KULWAP #2 : FIQH TAHARAH DAN FIQH SHALAT

FIQH TAHARAH DAN FIQH SHALAT

Oleh: ust. Evan S. Parusa

Ahad, 3 mei 2020 @GRUP KULWAP

الْحَمْدَ ِللهِ نَحْمَدُهُ وَنَسْتَعِيْنُهُ وَنَسْتَغْفِرُهُ وَنَعُوْذُ بِاللهِ مِنْ شُرُوْرِ أَنْفُسِنَا وَسَيّئَاتِ أَعْمَالِنَا مَنْ يَهْدِهِ اللهُ فَلاَ مُضِلّ لَهُ وَمَنْ يُضْلِلْ فَلاَ هَادِيَ لَهُ

أَشْهَدُ أَنْ لاَ إِلهَ إِلاّ اللهُ وَأَشْهَدُ أَنّ مُحَمّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ

صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَعَلَى آلِهِ وَأَصْحَابِهِ وَمَنْ سَارَ عَلَى نَهْجِهِ القَوِيْمِ وَدَعَا إِلَى الصِّرَاطِ المُسْتَقِيْمِ إِلَى يَوْمِ الدِّيْنِ وَسَلَّمَ تَسْلِيْمًا كَثِيْرًا

Puji syukur kehadirat Allah SWT atas segala nikmat yang tak henti-hentinya mengalir kepada kita. Shalawat beserta salam tak lupa kita haturkan kepada nabi besar kita nabi Muhammad SAW.Terima kasih buat temen-temen yang telah hadir di agenda ini, semoga bisa jadi pembelajaran untuk kita semua. Saya disini juga bukan yang paling mengerti terkait fiqih, tapi hanya mencoba menyampaikan dengan harapan ilmu tersebut juga kembali kepada diri saya sendiri agar kita sama-sama belajar.

Fiqih artinya paham. paham yang mendalam, pemahaman , pengertian. Sedangkan menurut terminologi/ istilah, fiqih adalah hukum hukum syar’i yang amali (praktis) yang diambil dari dali-dalil yang terinci. Adapun definisi paling sederhana adalah ilmu tentang hukum syariah yang bersifat praktis yang diperoleh melalui dalil yang terperinci.

Ilmu ada urutannya

Pelajaran fiqih merupakan pelajaran yang penting bagi seorang muslim untuk memahami dengan pasti tata cara ibadah sampai dengan seluruh aspek kehidupan umat Islam. Tapi perlu dipahami bahwasanya Fiqh adalah upaya pemahaman kita terhadap syariat yang ditentukan oleh Allah SWT, karenanya sangat mungkin muncul perbedaan madzhab sebagaimana yang kita dapati saat ini.

Sehingga urutan belajar fiqih adalah memahami prinsip rukun Iman dan Islam, mengerti ilmu fiqih, menerapkannya sebisa mungkin, dan menyampaikannya sebagai pembelajaran bersama. Sehingga selama masih seorang muslim dan mendapati rukun Iman yang sama, tidak perlu berpecah belah, marah-marahan lantaran pendapat fiqih yang berbeda.

Kita adalah Muqollid yang berusaha Mujtahid. 

Saat ini kita sedang belajar ilmu fiqih, berusaha mengetahui dalil-dalil yang berasal dari Allah SWT dan Rasulullah SAW, melalui pemahaman ulama-ulama madzhab dengan ilmu mereka, sehingga kita bisa mengikuti ulama tersebut dan mengetahui alasan mereka memiliki pendapat tersebut. Ini adalah taklid, dan harapannya kita terus memperbanyak ilmu kita sehingga bisa sampai kepada tahapan mujtahid.

  1. Tharahah

Tharahah artinya bersuci. Bersuci dari kotoran (hadats), najis, dan lain-lain. 

Allah SWT berfirman

“Dan pakaianmu maka bersihkanlah” (Q.S. Al-Mudatsir : 4).

Kenapa harus suci?* 

  1. Karena Allah SWT mencintai orang-orang yang suci

Sesungguhnya Allah mencintai orang-orang yang taubat dan orang-orang yang membersihkan diri. (QS. Al-Baqarah : 222).

  •  suci merupakan syarat ibadah

 Rasulullah SAW bersabda :

“Kunci shalat itu adalah kesucian”. (HR. Abu Daud Tirmizi Ibnu Majah).

Syarat wajib tharah

Seseorang wajib bersuci apabila : 1) Muslim/ah, 2) Berakal, 3) Baligh, 4) Tidak sedang Haid atau Nifas 5) Masuk waktu sholat 6) tidak tidur 7) tidak lupa 8) tidak dipaksa 9) ada media bersucinya, air atau debu 10) dapat melakukan sesuai kemampuan.

Jenis-jenis tharah

– Wudhu

– Tayammum

– Mandi

  1. Wudhu

Definisinya adalah “Sebuah nama untuk menunjukan perkerjaan yang berupa menggunakan air pada anggota-anggota badan tertentu disertai dengan niat.”

Ayat tentang Wudhu sendiri ada di dalam al-Qur’an yaitu

Hai orang-orang yang beriman, apabila kamu hendak mengerjakan shalat, maka basuhlah mukamu dan tanganmu sampai dengan siku, dan sapulah kepalamu dan (basuh) kakimu sampai dengan kedua mata kaki.” (Al-Maidah: 6)

*Rukun Wudhu*

Rukun wudhu dibagi menjadi dua yaitu rukun wudhu yang disepakati dan rukun wudhu yang dalam perbedaan pendapat. 

1. Niat (ikhtilaf)

2. Membasuh wajah (disepakati)

3. Mengusap tangan (disepakati)

4. Membasuh sebagian kepala (disepakati)

5. Mengusap kaki (disepakati)

6. Tertib (ikhtilaf)

 Lantas bagaimana apabila lupa dan meninggalkan salah satu rukun Wudhu?

Menurut Ibnu Jazi Al-Maliky, barangsiapa yang melupakan salah satu rukun wudhu, apabila mengingatnya ketika belum selesai berwudhu maka bisa mengulang lagi wudhunya. Namum apabila lupanya setelah selesai berwudhu maka bisa melengkapi khusus di bagian dimana dia lupa.

*Syarat Wudhu*

sebagaimana syarat thaharah.

*Sunnah-Sunnah Wudhu* 

menurut madzhab hanafi saja ada 13 sunnah wudhu, dan terdapat perbedaan diantara kalangan ulama fiqih, karenanya saya rangkum yang poin-poin utama saja..

1) Niat (ini sunnah menurut Madzhab Hanafi)

2) Membaca Basmalah sebelum berwudhu

3) Mencuci tangan tiga kali sebelum berwudhu

4) Berkumur-kumur tiga kali.

5) Menghirup air ke hidung (istinsyaq)

6) Membasuh setiap anggota wudhu tiga kali, kecuali kepala dan dua telinga yang hanya diusap satu kali.

7) mendahulukan bagian kanan dari kiri

8) Mengusap Kedua Telinga

9) Menyela Jenggot & Jari

10) Berdoa Setelah Wudhu

*Pembatal Wudhu*

1) Sesuatu keluar dari kemaluan

2) Tidur 

3) Hilang akal

4) Bersentuhan dengan yang bukan mahram

5) Menyentuh kemaluan ataupun lubang dubur

*Makruh Wudhu*

1) boros dalam menggunakan air atau terlalu sedikit menggunakan air.

2) mendahulukan basuhan tangan kiri daripada tangan kanan

3) mengusap anggota wudhu dengan handuk kecuali karena ada udzur,

4) memukul wajah dengan air,

5) menambah jumlah basuhan lebih dari tiga kali dengan yakin

6) meminta tolong orang lain untuk membasuhkan anggota badan kita tanpa uzur

7) terlalu banyak atau berlebih dalam berkumur atau menyerap air ke dalam hidung bagi orang yang berpuasa

  1.  Tayammum*

Tayammum adalah mengusapkan debu/tanah ke wajah dan kedua tangan sebagai ganti wudhu dengan syarat-syarat khusus

Dan jika kamu sakit atau sedang dalam musafir atau datang dari tempat buang air atau kamu telah menyentuh perempuan kemudian kamu tidak mendapat air maka bertayamumlah kamu dengan tanah yang baik ; sapulah mukamu dan tanganmu.

Sesungguhnya Allah Maha Pema’af lagi Maha Pengampun.(QS. An-Nisa : 43)

beberapa hal yang perlu diketahui terkait tayammum

1. Tidak menggangkat hadats, tayammum hanya membuat kita sah dalam melaksanakan shalat, ini menurut jumhur madzhab maliki, syafii, dan hambali

2) Bila ditemukan air maka tidak wajib tayammum

3) Karena tidak mengangkat hadats, maka tayammum harus diulang setiap kali shalat

4) Tayammum tidak sah jika belum masuk waktu shalat

5) Sehingga apabila sudah memasuki waktu shalat dan belum ditemukan air, maka lebih utama mengakhirkan waktu shalat sembari mencari air untuk berwudhu

menurut keempat madzhab.

*Hal-hal yang membolehkan Tayammum*

1. Tidak ada air

2. Sakit yang menyebabkan tidak boleh terkena air

3. Suhu sangat dingin

4. Air tidak terjangkau, misalkan di tempat konflik dan apabila mendapat tempat air tersebut resiko kehilangan nyawa. dst.

5. Air tidak cukup, appabila air yang digunakan juga untuk konsumis

6. Waktu shalat hampir habis dan perlu waktu lama untuk menjangkau air dan berwudhu maka diperbolehkan tayammum

*Media Tayammum*

Para ulama mengatakan bahwa apa pun yang menjadi permukaan tanah, baik itu tanah merah, tanah liat, padang pasir, bebatuan, aspal, semen, dansegalanya termasuk dalam kategori tanah yang suci. Yang tidak boleh digunakan adalah tanah yang tidak suci. Misalnya tanah yang mengandung najisbekas kubangan.

*Tata cara Tayammum*

1. Menepuk tanah untuk tayammum

2. Mengusapkan ke wajah 

3. Menepuk tanah lagi

4. Mengusapkan tangan hingga siku… 

Adapun menurut madzhab maliki dan madzhab hambali, cukup satu tepukan saja sudah bisa untuk wajah dan telapak tangan.

*Sunnah Tayammum*

1) Membaca basmalah

2) Tertib

3) Berkesinambungan

*Pembatal Tayammum*

Sama dengan pembatal wudhu plus ditemukannya air sebelum melakukan shalat.

  1.  Mandi Janabah

janabah (bermakna jauh. Di mana istilah janabah dalam fiqih dipakai untuk menunjukkan kondisi seseorang yang keluar air maninya atau telah melakukan hubungan suami istri. Mandi janabah dilakukan untuk menghilangkan hadats besar.

Sebab yang mewajibkan Mandi Janabah*

1) Keluarnya mani

2) jima’

3) Meninggal

4) Haid

5) Nifas

6) Melahirkan

Cara mandi Janabah*

1) Mencuci kedua tangan

2) Menumpahkan air ke tangan kiri kemudian 

3) mencuci kemaluan

4) berwudhu

5) Mengambil air dan mengusap ke sela-sela rambut

6) Apabila seluruh kulit kepala telah basah, beliau menyurami kepala 3 kali

7) membersihkan seluruh tubuh dengan air

8) mencuci kaki

Ini tata caranya, yang berdasarkan salah satu hadits dari Rasulullah SAW.. Akan tetapi ulama sendiri berbeda pendapat terkait dengan mana yang rukun dan mana yang sunnah dalam tata cara mandi janabah.  Sehingga terkait mandi janabah ini 1 yang disepakati wajib adalah *meratakan air ke seluruh tubuh* adapun hal lainnya sunnah, dan adapula yang dipertentangkan

  • Fiqih Shalat

*Pengertian shalat* 

أقوال وأفعال مخصوصة، مفتتحة بالتكبير، مختتمة بالتسليم

perkataan dan perbuatan khusus, yang dibuka dengan takbir dan ditutup dengan salam

الصلاة واجبة بالكتاب والسنة والإجماع

Shalat hukumnya adalah wajib (shalat fardhu) berdasarkan al-Qur’an, Sunnah, dan Ijma’.

Ulama bersepakat tentang wajibnya shalat bagi yang sudah baligh, berakal, dan sudah suci, atau yang tidak sedang haid atau nifas, atau bukan orang yang ghila. Dan shalat adalah ibadah badan mahdoh yang tidak dapat diwakilkan. Maka tidak sah apabila ada shalat yang diwakilkan, sebagaimana tidak sahnya puasa untuk orang lain.

*Syarat Wajib Shalat* 

1) Islam

جب الصلاة على كل مسلم ذكر أو أنثى، فلا تجب على كافر عند الجمهور وجوب مطالبة بها في الدنيا، لعدم صحتها منه، لكن تجب عليه وجوب عقاب عليها في الآخرة، 

Wajib sholat bagi setiap muslim baik laki-laki maupun perempuan, dan tidak wajib bagi kafir sebagaimana pendapat jumhur, karena tidak sah bagi mereka shalat, tapi wajib bagi mereka mendapatkan hukuman di akhirat nanti.

2) Baligh

لا تجب الصلاة على الصبي، لقوله صلّى الله عليه وسلم: «رفع القلم عن ثلاثة: عن المجنون المغلوب على عقله حتى يبرأ، وعن النائم حتى يستيقظ، وعن الصبي حتى يحتلم»

Tidak diwajibkan shalat bagi bayi dan anak-anak sebagaimana hadits Rasulullah SAW.. Diangkatnya pena dari tiga hal, yaitu orang gila yang tidak dapat menggunakan akalnya hingga ia waras, orang yang tidur sampai ia bangun, dan anak kecil sampai dia bermimpi (baligh)

3) Tidak gila

لا تجب الصلاة عند الجمهور غير الحنابلة على المجنون والمعتوه ونحوهما كالمغمى عليه إلا إذا أفاقوا في بقية الوقت؛ لأن العقل مناط التكليف،

Syarat sah shalat*

1) Mengetahui waktu shalat

2) Suci dari hadats besar maupun kecil

3) Suci dari kotoran di tempat tersebut

4) Menutup aurat

5) Menghadap kiblat

6)  Niat

7) 8) Tertib dan berkesinambungan

9) Tidak berbicara ketika shalat 

10) tidak sedang mengerjakan hal lain ketika shalat 

11) Tidak minum atau maka ketika shalat

Rukun Shalat*

1. Niat 

2. Berdiri bagi yang mampu 

3. Takbiratul ihrâm, 

4. Membaca surat al-Fatihah

5. Ruku’,  

6. Thuma’ninah 

7. Bangun dari ruku’ dan I’tidal 

8. Thuma’ninah, 

9. Sujud 

10. Thuma’ninah 

11. Duduk diantara dua sujud 

12. Thuma’ninah 

13. Duduk untuk tasyahhud akhir 

14. Membaca tasyahhud akhir 

15. Membaca shalawat pada Nabi SAW saat tasyahhud akhir 

16. Salam pertama 

17. Niat keluar dari shalat 

18. Tertib; yakni mengurutkan rukun-rukun sesuai apa yang telah dituturkan”

*Thuma’ninah yang dimaksud disini adalah berhenti ketika melakukan rukun sebelumnya, jadi tidak langsung meloncati rukun.

Rukun-rukun shalat itu sendiri ada yang muttafaq (disepakati) dan ada yang ikhtilaf (diperselisihkan) tapi karena tidak sempat membahas satu per satu rukun shalat, maka belum bisa memberikan mana yang ittifaq dan mana yang ikhtilaf

*Sunnah Shalat* 

Sunnah shalat sendiri dibagi menjadi dua yaitu sunnah yang ada di dalam shalat dan sunnah yang ada di luar shalat.

Dan ulama sendiri membagi sunnah dan adab dalam shalat dua hal yang berbeda.. 

Menurut madhab maliki, Sunnah shalat ada 14 dan adab shalat ada 18

Ini saya sebutkan diantaranya saja adapun yang lain bisa teman-teman tanyakan jika perlu

1) Mengikuti gerakan setelah imam

2) Mendahulukan anggoita tubuh kanan

3)  Melihat tempat sujud

4) Ta’awudz

5) Tuma’ninah

6) Diam dengan lembut

7) Merenggangkan kedua kaki

Rujukan:

  • Al-Fiqh Al-Islamiy wa Adillatuhyang disusun oleh Prof. Wahbah az-Zuhaili (bisa baca di https://al-maktaba.org/book/33954/398
  • Rumah Fiqih.
  • mandi janabah ini lebih detailnya bisa dibaca di http://115.124.74.133/Dropbox/BOOKLET-PDF/word/pdf/129.pdf

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *