Tutorial Bercerita #2 : KBMT KU ONLINE LOO !

Hey ! Assalamu’alaikum !

Ini cerita dari kami kelompok Tutorial PAI BAQ FIK.

Anggota kami berjumlah enam dengan tutor kakak Infa Shalilah.

Kami mau cerita nih mengenai Tutorial BAQ yang pada akhirnya di onlinekan seperti kuliah yang lain 😀  Coba kalian bayangkan, kita praktik ngaji tapi online hehehe

Pertemuan kali ini kita belajar mengucapkan ta’awudz dan basmallah. Sistemnya pakai vn. Pertama-tama kami semua diminta mengirimkan vn kami. Kemudian kakak Infa Shalihah mengoreksi bacaan kami dan memberikan contoh yang benar. Lalu kami diminta mengulangi lagi bacaan kami.

Q : Gimana si rasanya KBMT BAQ online perdana??

A  :

”  seneng kak, tapi sayangnya nggak bisa tatap muka…  :’ ( ”

” dan bisa disambi kak, ngerjain perkerjaan rumah wak wak wak ”

 

Tutorial Bercerita #1 : Apa Itu KBMT???

Tutorial Bercerita #1

APA ITU KBMT???

KBMT Berceritaaaa…..

Apa itu KBMT? Hayoo apa teman-teman….

Jadi KBMT adalah Kelompok Belajar Mengajar Tutorial yang bergerak khusus dalam bidang Pendidikan Agama Islam. Tahu ngga sih temen-temen kenapa kok ada KBMT di kampus kita? Soalnya masyarakat UNY resah gara-gara Kampus kita belom memfasilitasi mahasiswa UNY untuk belajar Al Qur`an dan agama Islam. “Lha kan udah ada mata kuliah Pendidikan Agama Islam kak? Terus kenapa harus ada KBMT PAI?” “Nah kalo temen-temen ikut mata kuliah PAI kan kalian diajar sama dosen jadi kalo mau tanya kadang malu kan kalian? Nah, di KBMT ini kalian dipandu oleh kakak tingkat yang masih mahasiswa dan masih se-fakultas, jadi kalo mau tanya apa-apa jadi enak kan? Ngga sungkan lagi, iyaa kaan?”

Temen-temen tahu ngga KBMT itu isinya ngapain aja? Jadi di KBMT tuh ada pengurusnya, terus pengurusnya itu buat kurikulum untuk KBMT baik yang reguler maupun yang BAQ ( Baca Tulis Al Qur`an). Nanti kita ngga hanya belajar materi yang di kurikulum, tapi juga belajar tema-tema yang menarik ngga cuma tema agama tok, tapi juga belajar tema-tema umum dan diskusi soal apapun misal kuliah, jurusan, tempat makan yang oke, bahkan mungkin sampe diskusi jodoh hahahaha.

Selama kegiatan KBMT kaliantempatnya ngga cuma di kampus dan sekitarnya kok, bosen lah yak kalo kumpul di kampus terus. Temen- temen juga bisa ngumpul di luar kampus misalnya tempat makan, café, museum atau tempat-tempat yang hits di Jogja kayak Bukit Bintang (jauh amat kak sampe ke Bukit Bintang). Nah, bagi temen-temen yang masih ngumpulnya di kampus, Masjid Mujahidin, atau daerah sekitar kampus, ayok ajak mas/mba tutornya buat ngumpul di luar kampus. Biar engga bosen hehehe.

Oh, ya ada yang kelupaan. Kegiatan KBMT ini sifatnya wajib yaakk soalnya nilai akhir dari KBMT ini akan dimasukkan ke dalam nilai mata kuliah PAI. Jadi selama pelaksanaan KBMT ini teman-teman wajib datang yaaak dengan minimal kehadiran 75% dari total pertemuan yang diadakan. Kalo mgga pernah datang yaa nanti nilainya ngga keluar hehehe. Nah kalo ada temen-temennya sekelompok yang belom pernah datang diajak yaak.

Terakhir, harapannya selama kegiatan KBMT ini teman-teman dapat menambah pengetahuan terkait dengan agama Islam sekaligus memperbaiki bacaan Al Qur`an-nya. Insya Allah KBMT ini bermanfaat kok buat temen-temen buat kedepannya. Jadi ayoook datang KBMT.

Madrasah Tutor #2 : Itu Cowok Kok Keren Banget Si?

Tema               : Itu Cowok Kok Keren Banget Si?

Pembicara      : Ust. Nuryasin, S.Pd

Kita memiliki kecenderungan terhadap sesuatu. Misal ketika kita melihat suatu video kita akan like atau dislike, respon yang kita berikan akan berpengaruh. Kecenderungan akan membuat kita melakukan sesuatu. Misal, kalau kita melihat apel fuji rasanya ingin memakan dibandingkan dengan apel lokal. Termasuk kita terhadap manusia lain, melalui pandangan terhadap orang lain. Kita akan melihat sudut pandang keren itu bukan melihat pada sudut pandang orang lain, karena itu bab selera. Sejauh ini manusia memiliki selera yang berbeda-beda, sehingga tidak dapat dipaksakan orang melihat kita sebagai orang yang keren. Keren itu relatif. Sedang kebenaran itu tidak relatif tetapi sesuatu yang absolut mutlak. Kebenaran adalah sesuatu yang telah Allah tetapkan, kita tidak melihat kebenaran dengan sudut pandang ganda, benar ya benar salah ya salah. Kebenaran adalah sesuatu yang diniatkan dengan benar dan dilakukan dengan benar dengan tujuan yang benar, jika ada salah satu yang tidak benar dari yang dilakukan maka itu bukan suatu kebenaran.

Ketika kita melihat sesuatu, coba melihat diri kita terlebih dahulu. Ketika melihat seseorang tampak tidak baik tandanya kita masih melihat definisi keren pada orang lain. Jika melihat dari diri kita, dimulai dari kita mengenal diri kita terlebih dahulu, mengenal Allah. Kalau kita mengenal Tuhan kita maka kita mengenal diri kita. Manusia diturunkan oleh Tuhan ditugaskan untuk apa. Adanya manusia karena Tuhan telah menciptakan sebuah sistem, kemudian manusia diminta untuk mengelola bumi dan menjadi hamba Allah. Sebagai seorang hamba Allah kita berkewajiban untuk mengelola bumi dan melaksanakan tugas hamba Allah (berinteraksi dengan Al-Qur’an dan Al-Hadist). Jika ingin melihat sosok yang keren adalah pada Rasul Allah, yang telah diakui oleh Allah sebagai hamba yang sempurna.

Jangan sampai kita membandingkan orang lain dengan Rasul juga. Ketika kita sedang jauh dari Allah kita sudah melakukan apa seperti yang Rasul lakukan dahulu. Misal, bagaimana sholat malam kita, kita belum tentu masuk surga tapi masih sulit untuk menegakkan sholat, sedangkan Aisyah yang sudah dijamin surga tetap melaksanakan sholat malam hingga kakinya terluka padahal sudah dijamin surga oleh Allah, karena beliau ingin bersyukur kepada Allah.

Ideal dari sudut pandang muslim, ada 10 pribadi muslim ideal menurut KanwilKalteng :

  1. Akidah yang selamat

Ada indikatornya, misal tidak menyimpan azima, memahami rukun iman. Dari segi pemahaman, bacaan, dan tindakan. Ada juga orang yang menggunakan suatu barang yang memiliki tujuan agar aman tidak terkena apa-apa, tetapi dia tetap yakin bahwa Allah akan melindunginya, tapi buat jaga-jaga aja. Atau pergi ke suatu tempat agar ujiannya lancar, atau agar hubungan dengan pasangannya baik.

  1. Ibadah yang benar

Dari tata caranya. Ibadah ikhlas, tetapi ketika melakukannya kita tahu atau tidak dasar pilihan cara kita beribadah, akan mencapai kepuasan waktu kita mencapainya. Karena antar ulama memiliki cara yang berbeda-beda. Itu adalah hal yang wajar, tetapi kita harus tau dari ulama yang mana yang kita ikuti. Jadi ketika yang kita lakukan benar maka kita akan merasa puas. Dapat membaca buku fiqih.

  1. Akhlaq yang kokoh/sempurna

Sebagaimana tujuan Rasul diutus adalah untuk menyempurnakan akhlaq, orang akan melihat Islam dari bagaimana muslim itu bersikap. Dulu pernah ada propaganda gedung WTC yang ditambrak pesawat, dianalisis oleh Ust. Hamid bahwa adanya propaganda. Di Eropa pertumbuhan muslim berkembang pesat, dan malah diberitakan buruk. Muslim akan melihat sendiri bagaimana muslim yang ada disana, entah percaya atau tidak padahal belum tau kebenaran dari propaganda tersebut. Itu adalah upaya yang terstruktur untuk orang” meninggalkan Islam, tetapi ternyata tidak, ketika ada orang” yang merasakan langsung bagaimana bersentuhan dengan muslim denga akhlak yang baik tidak akan mempercayai proganda media tersebut, yang dimana sebagian besar mereka bisa jadi belum pernah bersentuhan langsung dengan muslim.

  1. Cerdas pemikirannya, wawasan luas

Dulu sering kali kita diidentikan dengan ulama-ulama yang besar, yang menjadi acuan bagi ilmuan-ilmuan. Ilmuan barat menjadikan karya dari ulama-ulama islam dan perbedaan-perbedaan antara ulama-ulama terdahulu, misal terkait ilmu sebab akibat, kenapa hujan bisa terjadi, dsb. Peradaban timur lebih condong pada ibnu ghozali (bahwa hujan itu takdir), sedang peradaban barat lebih condong pada ibnu rush (hujan ada proses yang terjadi). Muslim jaman dahulu pemikirannya mendunia, sedang muslim sekarang terkungkung pada persoalan” kecil.

  1. Mandiri Ekonomi

Keruntuhan peradaban Islam karena banyak tanggungan hutang. Penting bagi kita untuk kemandirian ekonomi, pola yang perlu kita lakukan adalah untuk kita berislam perlu banyak sekali biaya, misal untuk haji.

  1. Teratur waktunya

Seorang muslim haruslah pandai dalam menjaga waktu. Karena, waktu-waktu ini mendapat perhatian dari Allah subhanahu wa ta’ala. Hingga di beberapa kalam-Nya, Ia bersumpah atas waktu. Seperti wal fajr, wad dhuha, wal ashr, wal laili, dan sebagainya.

Seperti dalam Hadits Riwayat Al Hakim, Rasulullah bersabda, “Manfaatkan lima perkara sebelum datang lima perkara: mudamu sebelum tua, sehatmu sebelum sakit, kayamu sebelum miskin, luangmu sebelum sibuk, dan hidupmu sebelum mati.”

  1. Menahan hawa nafsu

Selain kuat secara fisik, seorang muslim harus mampu melawan hawa nafsu. Karena, hawa nafsu sebagian besar menuntun ke dalam keburukan. Oleh sebab itu, hawa nafsu yang dimiliki manusia harus tunduk dalam ajaran Islam.

Hingga disebutkan dalam Hadits Riwayat Al Hakim, Rasulullah bersabda, “Tidak beriman seseorang dari kamu sehingga ia menjadikan hawa nafsunya mengikuti apa yang aku bawa (ajaran Islam).”

  1. Fisik yang kuat

Kekuatan seorang muslim juga meliputi fisiknya. Seorang muslim haruslah memiliki daya tahan tubuh yang baik, agar dapat menjalankan ibadah-ibadah dengan optimal. Sholat dan puasa merupakan bentuk ibadah yang menggunakan fisik. Oleh karenanya, Allah menyukai mu’min yang kuat.

Seperti diriwayatkan dalam Hadits Muslim, Rasulullah bersabda, “Mu’min yang kuat lebih aku cintai daripada mu’min yang lemah.”

  1. Teratur dalam suatu perkara

Pribadi ini adalah pribadi seorang muslim seperti yang disebutkan dalam Al Quran maupun As Sunnah. Disini lebih menekankan pada profesionalitas suatu pekerjaan. Allah memberi perhatian khusus untuk hal ini. Oleh karenanya bersungguh-sungguh dalam mengerjakan sesuatu itu adalah pribadi yang disukai oleh Allah.

  1. Bermanfaat untuk orang lain

Seorang muslim sejatinya dapat bermanfaat bagi orang lain maupun sekitarnya. Tak peduli dimanapun ia berada. Dengan hal tersebut, ini menjadi sebuah kesiagaan seorang muslim dan usahaa seorang muslim agar dapat bermanfaat bagi orang-orang di sekelilingnya.

Pendapat ini juga diperkuat oleh Hadits Riwayat Ath Thabrani yang berbunyi, “Sebaik-baik manusia adalah yang paling bermanfaat bagi manusia.”.

Untuk menjadi muslim yang ideal ada cara”nya, definisi keren yang perlu di contoh adalah Rasulullah SAW.

Bagaimana menyampaikan ke adik”, tidak harus kita sudah selesai dengan 10 hal tersebut, yang perlu dilakukan adalah menyediakan indikator dalam bentuk excel, agar adik-adik kita punya gambaran bagaimana muslim yang ideal dimana Rasul ada sosok yang di kagumi.

TUTORIAL PAI UNY 2020 MATOR (Madrasah Tutor) #1

WHO AM I??

Syahadatain

Oleh Ust. Nuryasin, S.Pd

Syahadat merupakan  urutan pertama dari lima Rukun Islam yang wajib diamalkan oleh setiap Muslim. Syahadat terdiri dua kalimat persaksian yang disebut dengan syahadatain, yaitu: Asyhadu an-laa ilaaha illallaah (ا شهد أن لا إله إلا الله) yang artinya “Saya bersaksi tiada Tuhan Selain Allah”.  Wa asyhadu anna Muhammadan rasuulullaah (و اشهد أن محمد ر سو ل الله) yang artinya: “dan saya bersaksi bahwanya Nabi Muhammad adalah utusan Allah”.

Konsep Pemahaman Diterimanya Ibadah Ada Dalam Syahadatain

Syahadatain mengandung dua unsur kalimat syahadat, syahadat tauhid dan syahadat rasul. Syahadat tauhid yang nantinya bermuara kepada keikhlasan dan syahadat rasul yang akan bermuara kepada ittiba’ kepada Rasulullah SAW. Sebagaimana kita ketahui, Jumhur Ulama bersepakat syarat diterimanya ibadah adalah ikhlas dan ittiba’ (mengikuti) Rasulullah SAW.

Sebelum bisa memahami syahadat maka akan terasa berat untuk melakukan sholat, zakat, puasa, haji. Maka sangat berkaitan antara syahadat dengan yang lainnya.

“Saya sudah bersyahadat kok” tapi belum tentu yang sudah bersyahadat bisa langsung beribadah dengan hebat, sholat tepat waktu, dll.

Bisa jadi hal ini karena adanya konsep kehilangan pemahaman, kalau pemahaman tidak diulang-ulang maka tidak akan ter recharge/akan hilang, seperti hp yang dipakai berkali-kali maka baterai akan capek/futur. maka perlu adanya recharge, recharge iman dengan ke majelis ilmu. Juga untuk mecharge pemahaman kita.

Konsep syahadatain ada 2, yaitu ma’rifatullah dan ma’rifaturrasul. Hal ini sangat fundamental perlu untuk diketahui dan dipahami, jadi bukan hanya berikrar dengan lisan untuk menyatakan bahwa kita bersaksi tiada tuhan selain Allah dan Nabi Muhammad adalah utusan Allah, tapi juga dalam hal perilaku.

Tapi masalahnya bagaimana kita bisa menerapkan ma’rifatullah dan ma’rifaturrasul? Bagaimana kita bisa percaya walau kita belum pernah bertemu dengan Allah dan Rasulullah secara langsung?

Tapi sekarang kita balik, bagaimana kalian bisa percaya/yakin kalau orang tua kalian beneran orang tua kalian? Ya, bisa lewat akta kelahiran dan kesaksian orang-orang terdekat (orang yang berhubungan dengan keluarga atau menyaksikan secara langsung). Seperti halnya bagaimana kita bisa percaya dan yakin dengan Allah dan Rasullah SAW, yaitu dengan melalui Al-Qur’an, Hadist, dan para sahabat.

Ma’rifatullah dan Ma’rifaturrasul adalah konsep yang diturunkan Allah untuk dipahami oleh manusia dalam melakukan suatu amalan/ibadah. Untuk dapat ma’rifatullah kita perlu untuk menyakini Al-Qur’an dan Hadist. Dengan apa? dengan membaca dan menyakininya. Dengan menyakini Al-Qur’an maka kita juga akan percaya akan Rasulullah.

Kalau kita masih jauh dengan mengenal Al-Qur’an dan hadist, maka kita juga masih jauh akan Allah dan Rasul. Hal ini akan berpengaruh dengan tingkat keyakinan kita terhadap segala sesuatu yang Allah telah tetapkan.

Semisal kita kehilangan segala sesuatu dari titipan Allah apakah kita masih bisa percaya dan ridho dengan keputusan Allah? Jadi mengapa selama ini keimanan kita masih belum merasa sepenuhnya yakin dengan Allah dan Rasul? Ya, karena masih jauhnya kita dengan Al-Qur’an dan hadist .

Syahadat sangat perlu selalu diperbaharui. Apa yang perlu diperbaharui?

Yaitu syahadat secara lisan dan konsep pemahaman akan syahadatain. Syahadat secara lisan penting, tapi konsep pemahaman akan syahadatain (Ma’rifatullah dan Ma’rifaturrasul), ini lebih penting untuk terus diperbaharui, karena kalau tidak diperbaharui maka akan lama-lama rusak, susah untuk beribadah, malas untuk sholat tepat waktu, dll.

Kunci untuk mengenal Allah dan Rasul adalah dengan mengenal Al-Qur’an dan Hadist, yaitu dengan memperbanyak interaksi dengan Al-Qur’an dan Hadist.

Seperti halnya dengan ketertarikan kita akan lawan jenis. Kecenderungan akan lawan jenis itu dimulai dengan mengenal. Jika tertarik kita akan cenderung mencari tahu, dan ingin melakukan interaksi lebih untuk lebih dekat lagi, contoh menikah, harus mengetahui lebih jauh lagi, lalu ke tahap menyakini. Ketertarikan akan lawan jenis akan bertambah seiring dengan banyaknya interaksi kita dengan lawan jenis. Kita tidak akan tertarik dengan lawan jenis apabila interaksi kita hanya sedikit, seperti ga lihat status, dll.

Intinya sama dengan hubungan kita ke Allah, kalau kita ingin dekat dengan Allah maka yang kita lakukan adalah mengenal dulu, berusaha berinteraksi dengan Allah. Tapi kalau sehari aja kita jarang baca al quran bagaimana bisa kita dekat dengan Allah?

Ada sebuah kisah, dimana ada suatu masjid yang saat setiap tarawihnya dapat menghatamkan al-quran atau 30 juz. Dikisahkan Beliau yang merupakan ahli tafsir  sholat tarawih di masjid itu tanpa mengetahui bahwa disana menggunakan 30 juz atas ajakan gurunya. Saat melaksanakan sholat beliau merasakan kok lama banget ya, ternyata beliau baru tau kalau itu menggunakan 30 juz. Namun luar biasanya, ada seorang kakek yang berdiri tegak luar biasa. Padahal kalau kita capek kita akan menggerak-gerakkan anggota tubuh kita. Nah beliau heran, kok ada kakek2 sholat tegak berdiri tanpa keresahan ketika imam membaca surat panjang. Kemudian saat ada kesempatan beliau bertanya kepada kakek itu,

Beliau  : “kek, Kakek hafal al quran?”

Kakek  : “Tidak”

Beliau  : “kek, Kakek jurusan ilmu tafsir?” (ya kalau tidak hafal al-quran kan setidaknya bisa paham sedikit-sedikit tentang tafsirnya jadi bisa menghayati)

Kakek  : “Tidak”

Sementara beliau itu hafal al quran dan tafsir, kemudian ustadz ini bertanya lagi kepada kakek tersebut,

“ kek, saya jurusan tafsir dan hafal al quran tapi kok saya masih menggerak2an anggota tubuh saya sehingga saya ga nyaman untuk melaksanakan sholat ya? padahal saya mengetahui isi semua yang dibacakan imam tadi. Sementara kakek biasa2 aja padahal kakek tidak tau isi bacaan tadi?”

Kemudian si kakek menjawab,

“iya nak, karena selama ini kamu berdiri dengan menggunakan tenaga, sementara aku berdiri dengan IMAN.”

(sumber dari ustadz Hanan Attaki)

Jadi beginilah kalau orang sudah bisa berdiri dengan iman. Kita perlu membiasakan diri untuk bisa ketahap itu. Seperti halnya TNI, kenapa anggota TNI bisa push up 1000x dalam 30 menit? Karena mereka terbiasa. Maka perlu untuk terus membiasakan diri untuk berinteraksi dengan Al-Qur’an dan Hadist.

Kisah sahabat Abdurrahman bin Auf, adalah salah seorang hijrah ke Madinah dia tertinggal. Beliau sangat luar biasa kaya nya. Dalam perjalanan ke Madinah, tiba-tiba Beliau diajak oleh sekumpulan orang dan adu fisik. Di akhir pertarungan itu, beliau berkata

“Kalau yang kamu butuhkan adalah nyawaku ayo tarung. Saya ahli pedang, saya bisa membunuhmu, tapi kalau yang kalian inginkan adalah hartaku silahkan ambil semua, tapi ijinkan aku untuk berjalan terus sampai ke Madinah.”

MasyaAllah.. coba misalkan aja, untuk mau nutor kek gini “ambil aja nih tas/laptopku yang penting aku bisa nutor”

Mungkin kalau aku bareng adek2 tutor siapa tau adek tutor yang belum semangat bacaan al –quran nya jadi semangat untuk belajar lebih, yang sholatnya jarang2 jadi mau sholat terus, dll. Nah ini perlu kita sadari bahwa kita masih belum rela kehilangan harta di dunia untuk menukar apa yang kita punya di dunia untuk ditukarkan dengan harta yang di akhirat.

Jadi Ma’rifatullah dan Ma’rifaturrasul sangat penting untuk kita lakukan, tanda kita jauh dari Allah adl kita tidak gercep untuk beribadah, dan tanda jauhnya kita dengan rasulullah adalah kita sangat jauh mengetahui sifat2 para sahabat, bagaimana rasulullah melakukan segala aktivitasnya bahkan diamnya.  Karena dengan mengetahui semua ini  hidup kita akan beres. Semua sudah ada dasarnya.

Semua ini kita lakukan tidak lain tujuannya, untuk Ikhlas dan dengan syarat  I’tiba terhadap rasul (mengikuti cara-cara Rasulullah SAW).

Konsep pemahaman :
Jika kita mengenal diri maka kita akan mengenal Allah. Jika kita mengenal Allah, maka kita akan kenal diri kita sendiri seperti menjadi kita menjadi khalifah, kita adalah seorang hamba, dll.

Sektor, Training For Tutor : Be A Millennial Tutor

••• Training for Tutor w/ Ust. Dwi Budiyanto •••

1. Al Qudwah Qobla Dakwah. Lapis pertama yang harus kita miliki: keteladanan

Kira-kira Al Qudwah Qobla Dakwah membentuk perilaku kita menjadi apa?Di Mesir dulu ada Imam Hasan Al Banna, dia punya murid seorang jaksa yang masih merokok. Murid tersebut didiamkan terus bahkan tidak ada obrolan yang berkaitan dgn rokok.

Sang murid pun bertanya-tanya,
”Kenapa aku tidak ditegur ya?”

Ketika tidak dikasih jawaban. Justru murid tersebut mengambil sikap untuk tidak lagi merokok. Karena keteladanan yang beliau dapatkan dari sang guru.

Kekuatan keteladanan jauh lebih ampun dibandingkan ucapan.

 2. At Ta’lif Qobla Ta’rif

Mengikat Hati, sebelum Memberikan Penjelasan.

Bagaimana cara kita mengikat hati? Membangun kadar hubungan yang dekat, hingga tidak ada sekat 🙂

Itu artinya, menjadi tutor harus menjadi pribadi yang ramah, luwes..

Rasulullah membangun kedekatan dengan para sababat, Zahid bin Haram. Beliau orang gunung, nabi sangat dekat dengan beliau. Kalau dia datang ke kota, Nabi mengatakan, “Zahid adalah orang gunung kita, dan kita adalah orang kotanya”

Ketika bertemu di pasar, di dekapnya Zahid. Ketika melihat bahwa Nabi yang mendekapnya, Zahid rekatkan lagi dekapnya,
Kemudian nabi mengatakan,
“Siapa yang mau membeli budak ini?”

“Ya Rasul, Jangankan dijual, dikasih saja orang tidak mau”

Rasul menjawab,
“Di mata Allah, engkau sangat mahal harganya”

Zahid merasa dirinya tidak berharga. Namun ketika bersama Rasulullah, dia merasa sangat berharga.

Hadist Nabi Shallallahu ‘alaihi wa Sallam,
Orang orang yang diharamkan neraka baginya:
1. Hayyin, tidak gampang meledak. Tenang.
2. Layyin, lemah lembut.
3. Qoribin, orang yang dekat, mudah akrab
4. Sahl, orang yang suka memudahkan urusan.

Tutor itu memang yang mendekat. Bisa jadi adek-adek merasa sungkan. Maka tutornya yang harus mendekat. Kapan? Di semua keadaan. Tidak harus menunggu waktu-waktu formal tertentu.

Tutor itu mengubah semua peristiwa, kedekatannya dengan objek dakwah itu yang harus dikuatkan.

Coba nanti membaca hadist nabi, melihat situasi-situasi

Misal interaksi dengan Mu’adz bin Jabal,

Nabi mengatakan,
”Yaaa Mu’adz, Aku akan menyampaikan sesuatu yang sangat berharga. Jagalah Allah maka Allah akan menjagamu.”

Situasi itu dikatakan saat sedang naik unta berdua. Disitu terlihat ada komunikasi yang dekat. Banyak hal yang Nabi sampaikan diluar majelis

Ta’lif bisa terbangun, ketika menjadwalkan banyak waktu untuk adik-adik.

  3. At Ta’rif Qobla Taklif

Memberikan Penjelasan sebelum Beban.

4. At Tadarruj fi Tasyri

Bertahap dalam Pelaksanaan.

5. Attaysir laa taksir

Memberikan Kemudahan, bukan Memberatkan

Kita ingin mengajak teman-teman berubah secara bertahap, bukan berubah secara tiba-tiba

Memahami dan menerima objek dakwah kita dengan seutuhnya. Karena latar belakang mereka berbeda-beda.

Dalam Islam ada wilayah tsawabit dan wilayah mutaghayyirot. Sehingga dalam pelaksanaannya juga harus disesuaikan.Muawwiyah pernah berucap di dalam sholat saat ada yang bersin, dan pengetahuannya bersin itu harus dijawab sehingga ia menjawab bersin itu dan para jamaah menoreh ke arahnya.

Ending dari hadist itu,
Kata Muawwiyah, “aku tidak menemukan orang sebaik Rasulullah sebelum dan setelahnya.”

 

••• Training for Tutor •••
Public Speaking, Rio Tri Handoko

Proses : Mengawali (Memancing perhatian anti mainstream, Menemukan Frekuensi)
a. Cara yang tak biasa, Seperti Diam sejenak.
b. Gerogi? Sampaikan saja dan beri alasan yang tak terduga.
c. Sastra (Pantun, Puisi, Lagu, kisah, dan lain sebagainya)

Isi (Pesan)
Kebutuhan dengan penuh kesan (Unik dan Menarik, Menyentuh dan sempurna)

Menutup
Dengan penutup yang Wow atau yang tak biasa.

Apa permasalahannya?
Bagaimana Idealnya?
Bagaimana Solusinya?

6 KAIDAH bagaimana orang lain menyukai kita
1. Bersungguh-sungguh menaruh minat pada Orang lain
2. Senyum
3. Mengingat nama seseorang orang adalah hal yang paling berkesan dan paling penting bagi orang itu
4. Jadilah Pendengar yang baik,  dorong orang lain untuk berbicara tentang diri mereka
5. Berbicara berkenaan dengan minat orang lain
6. Buat orang lain merasa penting dan lakukan dengan tulus.

Kuliah Akbar 2019

 

Kuliah Akbar Tutorial PAI UNY 2019 diadakan di Masjid Mujahidin UNY. kegiatan ini dilaksanakan pada hari Sabtu, 21 Desember 2019 dengan dihadiri oleh kurang lebih 500 maba FMIPA, FT, FIP dan Wates UNY baik laki-laki maupun perempuan.
Kuliah akbar dimulai dengan kegiatan registrasi pada pukul 07.30. 08.00 WIB. Kemudian dilanjutkan dengan pembukaan acara yang dipimpin oleh MC, Akhina Alvin. Setelah itu, pembacaan ayat suci Al quran yang dilantunkan oleh Akhina Irsyad. Sebelum kedua bintang tamu dihadirkan, seorang moderator, Akhina Bayu Septian membacakan CV dari masing-masing pembicara kemudian memimpin peserta untuk turut serta menyambut kedua bintang tamu tersebut. Kedua Pembicara tersebut adalah Akhina Rosyid Shidiq dari UNY dan Akhina Haris Hendrik UGM.
Akhina Rosyid masuk dan mengisi materi terlebih dahulu kemudian akhina Haris mengisi materi. Selanjutnya, berupa sesi tanya jawab. Akhina Bayu selaku moderator mempersilahkan peserta untuk bertanya pada kedua pembicara. Setelah sesi tanya jawab selesai, dilanjutkan dengan pemberian kenang-kenangan berupa sertifikat pada kedua pembicara.
Acara selanjutnya adalah perkenalan tentang Orientasi Tutorial Lanjut atau OTL yang dibawakan oleh Akhina Rizki Nugraha atau Mas Nunu. Perkenalan OTL berlangsung singkat, kemudian dilanjut dengan pemutaran video pesan oleh Bapak Rektor, Bapak Prof. Sutrisna Wibawa. Panitia kuliah akbar kemudian membagikan formulir OTL pada peserta.

Setelah pengisian formulir OTL serentak, dilanjut dengan materi kedua yang dibawakan oleh Ustadz Dwi Budianto. sebelum Ustadz mengisi materi, moderator kedua masuk untuk mendampingi ustadz selama acara. Moderator kedua ialah Akhina Wakhid Alamsyah. Ustadz Dwi Budianto memberikan materi tentang Peran Pemuda Muslim di Era Milenial. Materi berlangsung sampai pukul 11.25 WIB kemudian dilanjut dengan sesi tanya jawab. Sesi tanya jawab selesai bertepatan dengan waktu adzan dhuhur. Akhina Wakhid selaku moderatorpun segera menutup acara kuliah akbar agar para peserta dapat sholat pada tepat waktunya. Kegiatan kuliah akbarpun selesai bertepatan dengan adzan dhuhur. (Humed MIPA)

Up Grading Pengurus Tupai UNY 2019 :Sarana Reorientasi dan Recharge Semangat

Ahad, 15 September 2019 pengurus tutorial PAI (Tupai) 2019 mengadakan agenda Up Grading di Desa Wisata Kadisobo II, Turi, Sleman. Agenda yang berlangsung dari pukul 07.00-14.00 ini dihadiri oleh kurang lebih 35 pengurus Tupai baik dari universitas, fakultas, maupun pengurus wilayah Wates. Dalam agenda ini banyak hal yang dilakukan antara lain, materi, ukhuwah time, sharing sekaligus pemutaran video dan makan bersama pengurus, serta ditutup dengan doa.

Materi dalam agenda ini disampaikan oleh Ustadz Ginanjar Ghoiru Mamnun dengan tema “Refleksi Profesionalitas dalam Dakwah” yang terkait orientasi, motivasi, soliditas tim, dan lain-lain. Ukhuwah time diisi dengan games dan outbond pengurus Tupai. Sharing pengurus dilakukan dalam rangka saling menyampaikan permasalahan yang dihadapi masing-masing pengurus untuk saling memberikan solusi atas permasalahan yang ada. Dengan demikian, harapannya aktivitas sharing ini membawa dampak untuk keberlanjutan dan perbaikan kinerja pengurus Tupai UNY 2019 yang masih tersisa setengah periode ini.

Tentu saja, agenda yang berlangsung dengan dilengkapi berbagai aktivitas ini dalam rangka tujuan tertentu yang hendak dicapai oleh pengurus Tupai UNY 2019. Sebagaimana yang disampaikan oleh Siti N, Pendidikan Biologi 2015, selaku sekretaris umum Tupai UNY 2019 bahwa ada hal yang berbeda dari konsep Up Grading 1 dan 2. “Up Grading 2 lebih menekankan kepada reorientasi kembali untuk pengurus, berbeda dengan Up Grading 1 yang lebih ditekankan pada penguatan ukhuwah melalui kegiatan alam mendaki dan nge-camp.”

Hal ini pun diamini oleh Kusuma Aji, Pendidikan Teknik Elektro 2015, selaku koordinator acara Up Grading 2 bahwa ada tiga tujuan utama yang ingin dicapai dalam pelaksanaan Up Grading 2. Aji mengatakan, “Tujuan yang pertama, mengorientasikan bahwa perlu keseriusan untuk mengurusi tutorial PAI yang merupakan salah satu ladang dakwah yang potensial. Kedua, karena semua pengurus fakultas termasuk pengurus Wates diundang dalam agenda ini, harapannya mampu menimbulkan kesan bahwa tidak ada pengkotak-kotakan dan tumbuhlah rasa bahwa kita adalah satu kesatuan, hanya saja ditempatkan dalam tugas yang berbeda. Ketiga, menciptakan perasaan gembira dalam setiap pekerjaan kita, sehingga acara Up Grading ini dibuat havefun.”

Bertolak pada konsep Up Grading 2 yang sengaja dibuat berbeda dengan konsep Up Grading 1 dan tujuan-tujuan yang hendak dicapai, tentu saja hal ini kembali kepada masing-masing pengurus untuk mem-follow up diri. Hal ini dilakukan dalam rangka memperbaiki kembali kinerja dan menentukan langkah ke depannya, baik secara pribadi maupun pengurus Tupai UNY 2019 secara umum. (Humed)

3247 Maba Muslim SNMPTN & SBMPTN Ikuti Tes BAQ dan Wawancara Tutorial PAI

Tes BAQ (Baca Al-Quran) dan wawancara tutorial PAI (Tupai) merupakan bagian dari alur registrasi tutorial PAI Maba Muslim UNY agar terdaftar sebagai peserta tutorial, baik semester ganjil maupun semester genap. Hal ini tentu saja menjadi salah satu agenda rutin setiap masa penerimaan mahasiswa baru UNY per-tahunnya. Semester ini, tes BAQ dan wawancara untuk maba SNMPTN & SBMPTN dilaksanakan selama 5 hari (Selasa/23, Rabu/24, Kamis/25, Jumat/26, dan Ahad/28) pada Juli 2019. Sebagaimana tertera dalam jadwal yang telah dibagikan kepada mahasiswa baru, tes BAQ dan wawancara dilaksanakan dari pukul 07.00 sampai 17.30 WIB dengan pembagian empat shift. “Beberapa kali kami reschedule jadwal tes karena bertabrakan dengan pelatihan softskill dan Pro-TEFL bagi mahasiswa baru”, jelas Rizki Nugraha, selaku koordinator Tim Tupai UNY 2019. Hal ini menunjukkan bahwa tes BAQ dan wawancara yang diselenggarakan oleh Tim Tupai UNY berdasarkan koordinasi dengan pihak universitas.

Melalui beberapa kali reschedule jadwal, akhirnya tes BAQ dan wawancara dapat dilakukan sebagaimana jadwal yang telah beredar (Selasa/FIK dan FE, Rabu/FT dan FIS, Kamis/FIP dan FMIPA, Jumat/FBS, Ahad/Susulan). Hal ini mengingat pentingnya alur tutorial PAI ini, sehingga jadwal-jadwal yang bertabrakan dengan agenda lain diatur sedemikian rupa agar semua agenda berjalan lancar. Melalui adanya tes BAQ dan wawancara, tim Tupai dapat melakukan pengelompokan saat mahasiswa baru mengambil mata kuliah PAI yang kemudian juga berpengaruh pada kelompok tutorial. Terdapat dua tipe pengelompokan dalam tutorial PAI, yaitu kelompok tutorial reguler dan BAQ. Menurut keteragan yang disampaikan oleh Rizki Nugraha, pembagian kelompok tutorial reguler berdasarkan hasil tes bacaan mahasiswa yang memperoleh jilid 4-7 (tartil), sedangkan kelompok tutorial BAQ berdasarkan hasil tes bacaan mahasiswa yang memperoleh klasifikasi jilid 1-3 sehingga fokus materi terletak pada belajar membaca al-quran.

Adanya tes BAQ dan wawancara sangat membantu Tim Tutorial PAI UNY dalam melakukan pengelompokan mahasiswa baru. “Ya, hal ini sebagai bentuk profesionalisme kerja Tim Tutorial PAI UNY, artinya kami tidak sembarangan dalam melakukan pengelompokan kelompok tutorial PAI. Yang harusnya masuk kelompok BAQ, kami masukkan ke kelompok BAQ agar nanti di akhir semester dapat dilihat apakah mahasiswa tersebut dapat naik jilid atau minimal kemampuan membaca al-qurannya lebih baik”, ungkap Siti Nurkasanah, Sekretaris Umum Tim Tupai UNY. Hal ini juga didukung dengan pernyataan relawan tahsin (penguji tes BAQ) bahwa hasil tes BAQ mahasiswa baru rata-rata jilid 1-3, hanya ada beberapa yang memperoleh hasil dengan predikat tartil. Beberapa kesalahan BAQ maba terdapat pada bacaan panjang pendek dan hukum bacaan nun sukun., Dengan demikian, selain menguji BAQ maba, relawan tahsin juga menambahkan sedikit materi quran agar maba dapat belajar dari kesalahan ketika tes dilakukan dan motivasi agar meningkatkan belajar quran.

Lebih lanjut, Siti juga menyampaikan bahwa alur tes diawali dari mengambil antrean tes dan melakukan tes BAQ dan dilanjutkan tes wawancara. Selama menunggu antrean wawancara di Gedung Islamic Education Center (IEC), Maba dapat mencari informasi tentang kegiatan tutorial PAI di stand fakultas masing-masing.

Darsi, salah satu penjaga stand dari Al-Ishlah FIS, mengatakan bahwa antusias mahasiswa baru yang melakukan tes BAQ dan wawancara tahun ini berbeda dari tahun kemarin. “Kalau tahun ini mereka sudah dikenalin kaya di registrasi tutorial PAI. Tahun ini lebih terstruktur sih karena kemarin ada stand tutorial PAI, SKI UKKI univ dan fakultas. Jadi maba lebih terarahkan. Ketika kami tanya,  mereka sudah tahu jadwal BAQ dan lain-lain”, jelas Darsi lebih lanjut. Dengan demikian, maba justru antusias menggali lebih dalam tentang informasi-informasi yang diperoleh sebelumnya bahkan informasi-informasi baru ketika berada di stand.

Harapannya, dengan adanya alur tes BAQ dan wawancara yang dilengkapi dengan stanisasi per-fakultas dalam penyediaan layanan informasi, mahasiswa baru dapat melakukan alur tutorial PAI dengan mudah. Pasalnya, Tim Tutorial PAI UNY sedang mengusahakan adanya sistem pelaksaan Tupai yang terstruktur sehingga benar-benar dapat menjalankan prorgam tutorial PAI secara maksimal. (Humed)

Sektor, Bekal Awal Tutor

Sabtu, 20 Juli 2019, Tim Tutorial PAI UNY menyelenggarakan agenda Sekolah Tutor pertama yang bertempat di Gedung Laboratorium PAUD FIP Lantai III. Sekolah Tutor yang biasa disebut dengan akronim Sektor merupakan salah satu fasilitas yang diberikan oleh Pengelola Tutor (PT) kepada para tutor sebagai bekal awal dalam menjalankan tutorial PAI. Hal ini sebagaimana diungkapkan oleh salah satu pemateri Sektor, Mas Alghozali, “Sektor itu membuka pikiran para tutor lebih dalam lagi bagaimana para tutor menggengam hati adik tutor. Supaya tutor sadar bahwa ternyata menyentuh hati itu nggak susah, gampang kok. Apapaun yang bisa kita beri, berikan saja, baik itu ilmu, pengalaman, dan lainnya, tapi konsisten.”
Hal tersebut diamini oleh salah satu peserta Sektor, Ramadhani (Pendidikan Kimia 2017), dengan penjelasannya bahwa memang dalam Sektor berisi materi-materi sebagai bekal awal tutor. Materi-materi yang diberikan dalam Sektor meliputi materi orientasi/pentingnya tutorial, peningkatan softskill yaitu bagaimana manajemen forum dalam tutorial, public speaking, dan materi al-qur’an. Materi-materi tersebut direncanakan oleh PT selama tiga kali pelaksanaan dalam satu semester yang akan datang.
Lebih lanjut dijelaskan oleh Rizki Nugraha P., selaku koordinator tim Tutorial PAI UNY tentang perbedaan konsep Sektor semester ini dengan semester sebelumnya yang belum sempat terlaksana, “Ada perbedaan konsep. Tahun lalu, sektor tidak terlaksana. Kami hanya melaksanakan Bintor. Awalnya Sektor akan dilaksanakan saat Kegiatan Belajar Mengajar Tutorial (KBMT) berlangsung, tetapi waktu nggak sempat. Meskipun demikian, secara muatan materi, sudah disampaikan pada Bintor. Terkait materi Sektor nanti ada kategori-kategori materi. Sektor pertama, tentang bagaimana menyentuh hati dan motivasi al qur’an khususnya untuk bekal tutor Baca Tulis Qur’an (BAQ). Sektor kedua, berisi public speaking dan manajemen kelompok. Sektor ketiga, motivasi al-qur’an dan kontroling terkait kemampuan tutor dalam membaca qur’an. Harapannya selain menyampaikana materi, mereka (para tutor) juga mengisi dirinya dengan ilmu alqur’an. Itu mungkin perbedaan terkait waktu, pelaksanaan, dan materi yang disampaikan. Biasanya sektor yang sebelum-sebelumnya itu hanya seputar softskill, tapi untuk semester ini dan semester depan kami gabungkan antara softskill dan al qur’an.”
Dengan demikian, PT selalu mengusahakan adanya evaluasi-evaluasi terkait agenda dalam rangka membekali para tutor untuk menjalankan program tutorial PAI UNY. Beberapa hal sebagaimana telah dijelaskan, bahwa evaluasi terkait waktu, pelaksanaan, dan konsep materi telah dilakukan demi tercapainya suplemen-suplemen yang mendukung kinerja para tutor. Akan tetapi, tentu saja usaha tersebut tidak luput dari saran-saran yang diberikan dari berbagai pihak, salah satunya tutor selaku penerima sekaligus pelaksana kegiatan tutorial.
“Sektor-kan bekal awal, maunya ya materinya dipeta-petakan, jauh lebih awal dari itu, sebenarnya dari saya pribadi, hal yang dibutuhkan tutor itu adalah bagaimana membangun kepercayaan diri sebagai tutor ketika menyampaikan materi kepada adik tutor”, lanjut Ramadhani (Pendidikan Kimia 2017) ketika diminta sumbang saran. Hal ini tentu saja menjadi salah satu perhatian khusus bagi PT dalam rangka kembali mengevaluasi diri. Saran dari tutor merupakan masukan penting sebagai bentuk follow up mereka terhadap program-progam PT.
“Seperti yang disampaikan Ustadz tadi. Sebenarnya pekerjaan terbaik adalah belajar dan mengajarkan al-qur’an. Karena ngajar al-qur’an itu nggak sepele. Itu semangat banget sih kata-kata yang tadi”, tambah Ramadhani, yang juga selaku tutor BAQ, menegaskan bahwa membentuk kepercayaan diri itu dapat dibangun dari motivasi dalam diri sendiri maupun dari orang lain tentang kebermanfaatan sesuatu yang dilakukan. (Humed)

PENGUMUMAN UNTUK MABA SNMPTN & SBMPTN

Assallamuallaikum warahmatullahi wabarokatuh

Kepada cendekiawan muda UNY
Berikut adalah jadwal terbaru Tes BAQ dan Wawancara Tutorial PAI UNY 2019 setelah disesuaikan dengan jadwal Pro TEFL dan kegiatan Softskill Mahasiswa

Mohon dicermati shift surat keputusan ini ya, jadwal di kartu wawancara sekarang *menyesuaikan Surat keputusan* ini…

*Jadwal Shift tidak berubah kecuali fakultas FBS*

Tetap semangat
Salam Hangat

Tim Tutorial PAI UNY