Hasil UAS Tutorial PAI 2020 Semester Genap : Cara Remaja Muslim dalam Membantu Negara Memutus Mata Rantai Penyebaran Covid-19 oleh Tri Wulan Mardikawati

oleh Tri Wulan Mardikawati

NIM 19601244051

Jurusan : Pendidikan Jasmani, Kesehatan, dan Rekreasi

Corona virus adalah penyakit saluran pernafasan yang merupakan satu keluarga dengan virus penyebab SARS dan MERS. Gejala awalnya adalah demam, batuk keringgangguan pernafasan, sakit tenggorokan, letih lesugejala ini pada awalnya hanya seperti orang masuk angin pada umumnya. Namun gejala yang signifikan biasanya terlihat pada hari ke 9-14. Penyebaran virus ii tergolong cepat penyebarannya adalah dengan cairan yang keluar dari tubuh seseorang yang telah tertular oleh virus ini dan biasanya menempel pada tangan atau benda di sekitar kita. Tanpa sadar kita memegang bagian bagian mata, mulut, telinga dan masuk lewat perantara itu.

QS Ibrahim ayat 7

  • وَإِذْ تَأَذَّنَ رَبُّكُمْ لَئِن شَكَرْتُمْ لَأَزِيدَنَّكُمْ ۖ وَلَئِن كَفَرْتُمْ إِنَّ عَذَابِى لَشَدِيدٌ

Artinya : Dan (ingatlah juga), tatkala Tuhanmu memaklumkan; “Sesungguhnya jika kamu bersyukur, pasti Kami akan menambah (nikmat) kepadamu, dan jika kamu mengingkari (nikmat-Ku), maka sesungguhnya azab-Ku sangat pedih”.

Dengan adanya pandemi seperti ini, kita tidak boleh sedih ataupun patah semangat, karena segala sesuatu yang terjadi didunia ini atas kehendak Allah SWT jadi kita sebagai hamba seharusnya dalam situasi dan kondisi apapun itu terus berusaha untuk lebih dekat lagi terhadap Allah SWT, karena segala sesuatu yang ditakdirkan Allah untuk kita itu sebuah rezeki, rezeki tidak semata-mata hanya segi bahagia saja, rezeki bisa juga berupa bencana, salah satunya covid-19 ini. Jadi kita sebagai makhluk Allah harus pandai mengambil hikmah di setiap kejadian yang terjadi didunia ini.

Justru ditengah pandemi seperti ini kita sebagai umat muslim harus lebih mendekatkan diri kepada Allah SWT karena semua terjadi atas kehendak Allah SWT, seharusnya kita lebih mendekatkan diri kepada-Nya, lebih bertaqwa kepada-Nya, lebih giat beribadah untuk mencari hidayah dan ridho-Nya, dll. Karena sesungguhnya Allah tidak akan memberi cobaan kepada umatnya hingga melampaui batasnya.

Allah berfirman dalam surat Al Baqarah ayat 286 :

لَا يُكَلِّفُ اللَّهُ نَفْسًا إِلَّا وُسْعَهَا ۚ لَهَا مَا كَسَبَتْ وَعَلَيْهَا مَا اكْتَسَبَتْ ۗ رَبَّنَا لَا تُؤَاخِذْنَا إِنْ نَسِينَا أَوْ أَخْطَأْنَا ۚ رَبَّنَا وَلَا تَحْمِلْ عَلَيْنَا إِصْرًا كَمَا حَمَلْتَهُ عَلَى الَّذِينَ مِنْ قَبْلِنَا ۚ رَبَّنَا وَلَا تُحَمِّلْنَا مَا لَا طَاقَةَ لَنَا بِهِ ۖ وَاعْفُ عَنَّا وَاغْفِرْ لَنَا وَارْحَمْنَا ۚ أَنْتَ مَوْلَانَا فَانْصُرْنَا عَلَى الْقَوْمِ الْكَافِرِينَ

Artinya: Allah tidak membebani seseorang melainkan sesuai dengan kesanggupannya. Ia mendapat pahala (dari kebajikan) yang diusahakannya dan ia mendapat siksa (dari kejahatan) yang dikerjakannya. (Mereka berdoa): “Ya Tuhan kami, janganlah Engkau hukum kami jika kami lupa atau kami tersalah. Ya Tuhan kami, janganlah Engkau bebankan kepada kami beban yang berat sebagaimana Engkau bebankan kepada orang-orang sebelum kami. Ya Tuhan kami, janganlah Engkau pikulkan kepada kami apa yang tak sanggup kami memikulnya. Beri ma’aflah kami; ampunilah kami; dan rahmatilah kami. Engkaulah Penolong kami, maka tolonglah kami terhadap kaum yang kafir.”

Jika kita menghadapi sebuah wabah dan mengharuskan kita tetap ditempat yaitu kita harus mendengarkan arahan dari pemimpin, jika pemimpin menganjurkan agar kita tetap ditempat tinggal kita masing-masing, tidak boleh melakukan perpindahan antara 1 kota ke kota lain,mengharuskan untuk mencegah wabah yang sedang terjadi misal dengan berjaga jarak atau yang lainnya, jika peraturan sudah ditetapkan seperti itu kita sebagai rakyatharus dilakukan dandicamkan agar kita dapat membantu mencegah penyebaran wabah itu.

Peran yang dapat kita ambil sebagai pemuda muslim adalah :

  • Pertama, tetap menjalankan ibadah, walau di rumah masing-masing.
  • Mensosialisasikan bahwa ibadah di rumah dapat mengurangi/mencegah penularan covid-19.
  • Pemuda juga dapat membantu dengan mengumpulkan sedekah dan di bagikan bagi masyarakat yang kurang mampu dan yang lebih membutuhkan.

Sebagai pemuda generasi bangsa tentunya kita harus melakukan sesuatu hal positif walaupun sedang ditengah pandemi seperti ini, dengan bertepatan bulan ramadhan ini yang dapat dilakukan oleh kita adalah seperti halnya tadarus online, ikut sertaberamal online, belajar, quality time bersama keluarga, membantu orang tua, tadarus bersama keluarga, beribadah dirumah bersama keluarga, dan lain sebagainya.

Pendakwah Ustaz Abdul Somad menyatakan patuh terhadap fatwa Majelis Ulama Indonesia (MUI) terkait larangan beribadah secara berjamaah di masjid selama pandemi virus corona (Covid-19)berlangsung.

Somad mengutip Alquran Surat An-Nisa ayat 59 tentang kewajiban taat kepada Allah SWT, Rasul SAW, ulama, dan pemimpin. Menurutnya, MUI adalah pihak yang harus ditaati umat Islam Indonesia.

“Saya percaya kepada MUI dan khusus Mesir, karena saya alumni Al-Azhar, saya sebagai orang awam tidak berilmu ikut guru-guru kami di Azhar yang pada 15 Maret 2020 tentang gugurnya Salat Jumat dan Fardu,” kata Somad

Ditengah pandemi seperti ini kita sebagai umat muslim dilarang untuk berkegiatan didalam masjid karena virus ini bisa menular jika berkontak langsung dengan penderita, tidak bisa dipungkiri jika kita sebagai orang awam bisa mengetahui bahwa orang mana yang sedang terkena virus covid-19 ini, jadi maksud dari ditiadakan kegiatan dimasjid ini gunanya untuk memutus rantai penyebaran covid -19 ini.

Wabah penyakit sudah pernah terjadi di zaman Rasulullah yaitu penyakit kusta atau lepra yang dapat menular dengan cepat dan juga menyebabkan kematian. Dalam menghadapi wabah ini, Nabi mengajarkan kepada sahabat untuk tidak memasuki wilayah yang tengah terjangkit, dan sebaliknya jika berada di dalam tempat yang terkena wabah dilarang untuk keluar. Seperti dalam hadis yang diriwayatkan Abdurrahman bin Auf.

إِذَا سَمِعْتُمْ بِالطَّاعُونِ بِأَرْضٍ فَلاَ تَدْخُلُوهَا، وَإِذَا وَقَعَ بِأَرْضٍ وَأَنْتُمْ بِهَا فَلاَ تَخْرُجُوا مِنْهَا

“Apabila kamu mendengar wabah berjangkit di suatu negeri, maka janganlah kamu datangi negeri itu. Dan apabila wabah itu berjangkit di negeri tempat kamu berada, janganlah kamu keluar dari negeri itu karena hendak melarikan diri darinya” (HR. Muslim)

Rasulullah juga memerintahkan untuk tidak dekat-dekat atau melihat orang yang mengalami kusta atau lepra.

‏ لاَ تُدِيمُوا النَّظَرَ إِلَى الْمَجْذُومِينَ

Artinya: “Jangan kamu terus-menerus melihat orang yang mengidap penyakit kusta.” (HR Bukhari)

Kematian karena wabah adalah surga bagi tiap muslim (yang meninggal karenanya).

Wabah lain juga pernah terjadi di zaman Rasulullah, yakni ketika Nabi melakukan hijrah dari Mekkah ke Madinah. Diceritakan saat itu di Madinah dalam keadaan buruk dengan air keruh dan penuh wabah penyakit. Nabi pun meminta para sahabat agar menghadapi wabah itu dengan sabar dengan tetap berharap pertolongan dari Allah SWT.

Seperti diceritakan Aisyah, mereka yang bersabar dijanjikan syahid. “Kematian karena wabah adalah surga bagi tiap muslim (yang meninggal karenanya)”. (HR Bukhori)

Jika umat muslim menghadapi hal ini, dalam sebuah hadis disebutkan janji surga dan pahala yang besar bagi siapa saja yang bersabar ketika menghadapi wabah penyakit.

‏ الطَّاعُونُ شَهَادَةٌ لِكُلِّ مُسْلِمٍ

Artinya: “Kematian karena wabah adalah surga bagi tiap muslim (yang meninggal karenanya). (HR Bukhari)

Mengutip dari situs resmi www.kemenag.go.id Kementerian Agama telah menerbitkan tata cara umum mengurus jenazah pasien virus SARS COV-2, mulai dari cara memandikan hingga menguburkannya. Hal ini dilakukan demi mencegah penyebaran virus, terhadap siapapun yang nantinya mengurus, memandikan, hingga menguburkan jenazah pasien. Tata cara itu mengikuti aturan umum yang berlaku berdasarkan agama yang dianut dari jenazah pasien Covid-19.

Prosesi penguburan jenazah:

  • Jenazah harus dikubur dengan kedalaman 1,5 meter, lalu ditutup dengan tanah setinggi satu meter. Penguburan beberapa jenazah di dalam satu liang kubur dibolehkan karena kondisi darurat. Bagi jenazah beragama Islam penguburannya dilakukan bersama dengan petinya. Pemakaman jenazah dapat dilakukan di tempat pemakaman umum (TPU).
  • Tanah kuburan dari jenazah pasien virus corona harus diurus dengan hati-hati. Jika ada jenazah lain yang ingin dikuburkan, sebaiknya dimakamkan di area terpisah. Setelah semua prosedur jenazah dilaksanakan dengan baik, maka pihak keluarga dapat turut dalam penguburan jenazah.

Jika jenazah beragama Islam, dilakukan prosesi salat jenazah dengan ketentuan berikut ini:

  • Untuk pelaksanaan salat jenazah, dilakukan di rumah sakit rujukan. Jika tidak, salat jenazah bisa dilakukan di masjid yang sudah dilakukan proses pemeriksaan sanitasi secara menyeluruh dan melakukan disinfektasi setelah salat jenazah.Salat jenazah dilakukan sesegera mungkin dengan mempertimbangkan waktu yang telah ditentukan yaitu tidak lebih dari empat jam.Salat jenazah dapat dilaksanakan sekalipun oleh satu orang.Selain itu, jika petugas terkena darah atau cairan tubuh jenazah, lakukanlah langkah-langkah berikut ini.Segera bersihkan luka dengan air mengalir yang bersih. Jika luka tusuk tergolong kecil, biarkanlah darah keluar dengan sendirinya. Semua insiden yang terjadi saat proses memandikan jenazah harus dilaporkan pada pengawas

Petugas kesehatan akan melakukan langkah-langkah di bawah ini:

  • Menggunakan pakaian pelindung, sarung tangan, hingga masker. Semua komponen pakaian pelindung harus disimpan terpisah dari pakaian biasa.
  • Tidak makan, minum, merokok, ataupun menyentuh wajah selama berada di ruang penyimpanan jenazah, autopsi, dan area untuk melihat jenazah.
  • Selama memandikan jenazah, tidak berkontak langsung dengan darah atau cairan tubuh jenazah.
  • Jenazah kemudian ditutup dengan kain kafan/bahan dari plastik (tidak dapat tembus air). Jenazah yang sudah dikafani dan dibungkus plastik kemudian disemprot cairan klorin sebagai disinfektan. Dapat juga jenazah ditutup dengan bahan kayu atau bahan lain yang tidak mudah tercemar dan sebelumnya sudah disinfeksi. Jenazah beragama Islam posisinya di dalam peti dimiringkan ke kanan. Dengan demikian ketika dikuburkan jenazah menghadap ke arah kiblat.
  • Jenazah yang sudah dibungkus tidak boleh dibuka lagi, kecuali dalam keadaan mendesak seperti untuk kepentingan autopsi dan hanya dapat dilakukan oleh petugas.
  • Jenazah disemayamkan tidak lebih dari empat jam.
  • Petugas selalu cuci tangan dengan sabun atau sanitizer berbahan alkohol. Luka di tubuh petugas (jika ada), harus ditutup dengan plester atau perban tahan air.Sebisa mungkin menghindari risiko terluka akibat benda tajam.
  • Semua petugas kesehatan yang telah mengurus proses pemulasaran hingga jenazah masuk peti dan pihak keluarga yang menyaksikan prosesi tersebut diwajibkan menjalani proses sterilisasi dengan disemprotkan cairan disinfektan ke bagian pakaian yang dikenakan serta selalu mencuci tangan.

Cara mencegah covid 19 ada banyak hal yang dapat di lakukan, yaitu :

  • Physical distancing dan sosial distancing

Phisical distancing adalah menjaga jarak fisik antar individu, menjauhi perkumpulan yang melibatkan banyak orang, dengan memanfaatkan teknologi yang terlah berkembang pesat. Hal ini bertujuan untuk menghambat, atau memperlambat penyebaran virus dengan mengurangi kontak langsung dengan orang yang terinfeksi dan tidak terinfeksi.

  • Berdiam diri di rumah

Melakukan segala aktivitas di rumah masing masing untuk mengurangi atau mencegah adanya penyebaran covid 19. Tidak bepergian ke wilayah di mana kasus tersebut di temukan, begitu juga dengan orang yang berada dalam wilayah di mana kasus itu di temukan. Karena penyebaran virus ini lebih rentan mengenai pada orang tua yang berusia lebih dari 30 tahun, dan anak-anak yang usianya yang kurang dari 10 tahun. Untuk para anak muda yang masih aktif dan produktif memang tidak mengalami gejala yang serius dalam hal ini namun tidak menutup kemungkinan mereka menulari pada orang tua dan anak anak. Oleh karena itu kita di anjurkan untuk berdiam diri dirumah atau karantina diri sendiri. Maka kita dapat melindungi diri kita sendiri maupun orang lain yang kita sayangi, orang terdekat kita, orang tua kita dan keluarga kita.

  • Isolasi diri sendiri di rumah

Berbeda dengan berdiam diri, namun ini isolasi diri sendiri, setelah bepergian pada wilayah ber-zona merah, mengunjungi orang yang terkena covid 19, atau datang dari wilayah ber-zona merah ke wilayah ber-zona hijau yang masih aman, atau belum terdapat kasus covid 19. Hal ini bertujuan untuk mengurangi di suatu wilayah tersebut terjadi penyebaran atau penularan di suatu daerah atau wilayah tersebut. Sedangkan biasanya orang yang setelah bepergian ke suatu wilayah ber-zona merah atau datang dari wilayah ber-zona merah datang ke wilayah zona hijau, maka akan di masukkan data pada ODP (orang dalam pemantauan) dan orang yang datang dari wilayah wilayah tertentu kemudian sakit (dalam gejala covid 19, seperti demam, sakit tenggorokan, dan sesak nafas) maka akan dimasukkan dalam data PDP (pasien dalam pemantauan).

  • Menjaga imun tubuh

Banyak cara dalam menjaga imun tubuh, tidak hanya berdiam diri namun juga di buuhkan peningkatan imun tubuh kita, supaya tetap terjaga,terhindarkan dari virus covid 19. Karena virus ini menyerang imunitas kita, jadi peningkatan imun tubuh sangat bermanfaat dalam menjaga tubuh kita sendiri dari seranganvirus tersebut. Banyak cara yang dapat di lakukan dalam meningkatkan imun, contohnya adalah dengan berjemur pada min 15 menit di pagi dan sore hari, menjaga kebersihan makanan, gizi makanan yang kita konsumsi setiap harinya, meminum vitamin untuk menambah kekebalan dan daya tubuh kita. Meminum ramuan atau jamu rebusan sendiri seperti jahe, sereh, temulawak, kunyit, dll.

  • Rajin mencuci tangan

Covid 19 akan mati dengan sabun atau detergent, maka sebelum kita makan, minum atau memegang segala seuatu kita harus cuci tangan terlebih dahulu. Karena dengan mencuci tangan dapat mengurangi penyebaran virus, hindari berjabat tangan untuk saat saat ini. Tidak memegang barang barang di tempat umum seperti pegangan eskalator, tombol lift, gagang pintu, dan segala barang yang sering di pegang oleh orang banyak. Jika tidak di temukan sabun dan air maka cukup menggunakan hand sanitizer, bisa juga menggunakan tisu basah dengan antiseptik, yang mengandung alkohol, membawa alat makan dan minuman sendiri, tidak berganti gantian alat makan di tempat umum.

  • Menggunakan masker

Menggunakan masker saat bepergian dapat mengurangi 72% penyebaran virus covid 19, karena kita tidak tau orang yang kita temui membawa virus tersebut atau tidak. Jadi kita perlu memakai masker. Bagi kita yang sehat hanya perlu menggunakan masker kain dan sedangkan yang sakit dan para medis harus menggunakan masker medis, selain dari pada masker medis saat ini sangat mahal dan langka maka kita hanya perlu menggunakan masker kain, yang di usahakan berlapis 2 sampai 3 lembar saja sudah cukup, karena secara tidak sadar atau secara tidak langsung saat kita batuk atau bersin maka cairan yang di keluarkan dari seseorang itu tidak menyebar ke udara, istilahnya adalah virus itu tidak melompat ke satu orang ke orang yang lain, dan sedangkan bagi orang yang sehat seperti kita tetap terjaga dari orang orang yang terpapar virus dan tidak menggunakan masker.

  • Tidak menerima tamu

Jika pemerintah tidak mengijinkan lockdown, maka dari diri kita pribadi lepas pribadi harus bisa mengontrol diri kita sendiri, salah satunya adalah tidak menerima tamu di rumah, untuk sementara waktu, karena kita tidak tau apa yang di bawa orang itu datang ke rumah kita. Tamu yang datang ke rumah pasti melewati perjalanan dan kita tau mereka bisa saja membawa virus itu waktu di perjalanan. Maka untuk sementara waktu jangan menerima tamu terlebih dahulu untuk melindungi diri sendiri. Jika ada saudara di luar kota yang merantau sebaiknya jangan pulang dahulu, karena dapat menyebabkan keluarga yang di datangi mengalami ODP meskipun belum ada gejala, namun tetap dalam pengwasan dinas kesehatan dan pihak yang berwajib.

  • Menganti pakaian setelah bepergian

Menganti pakaian setelah bepergian adalah salah satu ara dari berbagai cara mencegah adanya virus masuk ke dalam tubuh kita. Virus covid 19 adalah virus yang membutuhkan inang, yang hanya bisa hidup dengan inang, jika tidak ada inang virus tersebut akan langsung mati. Sedangkan virus jenis ini dapat penempel pada pakaian yang kita pakai,namun jangan panik, sebab virus ini dapat mati hanya dengan detergent atau sabun. Jadi pakaian di cuci dan di jemur di bawah sinar matahari saja sudah cukup. Untuk menjaga tubuh kita dan orang-orang di sekitar kita adalah, dengan cara itu, walau para peneliti belum dapat memastikan virus yang menempel pada pakaian itu dapat menularkan pada diri sendiri dan orang di sekitar kita maka lebih baik mengganti pakaian.

  • Perbanyak minum air putih hangat

Virus sebelum masuk dalam paru-paru akan bersarang pada tenggorokan yang dapat menyebabkan rasa seperti gatal di tenggorokan, batuk kering dan radang. Dan memperbanyak minum air putih dapat melarutkan virus yang bersarang pada tenggorokan, yang akan membawa virus tersebut ke dalam lambung, kemudian enzim pada lambunglah yang akan mematikan virus virus tersebut. Jika terkena radang atau gatal tenggorokan jangan panik, rajin rajinlah berkumur dengan air hangat dan garm, akan mempercepat penyembuhan. Fungsi garam di sini alah sebagai pelarut virus virus tersebut, sehingga jika sebenarnya ada virus yang bersarang, akan terlarutkan dengan adanya berkumur dengan air putih hangat dengan garam. Pada dasarnya virus ini tidak dapat menyebabkan dampak yang serius pada orang yang usianya masih belia, karena pada usia ini mereka sedang aktif aktifnya beraktivitas sehingga membunuh virus itu sendiri. Pada penderita virus ini yang usianya masih muda, akan sembuh dan pulih sendiri tanpa perawatan medis setelah 14 hari, dengan cara menjaga pola makan, melakukan isolasi diri sendiri, olahraga ringan, berjemur, dan mengonsumsi vitamin C.

  • Menjaga emosi

Di sini artinya adalah jangan panik, namun tetap berjaga dan berhati hati , untuk apa? Sudah di jelaskan di awal bahwa menjaga imun tubuh sangat penting. Di sini salah satunya adalah menjaga emosi, karena emosi dapat mempengaruhi imun yang ada di tubuh kita, baik itu sedih, kecewa, marah dan panik. Hindari emosi emosi tersebut, karena dapat memudahkan virus masuk dalam tubuh kita. Jika mengalami gejala yang menyerupai covid ini langsung lapor pada dinas kesehatan, jangan takut dan jangan tidak mau melapor karena ini berbahaya, selama dalam masa pengawasan juga di haruskan untuk tetap berada di rumah, mengisolasi diri bahkan dengan keluarganya, sampai benar benar sembuh dari gejala-gejala yang di alami tersebut.

DAFTAR PUSTAKA

https://indonesia.go.id/layanan/kependudukan/ekonomi/tata-cara-pengurusan-dan-penguburan-jenazah-pasien-covid-19

https://www.google.com/amp/s/www.tagar.id/pandemi-corona-dan-kisah-wabah-penyakit-zaman-nabi/amp/

https://www.islamkafah.com/allah-tidak-akan-menguji-hambanya-kecuali-sesuai-dengan-kemampuannya/

https://tafsirweb.com/38487-ayat-tentang-bersyukur.html

https://m.cnnindonesia.com/nasional/20200328111553-20-487772/wabah-corona-pemuka-agama-minta-umat-ibadah-di-rumah

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *