bermanfaat bagi tutor karena materi yang disampaikan menambah semangat tutor, yaitu terkait cara membina adik-adik tutor dan cara agar lebih komunikatif antar tutor dan dosen. Respon demikian, tentu saja menumbuhkan semangat tersendiri bagi pengurus Tutorial PAI UNY 2019 untuk terus menyelenggarakan agenda-agenda dalam rangka mendukung pelaksanaan tutorial, mengingat pentingnya kegiatan tutorial PAI UNY ini.

“Waktu awal menjadi maba, saya menganggap tutorial hanya sebagai tempat pengembangan keilmuan agama islam dan baca al-quran saja. Namun lebih dari itu, tutorial PAI adalah tempat untuk pendidikan karakter dan merupakan salah satu jalur untuk mencapai visi UNY, yaitu Taqwa”, tambah Evan Setiawan, salah satu tutor yang sudah memiliki pengalaman dalam tutorial PAI tahun sebelumnya.

Dengan demikian, Bintor tidak hanya bermanfaat untuk tutor baru, tetapi justru menambah semangat para tutor lama untuk tetap istiqomah dalam mengemban amanah sebagai tutor yang diyakini sebagai salah satu andil mahasiswa dalam mewujudkan visi UNY tersebut. Melalui Bintor, diharapkan para tutor kemudian menanya pada diri sendiri, “Apakah saya benar-benar layak menjadi tutor?”. Tentu saja pertanyaan ini bukan bertujuan untuk menyurutkan semangat para tutor, tetapi lebih kepada “Mari bersama belajar memperbaiki, terus menerus, sebagai salah satu upaya diri dalam ikut serta mendukung terwujudnya salah satu visi UNY, Taqwa”. (Humed)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *