Sektor, Training For Tutor : Be A Millennial Tutor

••• Training for Tutor w/ Ust. Dwi Budiyanto •••

1. Al Qudwah Qobla Dakwah. Lapis pertama yang harus kita miliki: keteladanan

Kira-kira Al Qudwah Qobla Dakwah membentuk perilaku kita menjadi apa?Di Mesir dulu ada Imam Hasan Al Banna, dia punya murid seorang jaksa yang masih merokok. Murid tersebut didiamkan terus bahkan tidak ada obrolan yang berkaitan dgn rokok.

Sang murid pun bertanya-tanya,
”Kenapa aku tidak ditegur ya?”

Ketika tidak dikasih jawaban. Justru murid tersebut mengambil sikap untuk tidak lagi merokok. Karena keteladanan yang beliau dapatkan dari sang guru.

Kekuatan keteladanan jauh lebih ampun dibandingkan ucapan.

 2. At Ta’lif Qobla Ta’rif

Mengikat Hati, sebelum Memberikan Penjelasan.

Bagaimana cara kita mengikat hati? Membangun kadar hubungan yang dekat, hingga tidak ada sekat 🙂

Itu artinya, menjadi tutor harus menjadi pribadi yang ramah, luwes..

Rasulullah membangun kedekatan dengan para sababat, Zahid bin Haram. Beliau orang gunung, nabi sangat dekat dengan beliau. Kalau dia datang ke kota, Nabi mengatakan, “Zahid adalah orang gunung kita, dan kita adalah orang kotanya”

Ketika bertemu di pasar, di dekapnya Zahid. Ketika melihat bahwa Nabi yang mendekapnya, Zahid rekatkan lagi dekapnya,
Kemudian nabi mengatakan,
“Siapa yang mau membeli budak ini?”

“Ya Rasul, Jangankan dijual, dikasih saja orang tidak mau”

Rasul menjawab,
“Di mata Allah, engkau sangat mahal harganya”

Zahid merasa dirinya tidak berharga. Namun ketika bersama Rasulullah, dia merasa sangat berharga.

Hadist Nabi Shallallahu ‘alaihi wa Sallam,
Orang orang yang diharamkan neraka baginya:
1. Hayyin, tidak gampang meledak. Tenang.
2. Layyin, lemah lembut.
3. Qoribin, orang yang dekat, mudah akrab
4. Sahl, orang yang suka memudahkan urusan.

Tutor itu memang yang mendekat. Bisa jadi adek-adek merasa sungkan. Maka tutornya yang harus mendekat. Kapan? Di semua keadaan. Tidak harus menunggu waktu-waktu formal tertentu.

Tutor itu mengubah semua peristiwa, kedekatannya dengan objek dakwah itu yang harus dikuatkan.

Coba nanti membaca hadist nabi, melihat situasi-situasi

Misal interaksi dengan Mu’adz bin Jabal,

Nabi mengatakan,
”Yaaa Mu’adz, Aku akan menyampaikan sesuatu yang sangat berharga. Jagalah Allah maka Allah akan menjagamu.”

Situasi itu dikatakan saat sedang naik unta berdua. Disitu terlihat ada komunikasi yang dekat. Banyak hal yang Nabi sampaikan diluar majelis

Ta’lif bisa terbangun, ketika menjadwalkan banyak waktu untuk adik-adik.

  3. At Ta’rif Qobla Taklif

Memberikan Penjelasan sebelum Beban.

4. At Tadarruj fi Tasyri

Bertahap dalam Pelaksanaan.

5. Attaysir laa taksir

Memberikan Kemudahan, bukan Memberatkan

Kita ingin mengajak teman-teman berubah secara bertahap, bukan berubah secara tiba-tiba

Memahami dan menerima objek dakwah kita dengan seutuhnya. Karena latar belakang mereka berbeda-beda.

Dalam Islam ada wilayah tsawabit dan wilayah mutaghayyirot. Sehingga dalam pelaksanaannya juga harus disesuaikan.Muawwiyah pernah berucap di dalam sholat saat ada yang bersin, dan pengetahuannya bersin itu harus dijawab sehingga ia menjawab bersin itu dan para jamaah menoreh ke arahnya.

Ending dari hadist itu,
Kata Muawwiyah, “aku tidak menemukan orang sebaik Rasulullah sebelum dan setelahnya.”

 

••• Training for Tutor •••
Public Speaking, Rio Tri Handoko

Proses : Mengawali (Memancing perhatian anti mainstream, Menemukan Frekuensi)
a. Cara yang tak biasa, Seperti Diam sejenak.
b. Gerogi? Sampaikan saja dan beri alasan yang tak terduga.
c. Sastra (Pantun, Puisi, Lagu, kisah, dan lain sebagainya)

Isi (Pesan)
Kebutuhan dengan penuh kesan (Unik dan Menarik, Menyentuh dan sempurna)

Menutup
Dengan penutup yang Wow atau yang tak biasa.

Apa permasalahannya?
Bagaimana Idealnya?
Bagaimana Solusinya?

6 KAIDAH bagaimana orang lain menyukai kita
1. Bersungguh-sungguh menaruh minat pada Orang lain
2. Senyum
3. Mengingat nama seseorang orang adalah hal yang paling berkesan dan paling penting bagi orang itu
4. Jadilah Pendengar yang baik,  dorong orang lain untuk berbicara tentang diri mereka
5. Berbicara berkenaan dengan minat orang lain
6. Buat orang lain merasa penting dan lakukan dengan tulus.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *