Q & A : KULWAP dengan Ust. Dwi Budi

  1. Bagaimanakah cara mencegah/menghilangkan sifat menyimpang dalam diri anak muda serta karakter apa yg seharusnya diunggulkan ? Bagaimana mengistiqomahkannya?

Perilaku menyimpang itu ada banyak ragamnya. Ada di antaranya yang dengan mudah dapat dihilangkan melalui usaha pribadi, tapi ada juga yang sangat parah sehingga membutuhkan penanganan dari ahli, semisal psikolog atau psikiater. Saya ingin menjawab pertanyaan tersebut secara umum. Apa yang mesti dilakukan untuk menekan karakter buruk dan menunbuhkan karakter mulia dalam diri?

 (a) Kita mengingat hadits Rasulullah ﷺ . Dari Abu Dzarr Jundub bin Junadah dan Abu ‘Abdirrahman Mu’adz bin Jabal radhiyallahu ‘anhuma, dari Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam, beliau bersabda, “Bertakwalah kepada Allah di mana pun engkau berada; iringilah perbuatan buruk dengan perbuatan baik, maka kebaikan akan menghapuskan keburukan itu; dan pergaulilah manusia dengan akhlak yang baik.” (HR. Tirmidzi).

‎اتَّقِاللهَحَيْثُمَاكُنْتَ،وَأَتْبِعِالسَّيِّئَةَالحَسَنَةَتَمْحُهَا،وَخَالِقِالنَّاسَبِخُلُقٍحَسَنٍ

Jadi, iringi perbuatan buruk itu dengan taubat dan berbuat baik. Begitu seseorang berbuat buruk, ia harus menyadari kekhilafannya, dan bersegera mengiringinya dengan perbuatan baik. Itu artinya, seseorang harus dibiasakan untuk selalu berperilaku baik. Lambat laun keburukan itu akan hilang. Jika gelas kita tertetesi tinta hingga menghitam airnya, cara menghilangkannya ialah mengucuri gelas itu dengan air jernih. Lambat laun, air tinta akan menghilang.

(b) milikilah teman dan lingkungan baik. Allah Ta’ala berfirman,

يَاأَيُّهَاالَّذِينَآَمَنُوااتَّقُوااللَّهَوَكُونُوامَعَالصَّادِقِينَ

“Hai orang-orang yang beriman, bertakwalah kepada Allah, dan hendaklah kamu bersama orang-orang yang benar(jujur).” (QS. At Taubah: 119).

Perhatikan ayat di atas, Allah menghubungkan keimanan dan ketakwaan dengan kebersamaan serta pertemanan dengan orang sidiq. Jika kita bergaul dengan orang yang matang serta dewasa dalam bersikap, cara pikir dan bertindak kita akan mengikutinya. Jadi, jika kita ingin menjadi pribadi yang pede, bergaullah dengan mereka yang keyakinan dirinya dibentuk oleh keimanan. Begitu seterusnya. Anda tidak pede, terus bergaul dengan orang yang minder, sulit sekali akan berubah menjadi lebih berani. Rasulullah shallallahu ‘alaihi  wa sallam bersabda, الْمَرْءُعَلَىدِينِخَلِيلِهِفَلْيَنْظُرْأَحَدُكُمْمَنْيُخَالِلُ

“Seseorang akan mencocoki kebiasaan teman karibnya. Oleh karenanya, perhatikanlah siapa yang akan menjadi teman karib kalian”. (HR. Abu Daud).

(c) senantiasalah berdoa agar selalu mendapat bimbingan Allah. Tak ada yang memberi hidayah, kecuali Allah. Karenanya jangan pernah bosan untuk berdoa.

وَعَنْعَبْدِاللهِبْنِعَمْرٍوبْنِالعَاصِرَضِيَاللهُعَنْهُمَا،قَالَ : قَالَرَسُوْلُاللهِ – صَلَّىاللهُعَلَيْهِوَسَلَّمَ – : (( اللَّهُمَّمُصَرِّفَالقُلُوْبِصَرِّفْقُلُوْبَنَاعَلَىطَاعَتِكَ )) . َروَاهُمُسْلِمٌ.

Dari ‘Abdullah bin ‘Amr bin Al-‘Ash radhiyallahu ‘anhuma, ia berkata bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “ALLOHUMMA MUSHORRIFAL QULUUB SHORRIF QULUUBANAA ‘ALA THOO’ATIK (artinya: Ya Allah, Sang Pembolak-balik hati, balikkanlah hati kami untuk taat kepada-Mu).” (H.r. Muslim).

2. Bagaimana cara mengatasi anak zaman sekarang yang lebih paham idola nya (misal: artis korea) sedangkan cerita rasul dan para sahabatnya tidak semua didapat di sekolahan seperti ustad dwi mengatakan bahwa didalam sekolah hanya mempelajari tahun berapa rasul lahir dan sebgainya sehingga ajaran di sekolah tidak mendalam.

Bagi kita yang merasa resah dengan kondisi anak-anak muda kita yang lebih banyak mengidolakan tokoh-tokoh tertentu yang tidak sesuai dengan Islam, yang harus kita lakukan adalah dakwah. Itulah satu-satunya yang bisa kita lakukan. Bagaimana kita mendekatkan anak-anak muda dengan Islam lalu mempopulerkan Rasulullah SAW. dan para sahabat di dalam kehidupan mereka.

Pintu masuknya dari hobi, kecenderungan, dan kesukaan mereka. Bagi mereka yang mencintai olahraga, maka pintu masuknya melalui olahraga. Jika ada yang menyukai seni, maka pintu masuknya melalui seni, dan begitu seterusnya. Jadi, yang harus kita lakukan adalah “menggelorakan dakwah di kalangan anak-anak muda sesuai dengan kondisi dan minat kecenderungan mereka. Begitu mereka sudah mendekat dengan komunitas kebaikan, yang kita lakukan berikutnya adalah memperkenalkan nilai-nilai keislaman kepada mereka termasuk di dalamnya mempopulerkan kehidupan Rasulullah SAW. dan para sahabat. Sehingga lambat laun mereka mengenal Rasulullah dan kehidupan para sahabat. Mengganti idola-idola mereka sebelumnya dengan profil Rasulullah SAW.

Dakwah ini harus senantiasa digelorakan terus menerus. Maka beruntunglah bagi diantara kita yang sudah memiliki kecenderungan dan kegelisahan untuk berdakwah.

3. Kehadiran para rassul salah satunya berperan sebagai teladan dalam melaksanakan risalah,sehingga kita memiliki model yang bisa dijadikan sebagai teladan,yang saya tanyakan bagaimana risalah itu bisa diamalkan dalam kehidupan pendidikan,dan berikan contohnya ?

Ada banyak sekali, nyaris hampir setiap apa yang dilakukan oleh Rasulullah Salallahu’alaihi Wassalam kepada para sahabat adalah pendidikan (Tarbiyah). Lahinya generasi Khairu ummati qorni (sebaik-baiknya umatku adalah masaku ini), menunjukkan bahwa generasi para sahabat hasil didikan Rasulullah Salallahu’alaihi Wassalam adalah generasi terbaik sehingga proses pendidikannya merupakan proses yang terbaik dengan didamping oleh seorang guru yang terbaik yaitu Rasulullah Salallahu’alaihi Wassalam. Bagaimana prinsip-prinsip pendidikannya? Tentu terdapat banya kitab-kitab dan buku-buku yang telah mengupas tentang perkara ini, tapi akan satu yang dibahas sebagai contoh pada kesempatan kali ini nanti di pertemuan-pertemuan berikutnya kita bisa membahas lebih detail tentang bagaimana pendidikan yang diselenggarakan oleh Rasulullah Salallahu’alaihi Wassalam sehingga terbentuk satu generasi yang sangat luar biasa yaitu generasi para sahabat yang disebut oleh Rasulullah Salallahu’alaihi Wassalam sebagai Khairu ummati qorni. Pendidikan yang dilaksanakan oleh Rasulullah Salallahu’alaihi Wassalam salah satu di anataranya berpusat pada peserta didik. Apa yang bisa kita temukan di sana? Rasulullah Salallahu’alaihi Wassalam memperlakukan para sahabat sesuai dengan keunikan mereka masing-masing, sesuai dengan kondisi mereka masing-masing. Para sahabat tidak diperlakukan sama antara satu orang dengan orang yang lain, tetapi masing-masing orang ditumbuhkan sesuai dengan kapasitas, kemampuan, kecenderungan, dan sesuai dengan potensi-potensinya dan itu yang menarik, sehingga lahirnya satu masyarakat yang memiliki keanekaragaman potensi dan kemampuan. Abu Bakar As-shidiq, dia ditumbuhkan sisi leadership atau kemimpinan tetapi sekaligus dia memiliki potensi bidang sosiologi dan antropologi. Dia menguasai nasab-nasab orang-orang Quraisy, dia memiliki kemampuan berdagang. Khalid bin Walid memiliki kemampuan di bidang strategi perang maka di bidang itulah dia ditumbuhkan. Amr bin Ash memiliki kemapuan di bidang diplomasi maka di bidang itulah kepemimpinanya dipupuk dan ditumbuhkan, sehingga masing-masing sahabat memiliki legenda kepemimpinannya masing-masing dengan seluruh kapasitas yang dimiliki. Mereka menjadi bintang-bintang di jamannya sesuai dengan potensi dan kapasitas. Hal teresebut merupakan salah satu sisi bagaimana para sahabat ditumbuhkan sesuai dengan kapasitas yang dimiliki. Di sisi lain kita bisa menemukan bagaimana kedekatan antara seorang guru dan murid yang dicontohkan oleh Rasulullah Salallahu’alaihi Wassalam, bagaimana kedekatan antara Rasulullah Salallahu’alaihi Wassalam dengan para sahabat. Bukankah itu adalah nilai-nilai pendidikan yang sangat luar biasa? Ketika beliau menyampaikan man laa yarham yurham (siapa yang tidak mencintai maka ridak dikasihi), itu merupakan bagian dari prinsip pendidikan. Membangun kadar hubungan yang dekat antara seorang guru dengan muridnya dan kita mengetahui bagaimana Rasulullah menjalin hubungan yang dekat dengan para sahabat.

Nah itu beberapa contoh tentang bagaimana risalah ini sangat penuh dengan nilai-nilai pendidikan dan karena ini adalah prototype keberhasilan pendidikan, kenapa kita masih ragu untuk menjadikan Rasulullah sebagai teladan di dalam pendidikan kita.

4. Di masa wabah covid19 seperti ini banyak masjid dan mushola yang ditutup karena tidak diperbolehkan berjamaah. Tetapi masih banyak aktivitas yang lebih membahayakan dalam penyebaran virus ini salah satunya seperti melakukan ronda karena banyak sekali kejahatan yang terjadi. Ingin mengingatkan, tetapi sungkan. Bagaimana saya harus menyikapinya nggeh pak?

Dulu ada persoalan, ketika Rasulullah SAW. harus menyelesaikan konflik: siapa diantara kabilah Quraisy yang akan meletakkan hajar aswad. Semua berebut sehingga nyaris terjadi konflik. Dan anak muda bernama Muhammad, tampil menyelesaikan persoalan.

Tetapi mengapa Nabi SAW. yang saat itu masih muda bisa diterima oleh semua kalangan? Satu diantaranya, karena dia memiliki “integritas”. Dia terlibat di masyarakat dan dia dipercaya oleh masyarakat. Hingga ketika yang tampil untuk menjadi pemberi solusi adalah Muhammad, maka semuanya langsung bisa menerima. Jadi yang dilakukan pertama kali adalah, membangun integritas ditengah masyarakat. Tapi itu kerjaan jangka panjang. Dalam waktu dekat-dekat ini apa yang harus kita lakukan? Kalau kita tidak atau belum memiliki integritas, belum dipercaya dipilih masyarakat, yang harus kita lakukan adalah menjalin komunikasi dengan orang-orang yang berperan sebagai pengambil keputusan ditengah masyarakat. Siapa mereka? Mungkin Pak RT, tokoh masyarakat, atau yang lainnya. Bukan dalam konteks melarang rondanya, tetapi memikirkan bersama, bagaimana protokol kesehatan ketika warga masyarakat itu ronda bersama-sama.

Jadi, ronda tetap bisa dilaksanakan dan dilangsungkan. Tetapi tidak mengindahkan protokol kesehatan. Itu kiranya ide yang perlu untuk dijalin dan dikomunikasikan dengan para stakeholder ditengah masyarakat. Dan menurut saya itu adalah kerjaan yang bisa dilakukan sekaligus langkah latihan untuk menumbuhkan kepemimpinan dalam diri kita

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *