KULWAP #1 : MA’RIFARURRASUL DAN SOSOK PEMUDA MUSLIM

MA’RIFARURRASUL DAN SOSOK PEMUDA MUSLIM

(Ustadz Dwi Budiyanto)

Sesungguhnya manusia berkeinginan hidup lebih teratur. Dan itu adalah hal yang manusiawi. Hal itu juga yang diinginkan Allah SWT. Oleh karena itu Allah juga mengutus seorang rasul untuk membawa risalah yang merupakan panadngan hidup agar kehidupan manusai teratur. Tidak hanya itu, para rasul jg sebagai teladan dalam pengamalan risalah. Dalam konteks pendidikan, model/teladan sangat dibutuhkan. Dalam pembelajaran ada konsep dan sekaligus dihadapkan kepada kita model dan keteladanan. Dalam berkeluarga juga, ada nasihat untuk anak dan anak juga membutuhkan keteladanan.

Karena rasulullah adalah teladan dalam melaksanakan risalah, kepribadian rasulullah dapat dilihat dan dicontoh di banyak sudut karena ia semestinya menjadi vigur yng bisa dicontoh banyak aspek.

  • dalam kehidupan berkeluarga , Al-Quran mengatakan mengatakan:

 … ۚ وَعَاشِرُوهُنَّ بِٱلْمَعْرُوفِ ۚ …..

….bergaullah dengan mereka secara ma’ruf…. (an-Nisa’: 19)

بِٱلْمَعْرُوفِ dalam keluarga disini praktiknya seperti apa ? penerjemahan ini lah yang kita bisa lihat pada kehidupan rasulullah. Contohnya dalam kehidupan dengan istri beliau. Pada hal-hal yang seakan-akan tidak dianggap penting pun, namun dapat mengokohkan kehidupan keluarga ia tunaikan. Hal ini menunjukan bahwa kehidupan keluarga rasulullah tidak lurus-lurus saja tetapi penuh warna

  • Dalam sisi kepemimpiman ia contohkan dalam bagaimana meminta pendapat para sahabat, memutuskan sesuatu dengan musyawarah, bagaimana beliau berhadapan dengan perbedaan pendapat. Ex: pada perang uhud terjadi 2 pendapat. Kaum tua meminta menghadapi musuh di dalam kota, namun kaum muda berpendapat untuk menghadapi di luar kota. Kaum muslimim menghadapi kekalahan pada perang tersebut. Pada saat musyawarah sebenarnya rasulullah cenderung kepada menghadapi quraisy di dalam kota, namun suara terbanyak memutuskan untuk menghadapinya di kawasan uhud (luar kota). Begitulah rasulullah memeberikan keteladanan bagaimana keputusan diambil pada suatu tim.
  • Ketika Allah meminta kita أَقِمِ ٱلصَّلَوٰةَ, Al-quran tidak menjelaskan panduan dengan rinci bagaimana kita melaksanakan shalat. Maka rasul menjelaskan bagaimana shalat ditunaikan dari takbiratul ikhram sampai salam.

Sebenarnya sudah sejak lama kita diperintahkan untuk meneladani rasul, tapi masalahnya kita tidak pernah mengenal rasul sedemikian detail. Sehingga kita bertanya2 apa yang perlu kita teladani. Bukankah dalam pelajaran dulu di SMA kita banyak mengenal rasulullah pada hal2 kronologis dan tidak detail? Ex nabi lahir tahun gajah, Ia diasuh A B tp kita tidak pernah tahu detail kehidupan Nabi SAW. Nabi menjadai tidak lebih populer dibandingkan dengan tokoh2 lain. maka jika kita ingin meneladari Rasul yang harus kita lakukan adalah mempopulerkan Rasulullah dan para sabahat di dalam diri kita melebihi kepopuleran tokoh manapun. Ini adalah tugas terbesar kita !

Wilayah apa saja yg perlu kita baca dari sisi rasulullah sbg  tauladan ?

  1. Wilayah pribadi Beliau

Mengenali rasul detail sampai wilayah pribadi beliau. Disitulah kita belajar ttg fiquh Shirah. Kita belajari ttg krhidupan beliau. Ex: cara jalan beliau. Ternyata beliau berjalan seperti berjalan di jalan yang menurun, berbadan tegap dan mantap. Dan seterusnya

  • Mengenali dari sisi sunnah Rasulullan SAW

Disini kita bertemu fiquh ahkam, fiqh hukum supaya kita mengenali sunnah2 beliau. Ketika kita dihadapkan dalam krisis seperti ini mestinya kita mengetahui fiquh ahkam bagaimana rasulullah menghadapi masa krisis seperti in. Disitulah bagaimana kita harus meneladaninya. Kita diketemukan dalam 2 hal sekaligus 1) momentum ramadham dan 2) masa2 krisis.

Ramadhan mengajari kita mencari2 kutaman2 di dalamnya. Tetapi masa2  krisis menjadikan kita harus berhati2.  Mau tidak mau kita diharuskan untuk mempelajari fiqh ahkam dalam masa2 krisis. Semestinya kita mempelajari ini dengan sebaik2nya. Tidak mungkin Allah pertemukan 2 kondisi ini tanpa ada tarbiyah di dalamnya yg perlu kita pelajari. Seakan2 Allah meminta kita belajar menerapkan sunnah2 di masa krisis ini. ini merupakan penerapan prinsip2 fiqh prioritas dan fiqh muwazanah di jelaskan kaidah menghindari kerugian itu diutamakan dari pada mengejar kemaslahatan.ex. ada keutamaan shalat tarawih di masjid, tetapi karena seperti saat ini kondisinya, menghindari kerugian itu lebih diutamakan dari pada kita mengejar kemaslahatan. Dalam situasi saat ini seluruh pengetahuan fiqh ini menemukan konteksnya dan kita bisa  belajar penerapannya. Nah ! dari sinilah kita belajar sunnah2 rasulullah fiquh ahkam.

  • Mengenali dari sisi dakwah

Disini kita bertemu dengan fiqh dakwah. Bagaimana prinsip2 dakwah rasulullah, bagaimana rasul mendidik sahabat dan bagaimana rasul membentuk masyarakat.

Dengan mempelajari ketiga hal tersebut, kita akan sampai pada al hayahtul munadzamah atau hidup yang teratur. Termasuk di dalamnya kita sebagai seorang pemuda saat ini.

Salah satu kebanggaan Allah SWt dalam hadist riwayat ahmad:

إِنَّ اللَّهَ عَزَّ وَجَلَّ لَيَعْجَبُ مِنَ الشَّابِّ لَيْسَتْ لَهُ صَبْوَةٌ

Sesungguhnya Allah Ta’ala benar-benar kagum terhadap seorang pemuda yang tidak memliki shabwah (menyimpang)

Disinilah anak2 muda muslim harus hidup berdasarkan ketekaladanan rasul. Sehingga tidak seperti yg sering digambarkan dalam teori psikologis bahwa anak muda itu mengalami masa2 guncangan. Masa2 guncangan akan terhindar dari pemuda muslim jika dari awal mereka dekan dengan risalah/ dekat dengan keteladanan rasulullah dan tidak meneladani yang lainnya.

KENAPA KITA HARUS MENELADANI RASUL DALAM HIDUP ?

Hidup yg meneladai selain kehidupan yg dibimbing wahyu adalah kehidupan yang semu. Berapa banyak diantara kita yang menganggumi kehidupan seseprang karena popularitasnya? Seakan2 popularitas adalah puncak dari keteraturan, kebehagiaan hidup. Padahal berapa banyak diantara mereka yng begitu mencapai titik popularitas, mereka tidak menemukan kebahagiaan tetapi menemukan kehidupan yang kering dan tidak membahagiakan.

Ungkapan dari WS RENDRA

“nama itu kosong, ketenaran itu hampa, jalan hidup itu nyata”

Pemuda yg kuat itu adalahpemuda yg hidup berdasarkan jalan hidup. Mereka memiliki orientasi hidup. Orientasi hidup itu dibangun atas dasar bimbingan wahyu. Jadi anak muda yang  terbimbing dg wahyu itu, mereka :

1. Mereka mampu meningkatkan kualitas diri dengan baik,

2. Mampu berperan dengan lebih baik.

Anak2 muda yang memiliki kualitas tetapi mereka tidak memiliki peran, mereka tidak memiliki akar yg kokoh. Mereka adalah pemuda yg egois. Sedangkan anak2 muda yg berperan tapi tidak mau meningkatkan kualitas diri, maka mereka tidak memiliki pegangan yg kuat, mereka rapuh. Dua hal itu perlu sekaligus kita miliki. Kualitas muslim yang terus meningkat menjadikan kita menjadi muslim yang pembelajardan menjadi anak2 muda yang memiliki kesadaran berperan. Mereka tumbuh karena mereka menyadari mereka harus memiliki kontribusi.

Seseorang dikenal bukan karena kesuksesannya, tp karena kontribusinya.

KENAPA KITA HARUS MENELADANI RASUL DALAM HIDUP ?

Karena:  Kehidupan yang paling ideal adalah kehidupan rasulullah dan generasi semasanya.

Hadist dari Imran bin Husain

خَيْرَ أُمَّتِـي قَرْنِي ثُمَّ الَّذِيْنَ يَلُونَهُمْ ثُمَّ الَّذِينَ يَلُونَهُمْ

Sebaik-baik umatku adalah pada masaku. Kemudian orang-orang yang setelah mereka (generasi berikutnya), lalu orang-orang yang setelah mereka.” (Shahih Al-Bukhari, no. 3650)

Generasi setelah rasul dan sahabat adalah tabiin. Generasi yang baik kemudian adalah tabiun tabiin.

Kenapa generasi tersebut menjadi generasi yang paling ideal ?

  1. karena generasi itu adalah generasi yang dipimpin oleh wahyu. Maka tidak mengherankan rasulullah menyampaikan           خَيْرَ أُمَّتِـي قَرْنِي ثُمَّ الَّذِيْنَ يَلُونَهُمْ ثُمَّ الَّذِينَ يَلُونَهُمْ.
  2. Ibnu masud menyampaikan : barangsiapa ingin meneladani maka meneladanilah orang yang sudah wafat. Karena orang yang masih hidup tidak dijamin terhindar dari fitnah. Banyak diantara kita yang meneladani kehidupan orang lain (ex artis) ternyata di ujung hidupnya penuh dengan hal yg tidak baik di contoh. Why ? karena orang yg masih hidup tidak bisa terhindar dari fitnah terhadap dirinya.

Ibrah mengikuti kehidupan rasul dan para sahabat membuat kita:

  1. Meningkatkan kualitas pribadimuslim dalam diri kita,
  2. Membangun kesadaran untuk berkontribusi bahwa hidup kita tidak hanya memikirkan diri sendiri tetapi hidup kita  memiliki peran khalifah. Ex: memakmurkan lingkungan kita, memajukan kampung halaman kita, memajukan negara kita. Kualitas pribadi muslim kita yang unggul tidak hanya sekedar untuk mencapai hasrat pribadi tapi untuk berkontribusi. Why ?  karena خير الناس أنفعهم للناس, Sebaik baik manusia adalah yang bermanfaat bagi manusia lainnya.

Tangga2 kepemimpinan anak muda muslim:

Kepemimpinan = pengaruh, bukan posisi tapi kontribusi

Langkah pertama anak muda adalah learning.  Karena learning itu mengantarkan mereka leading. Ketika memimpin itu, mereka belajar serving, melayani. Inilah kerja2 khalifatullah, melayani sekitarnya. Tahap selanjutnya adalah inspiring masyarakatnya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *