Madrasah Tutor #2 : Itu Cowok Kok Keren Banget Si?

Tema               : Itu Cowok Kok Keren Banget Si?

Pembicara      : Ust. Nuryasin, S.Pd

Kita memiliki kecenderungan terhadap sesuatu. Misal ketika kita melihat suatu video kita akan like atau dislike, respon yang kita berikan akan berpengaruh. Kecenderungan akan membuat kita melakukan sesuatu. Misal, kalau kita melihat apel fuji rasanya ingin memakan dibandingkan dengan apel lokal. Termasuk kita terhadap manusia lain, melalui pandangan terhadap orang lain. Kita akan melihat sudut pandang keren itu bukan melihat pada sudut pandang orang lain, karena itu bab selera. Sejauh ini manusia memiliki selera yang berbeda-beda, sehingga tidak dapat dipaksakan orang melihat kita sebagai orang yang keren. Keren itu relatif. Sedang kebenaran itu tidak relatif tetapi sesuatu yang absolut mutlak. Kebenaran adalah sesuatu yang telah Allah tetapkan, kita tidak melihat kebenaran dengan sudut pandang ganda, benar ya benar salah ya salah. Kebenaran adalah sesuatu yang diniatkan dengan benar dan dilakukan dengan benar dengan tujuan yang benar, jika ada salah satu yang tidak benar dari yang dilakukan maka itu bukan suatu kebenaran.

Ketika kita melihat sesuatu, coba melihat diri kita terlebih dahulu. Ketika melihat seseorang tampak tidak baik tandanya kita masih melihat definisi keren pada orang lain. Jika melihat dari diri kita, dimulai dari kita mengenal diri kita terlebih dahulu, mengenal Allah. Kalau kita mengenal Tuhan kita maka kita mengenal diri kita. Manusia diturunkan oleh Tuhan ditugaskan untuk apa. Adanya manusia karena Tuhan telah menciptakan sebuah sistem, kemudian manusia diminta untuk mengelola bumi dan menjadi hamba Allah. Sebagai seorang hamba Allah kita berkewajiban untuk mengelola bumi dan melaksanakan tugas hamba Allah (berinteraksi dengan Al-Qur’an dan Al-Hadist). Jika ingin melihat sosok yang keren adalah pada Rasul Allah, yang telah diakui oleh Allah sebagai hamba yang sempurna.

Jangan sampai kita membandingkan orang lain dengan Rasul juga. Ketika kita sedang jauh dari Allah kita sudah melakukan apa seperti yang Rasul lakukan dahulu. Misal, bagaimana sholat malam kita, kita belum tentu masuk surga tapi masih sulit untuk menegakkan sholat, sedangkan Aisyah yang sudah dijamin surga tetap melaksanakan sholat malam hingga kakinya terluka padahal sudah dijamin surga oleh Allah, karena beliau ingin bersyukur kepada Allah.

Ideal dari sudut pandang muslim, ada 10 pribadi muslim ideal menurut KanwilKalteng :

  1. Akidah yang selamat

Ada indikatornya, misal tidak menyimpan azima, memahami rukun iman. Dari segi pemahaman, bacaan, dan tindakan. Ada juga orang yang menggunakan suatu barang yang memiliki tujuan agar aman tidak terkena apa-apa, tetapi dia tetap yakin bahwa Allah akan melindunginya, tapi buat jaga-jaga aja. Atau pergi ke suatu tempat agar ujiannya lancar, atau agar hubungan dengan pasangannya baik.

  1. Ibadah yang benar

Dari tata caranya. Ibadah ikhlas, tetapi ketika melakukannya kita tahu atau tidak dasar pilihan cara kita beribadah, akan mencapai kepuasan waktu kita mencapainya. Karena antar ulama memiliki cara yang berbeda-beda. Itu adalah hal yang wajar, tetapi kita harus tau dari ulama yang mana yang kita ikuti. Jadi ketika yang kita lakukan benar maka kita akan merasa puas. Dapat membaca buku fiqih.

  1. Akhlaq yang kokoh/sempurna

Sebagaimana tujuan Rasul diutus adalah untuk menyempurnakan akhlaq, orang akan melihat Islam dari bagaimana muslim itu bersikap. Dulu pernah ada propaganda gedung WTC yang ditambrak pesawat, dianalisis oleh Ust. Hamid bahwa adanya propaganda. Di Eropa pertumbuhan muslim berkembang pesat, dan malah diberitakan buruk. Muslim akan melihat sendiri bagaimana muslim yang ada disana, entah percaya atau tidak padahal belum tau kebenaran dari propaganda tersebut. Itu adalah upaya yang terstruktur untuk orang” meninggalkan Islam, tetapi ternyata tidak, ketika ada orang” yang merasakan langsung bagaimana bersentuhan dengan muslim denga akhlak yang baik tidak akan mempercayai proganda media tersebut, yang dimana sebagian besar mereka bisa jadi belum pernah bersentuhan langsung dengan muslim.

  1. Cerdas pemikirannya, wawasan luas

Dulu sering kali kita diidentikan dengan ulama-ulama yang besar, yang menjadi acuan bagi ilmuan-ilmuan. Ilmuan barat menjadikan karya dari ulama-ulama islam dan perbedaan-perbedaan antara ulama-ulama terdahulu, misal terkait ilmu sebab akibat, kenapa hujan bisa terjadi, dsb. Peradaban timur lebih condong pada ibnu ghozali (bahwa hujan itu takdir), sedang peradaban barat lebih condong pada ibnu rush (hujan ada proses yang terjadi). Muslim jaman dahulu pemikirannya mendunia, sedang muslim sekarang terkungkung pada persoalan” kecil.

  1. Mandiri Ekonomi

Keruntuhan peradaban Islam karena banyak tanggungan hutang. Penting bagi kita untuk kemandirian ekonomi, pola yang perlu kita lakukan adalah untuk kita berislam perlu banyak sekali biaya, misal untuk haji.

  1. Teratur waktunya

Seorang muslim haruslah pandai dalam menjaga waktu. Karena, waktu-waktu ini mendapat perhatian dari Allah subhanahu wa ta’ala. Hingga di beberapa kalam-Nya, Ia bersumpah atas waktu. Seperti wal fajr, wad dhuha, wal ashr, wal laili, dan sebagainya.

Seperti dalam Hadits Riwayat Al Hakim, Rasulullah bersabda, “Manfaatkan lima perkara sebelum datang lima perkara: mudamu sebelum tua, sehatmu sebelum sakit, kayamu sebelum miskin, luangmu sebelum sibuk, dan hidupmu sebelum mati.”

  1. Menahan hawa nafsu

Selain kuat secara fisik, seorang muslim harus mampu melawan hawa nafsu. Karena, hawa nafsu sebagian besar menuntun ke dalam keburukan. Oleh sebab itu, hawa nafsu yang dimiliki manusia harus tunduk dalam ajaran Islam.

Hingga disebutkan dalam Hadits Riwayat Al Hakim, Rasulullah bersabda, “Tidak beriman seseorang dari kamu sehingga ia menjadikan hawa nafsunya mengikuti apa yang aku bawa (ajaran Islam).”

  1. Fisik yang kuat

Kekuatan seorang muslim juga meliputi fisiknya. Seorang muslim haruslah memiliki daya tahan tubuh yang baik, agar dapat menjalankan ibadah-ibadah dengan optimal. Sholat dan puasa merupakan bentuk ibadah yang menggunakan fisik. Oleh karenanya, Allah menyukai mu’min yang kuat.

Seperti diriwayatkan dalam Hadits Muslim, Rasulullah bersabda, “Mu’min yang kuat lebih aku cintai daripada mu’min yang lemah.”

  1. Teratur dalam suatu perkara

Pribadi ini adalah pribadi seorang muslim seperti yang disebutkan dalam Al Quran maupun As Sunnah. Disini lebih menekankan pada profesionalitas suatu pekerjaan. Allah memberi perhatian khusus untuk hal ini. Oleh karenanya bersungguh-sungguh dalam mengerjakan sesuatu itu adalah pribadi yang disukai oleh Allah.

  1. Bermanfaat untuk orang lain

Seorang muslim sejatinya dapat bermanfaat bagi orang lain maupun sekitarnya. Tak peduli dimanapun ia berada. Dengan hal tersebut, ini menjadi sebuah kesiagaan seorang muslim dan usahaa seorang muslim agar dapat bermanfaat bagi orang-orang di sekelilingnya.

Pendapat ini juga diperkuat oleh Hadits Riwayat Ath Thabrani yang berbunyi, “Sebaik-baik manusia adalah yang paling bermanfaat bagi manusia.”.

Untuk menjadi muslim yang ideal ada cara”nya, definisi keren yang perlu di contoh adalah Rasulullah SAW.

Bagaimana menyampaikan ke adik”, tidak harus kita sudah selesai dengan 10 hal tersebut, yang perlu dilakukan adalah menyediakan indikator dalam bentuk excel, agar adik-adik kita punya gambaran bagaimana muslim yang ideal dimana Rasul ada sosok yang di kagumi.