Sektor, Bekal Awal Tutor

Sabtu, 20 Juli 2019, Tim Tutorial PAI UNY menyelenggarakan agenda Sekolah Tutor pertama yang bertempat di Gedung Laboratorium PAUD FIP Lantai III. Sekolah Tutor yang biasa disebut dengan akronim Sektor merupakan salah satu fasilitas yang diberikan oleh Pengelola Tutor (PT) kepada para tutor sebagai bekal awal dalam menjalankan tutorial PAI. Hal ini sebagaimana diungkapkan oleh salah satu pemateri Sektor, Mas Alghozali, “Sektor itu membuka pikiran para tutor lebih dalam lagi bagaimana para tutor menggengam hati adik tutor. Supaya tutor sadar bahwa ternyata menyentuh hati itu nggak susah, gampang kok. Apapaun yang bisa kita beri, berikan saja, baik itu ilmu, pengalaman, dan lainnya, tapi konsisten.”
Hal tersebut diamini oleh salah satu peserta Sektor, Ramadhani (Pendidikan Kimia 2017), dengan penjelasannya bahwa memang dalam Sektor berisi materi-materi sebagai bekal awal tutor. Materi-materi yang diberikan dalam Sektor meliputi materi orientasi/pentingnya tutorial, peningkatan softskill yaitu bagaimana manajemen forum dalam tutorial, public speaking, dan materi al-qur’an. Materi-materi tersebut direncanakan oleh PT selama tiga kali pelaksanaan dalam satu semester yang akan datang.
Lebih lanjut dijelaskan oleh Rizki Nugraha P., selaku koordinator tim Tutorial PAI UNY tentang perbedaan konsep Sektor semester ini dengan semester sebelumnya yang belum sempat terlaksana, “Ada perbedaan konsep. Tahun lalu, sektor tidak terlaksana. Kami hanya melaksanakan Bintor. Awalnya Sektor akan dilaksanakan saat Kegiatan Belajar Mengajar Tutorial (KBMT) berlangsung, tetapi waktu nggak sempat. Meskipun demikian, secara muatan materi, sudah disampaikan pada Bintor. Terkait materi Sektor nanti ada kategori-kategori materi. Sektor pertama, tentang bagaimana menyentuh hati dan motivasi al qur’an khususnya untuk bekal tutor Baca Tulis Qur’an (BAQ). Sektor kedua, berisi public speaking dan manajemen kelompok. Sektor ketiga, motivasi al-qur’an dan kontroling terkait kemampuan tutor dalam membaca qur’an. Harapannya selain menyampaikana materi, mereka (para tutor) juga mengisi dirinya dengan ilmu alqur’an. Itu mungkin perbedaan terkait waktu, pelaksanaan, dan materi yang disampaikan. Biasanya sektor yang sebelum-sebelumnya itu hanya seputar softskill, tapi untuk semester ini dan semester depan kami gabungkan antara softskill dan al qur’an.”
Dengan demikian, PT selalu mengusahakan adanya evaluasi-evaluasi terkait agenda dalam rangka membekali para tutor untuk menjalankan program tutorial PAI UNY. Beberapa hal sebagaimana telah dijelaskan, bahwa evaluasi terkait waktu, pelaksanaan, dan konsep materi telah dilakukan demi tercapainya suplemen-suplemen yang mendukung kinerja para tutor. Akan tetapi, tentu saja usaha tersebut tidak luput dari saran-saran yang diberikan dari berbagai pihak, salah satunya tutor selaku penerima sekaligus pelaksana kegiatan tutorial.
“Sektor-kan bekal awal, maunya ya materinya dipeta-petakan, jauh lebih awal dari itu, sebenarnya dari saya pribadi, hal yang dibutuhkan tutor itu adalah bagaimana membangun kepercayaan diri sebagai tutor ketika menyampaikan materi kepada adik tutor”, lanjut Ramadhani (Pendidikan Kimia 2017) ketika diminta sumbang saran. Hal ini tentu saja menjadi salah satu perhatian khusus bagi PT dalam rangka kembali mengevaluasi diri. Saran dari tutor merupakan masukan penting sebagai bentuk follow up mereka terhadap program-progam PT.
“Seperti yang disampaikan Ustadz tadi. Sebenarnya pekerjaan terbaik adalah belajar dan mengajarkan al-qur’an. Karena ngajar al-qur’an itu nggak sepele. Itu semangat banget sih kata-kata yang tadi”, tambah Ramadhani, yang juga selaku tutor BAQ, menegaskan bahwa membentuk kepercayaan diri itu dapat dibangun dari motivasi dalam diri sendiri maupun dari orang lain tentang kebermanfaatan sesuatu yang dilakukan. (Humed)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *