Hasil UAS Tutorial PAI 2020 Semester Genap : Peningkatan Kesadaran Diri dalam Menghadapi Virus Corona Melalui Perspektif Islam oleh Aufar Lazawardi

Oleh Aufar Lazawardi (NIM 19808144014) Jurusan S1 Manajemen E19

Peningkatan Kesadaran diri Dalam Menghadapi Virus Corona Melalui Prespektif Islam

Kesehatan merupakan kondisi terbebas dari penyakit dan salah satu kenikmatan mahal dibandingkan dengan lainnya. Raga dan jiwa manusia bagaikan dua sisi yang berbeda ibarat dalam satu keping mata uang. Keduanya ada bersamaan dan saling berinteraksi serta saling mempengaruhi. Badan yang sehat memiliki kontribusi untuk memperoleh jiwa yang sehat. Begitu juga sebaliknya jiwa yang sehat juga memiliki kontribusi yang signifikan untuk menjadikan tubuh sehat.

Dewasa ini, dunia sedang dihebohkan dengan pandemi Covid-19 yang merupakan salah satu virus mematikan. Kebanyakan virus corona menyebar seperti virul lain pada umumnya seperti percikan air liur dari batuk dan bersin, menyentuh tangan atau wajah orang yang terinfeksi, menyentuh mata, hidung, atau mulut setelah memegang barang yang terkena percikan air liur pengidap virus corona serta melalui tinja atau feses (halodoc,2020). Tak ada perawatan khusus untuk mengatasi infeksi virus corona. Namun, ada beberapa upaya yang bisa dilakukan untuk meredakan gejala infeksi virus corona seperti cuci tangan menggunaka sabun, minum obat sesuai resep dokter, perbanyak istirahat, perbanyak asupan cairan tubuh, dan olahraga teratur (halodoc, 2020).

Penerbitan Peraturan Pemerintah Nomor 21 tahun 2020 dan Keputusan Presiden (Keppres) Nomor 11 Tahun 2020 dalam menangani penularan virus corona memberikan kebijakan untuk melakukan pembatasan sosial berskala besar (Kompas, 2020). Melalui sudut pandang islam atas adanya kebijakan tersebut memberikan hikmah terhadap umat manusia untuk menjaga kebersihan seperti halnya dalam hadits dari Abu Hurairah disenutkan bahwa:

تَنَظَّفُوْا بِكُلِّ مَا اِسْتَطَعْتُمْ فَاِنَ اللهَ تَعَالَي بَنَي الاِسْلاَمَ عَلَي النَظَافَةِ وَلَنْ يَدْخُلَ الْجَنَّةَ اِلاَ كُلُّ نَظِيْفٍ

“Bersihkanlah segala sesuatu semampu kamu. Sesungguhnya Allah ta’ala membangun Islam ini atas dasar kebersihan dan tidak akan masuk surga kecuali setiap yang bersih.”

Selain hikmah yang dapat kita implementasikan dalam kehidupan sehari-hari ada hal lain yang perlu kita laksanakan yaitu hikmah untuk melakukan kegiatan olahraga dalam agar tetap segar. Dalam Al-Qur’an surat An-Naba’ ayat 9 diperintahkan untuk istirahat yang cukup dalam menjaga kesehatan.

Pada zaman nabi, terdapat penyakit seperti halnya virus corona dan terjadi selama bertahun-tahun sehingga menyebabkan kekacauan dalam beraktivitas. Masa khalifah ke dua, Umar bin Khatabb terhadi serangan wabah yang paling berat dalam sejarah umat islam. Saat itu, Umar bin Khattab membatalkan niatnya masuk ke daerah Syam yang terserang wabah. Keputusan itu diambil setelah mengadakan dialog dan musyawarah bersama panglima pasukannya, Abu Ubaidah bin Al Jarrah. Pusat wabah itu ada di kampung kecil bernama Amawas. Dalam sejarah Islam, nama tempat wabah penyakit era Umar bin Khattab dikenal dengan Thaun Amawas atau wabah Amawas. Kampung itu terletak antara daerah Ramallah dengan Baitul Maqdis. Wabah itu menewaskan puluhan ribu orang, termasuk para sahabat Rasulullah SAW. Gusrizal mengatakan banyak sahabat Rasulullah SAW yang turut meninggal dalam wabah itu. Di antaranya, Muaz bin Jabal, Suhail bin Amr, Syurahbil bin Hasanah, Abu Jandal bin Suhail dan puluhan (Pola Hidup Sehat dalam Perspektif Al Qur’an, 2015) (Majelis Ulama Indonesia, 2020) sahabat lainnya. Termasuk dua Gubernur Syam juga meninggal berturut-turut. Pertama Abu Ubaidah bin Jarrah yang diminta keluar dari Syam oleh Umar, namun dia tidak mau pergi menyelamatkan diri, lalu meninggal. Kemudian digantikan oleh Muaz bin Jabal sebagai gubernur dan ia juga meninggal terkena wabah. Saat menjadi gubernur Syam, Amr bin Ash mencoba melakukan diagnosa terhadap penyebab dan penyebaran wabah. Amr mengatakan bahwa wabah seperti api yang berkobar dan selama masih ada kayu bakar, dia akan terus menyala. Selama masih ada orang yang sehat, ia akan terus menyebar. Dia melihat solusi menghentikan wabah adalah dengan menyuruh penduduk sehat pergi menyingkir ke bukit-bukit. Kebijakan itu dinamakan isolasi atau lockdown saat ini (Langgam, 2020).

Dari permasalahan di atas, kita bisa mempelajari bahwa pada saat khalifah Umar bin Khattab melawan wabah penyakit menular melakukan ikhtiar dengan cara isolasi tempat agar tidak menyebar ke daerah lain. Bukan hanya tawakal kepada Allah, tetapi kita juga perlu ikhtiar untuk mengatasi penularan penyakit. Peran pemuda muslim dalam menghadapi virus corona ini dapat digalakkan melalui menjaga kebersihan jasmani dan tempat ibadah yang merupakan syarat mutlak pertama jika melakukan ibadah shalat (Nur Wahyudi, 2015). Melakukan cuci tangan menggunakan sabun sehingga terhindar dari adanya bakteri, hal ini juga terdapat dalam perintah bersuci pada Al Qur’an Surat Al-Baqarah ayat 222 yaitu:

وَيَسْأَلُونَكَ عَنِ الْمَحِيضِ ۖ قُلْ هُوَ أَذًى فَاعْتَزِلُوا النِّسَاءَ فِي الْمَحِيضِ ۖ وَلَا تَقْرَبُوهُنَّ حَتَّىٰ يَطْهُرْنَ ۖ فَإِذَا تَطَهَّرْنَ فَأْتُوهُنَّ مِنْ حَيْثُ أَمَرَكُمُ اللَّهُ ۚ إِنَّ اللَّهَ يُحِبُّ التَّوَّابِينَ وَيُحِبُّ الْمُتَطَهِّرِينَ

Artinya: Mereka bertanya kepadamu tentang haidh. Katakanlah: “Haidh itu adalah suatu kotoran”. oleh sebab itu hendaklah kamu menjauhkan diri dari wanita di waktu haidh; dan janganlah kamu mendekati mereka, sebelum mereka suci. apabila mereka telah Suci, Maka campurilah mereka itu di tempat yang diperintahkan Allah kepadamu. Sesungguhnya Allah menyukai orang-orang yang bertaubat dan menyukai orang-orang yang mensucikan diri (Al-Baqarah ayat 222).

Kita sebagai pemuda yang sudah menggalakan budaya hidup bersih dan sehat tentunya akan meminimalisir penyebaran virus corona pada suatu lingkungan sehingga akan segera usai wabah yang dialami. Dengan demikian kita akan selalu diberikan kemudahan dalam melakukan ibadah dan akan segera melanjutkan aktivitas seperti biasanya. Adapun dalam beribadah ketika wabah melanda mengenai sholat maka kita dianjurkan untuk beribadah di rumah sesuai dengan fatwa MUI berdasarkan HR Al Bukhari bahwa:

عن عائشة أنَّهَا سَأَلَتْ رَسولَ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عليه وسلَّمَ عَنِ الطَّاعُونِ، فأخْبَرَهَا نَبِيُّ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عليه وسلَّمَ: أنَّه كانَ عَذَابًا يَبْعَثُهُ اللَّهُ علَى مَن يَشَاءُ، فَجَعَلَهُ اللَّهُ رَحْمَةً لِلْمُؤْمِنِينَ، فليسَ مِن عَبْدٍ يَقَعُ الطَّاعُونُ، فَيَمْكُثُ في بَلَدِهِ صَابِرًا، يَعْلَمُ أنَّه لَنْ يُصِيبَهُ إلَّا ما كَتَبَ اللَّهُ له، إلَّا كانَ له مِثْلُ أجْرِ الشَّهِيدِ التخريج : أخرجه البخاري (3474)، والنسائي في ((السنن الكبرى)) (7527)، وأحمد (26139)

Dari Nabi saw sesungguhnya beliau bersabda: “Jika kamu mendengar wabah di suatu wilayah, maka janganlah kalian memasukinya. Tapi jika terjadi wabah di tempat kamu berada, maka jangan tinggalkan tempat itu.” (HR. al-Bukhari).

Dengan demikian, kita sebagai umat muslim tentunya bisa melakukan ibadah di rumah tanpa mendekati bahaya pada diri sendiri. Selain itu adanya wabah virus corona kita tentunya sadar akan menjaga kesehatan dan pola makan sesuai dengan aturan Islam sehingga dapat terhindar dari paparan virus.

DAFTAR PUSTAKA

Halodoc. (2020, April 30). Retrieved from http://halodoc.com/kesehatan/coronavirus

Kompas.com. (2020, April 26). Retrieved from https://nasional.kompas.com/read/2020/04/26/19130971/kebijakan-presiden-terkait-penanganan-covid-19-disebut-bisa-berubah

langgam.id. (2020, March 23). Retrieved from https://langgam.id/mengenang-cara-umar-bin-khattab-melawan-wabah-penyakit-menular/

Majelis Ulama Indonesia. (2020, Maret 16). Retrieved from file:///C:/Users/HP/Downloads/Documents/Fatwa-tentang-Penyelanggaran-Ibadah-Dalam-siatuasi-Wabah-COVID-19.pdf

Pola Hidup Sehat dalam Perspektif Al Qur’an. (2015). UIN Walisongo, 61-65.

Q & A : KULWAP dengan Ust. Dwi Budi

  1. Bagaimanakah cara mencegah/menghilangkan sifat menyimpang dalam diri anak muda serta karakter apa yg seharusnya diunggulkan ? Bagaimana mengistiqomahkannya?

Perilaku menyimpang itu ada banyak ragamnya. Ada di antaranya yang dengan mudah dapat dihilangkan melalui usaha pribadi, tapi ada juga yang sangat parah sehingga membutuhkan penanganan dari ahli, semisal psikolog atau psikiater. Saya ingin menjawab pertanyaan tersebut secara umum. Apa yang mesti dilakukan untuk menekan karakter buruk dan menunbuhkan karakter mulia dalam diri?

 (a) Kita mengingat hadits Rasulullah ﷺ . Dari Abu Dzarr Jundub bin Junadah dan Abu ‘Abdirrahman Mu’adz bin Jabal radhiyallahu ‘anhuma, dari Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam, beliau bersabda, “Bertakwalah kepada Allah di mana pun engkau berada; iringilah perbuatan buruk dengan perbuatan baik, maka kebaikan akan menghapuskan keburukan itu; dan pergaulilah manusia dengan akhlak yang baik.” (HR. Tirmidzi).

‎اتَّقِاللهَحَيْثُمَاكُنْتَ،وَأَتْبِعِالسَّيِّئَةَالحَسَنَةَتَمْحُهَا،وَخَالِقِالنَّاسَبِخُلُقٍحَسَنٍ

Jadi, iringi perbuatan buruk itu dengan taubat dan berbuat baik. Begitu seseorang berbuat buruk, ia harus menyadari kekhilafannya, dan bersegera mengiringinya dengan perbuatan baik. Itu artinya, seseorang harus dibiasakan untuk selalu berperilaku baik. Lambat laun keburukan itu akan hilang. Jika gelas kita tertetesi tinta hingga menghitam airnya, cara menghilangkannya ialah mengucuri gelas itu dengan air jernih. Lambat laun, air tinta akan menghilang.

(b) milikilah teman dan lingkungan baik. Allah Ta’ala berfirman,

يَاأَيُّهَاالَّذِينَآَمَنُوااتَّقُوااللَّهَوَكُونُوامَعَالصَّادِقِينَ

“Hai orang-orang yang beriman, bertakwalah kepada Allah, dan hendaklah kamu bersama orang-orang yang benar(jujur).” (QS. At Taubah: 119).

Perhatikan ayat di atas, Allah menghubungkan keimanan dan ketakwaan dengan kebersamaan serta pertemanan dengan orang sidiq. Jika kita bergaul dengan orang yang matang serta dewasa dalam bersikap, cara pikir dan bertindak kita akan mengikutinya. Jadi, jika kita ingin menjadi pribadi yang pede, bergaullah dengan mereka yang keyakinan dirinya dibentuk oleh keimanan. Begitu seterusnya. Anda tidak pede, terus bergaul dengan orang yang minder, sulit sekali akan berubah menjadi lebih berani. Rasulullah shallallahu ‘alaihi  wa sallam bersabda, الْمَرْءُعَلَىدِينِخَلِيلِهِفَلْيَنْظُرْأَحَدُكُمْمَنْيُخَالِلُ

“Seseorang akan mencocoki kebiasaan teman karibnya. Oleh karenanya, perhatikanlah siapa yang akan menjadi teman karib kalian”. (HR. Abu Daud).

(c) senantiasalah berdoa agar selalu mendapat bimbingan Allah. Tak ada yang memberi hidayah, kecuali Allah. Karenanya jangan pernah bosan untuk berdoa.

وَعَنْعَبْدِاللهِبْنِعَمْرٍوبْنِالعَاصِرَضِيَاللهُعَنْهُمَا،قَالَ : قَالَرَسُوْلُاللهِ – صَلَّىاللهُعَلَيْهِوَسَلَّمَ – : (( اللَّهُمَّمُصَرِّفَالقُلُوْبِصَرِّفْقُلُوْبَنَاعَلَىطَاعَتِكَ )) . َروَاهُمُسْلِمٌ.

Dari ‘Abdullah bin ‘Amr bin Al-‘Ash radhiyallahu ‘anhuma, ia berkata bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “ALLOHUMMA MUSHORRIFAL QULUUB SHORRIF QULUUBANAA ‘ALA THOO’ATIK (artinya: Ya Allah, Sang Pembolak-balik hati, balikkanlah hati kami untuk taat kepada-Mu).” (H.r. Muslim).

2. Bagaimana cara mengatasi anak zaman sekarang yang lebih paham idola nya (misal: artis korea) sedangkan cerita rasul dan para sahabatnya tidak semua didapat di sekolahan seperti ustad dwi mengatakan bahwa didalam sekolah hanya mempelajari tahun berapa rasul lahir dan sebgainya sehingga ajaran di sekolah tidak mendalam.

Bagi kita yang merasa resah dengan kondisi anak-anak muda kita yang lebih banyak mengidolakan tokoh-tokoh tertentu yang tidak sesuai dengan Islam, yang harus kita lakukan adalah dakwah. Itulah satu-satunya yang bisa kita lakukan. Bagaimana kita mendekatkan anak-anak muda dengan Islam lalu mempopulerkan Rasulullah SAW. dan para sahabat di dalam kehidupan mereka.

Pintu masuknya dari hobi, kecenderungan, dan kesukaan mereka. Bagi mereka yang mencintai olahraga, maka pintu masuknya melalui olahraga. Jika ada yang menyukai seni, maka pintu masuknya melalui seni, dan begitu seterusnya. Jadi, yang harus kita lakukan adalah “menggelorakan dakwah di kalangan anak-anak muda sesuai dengan kondisi dan minat kecenderungan mereka. Begitu mereka sudah mendekat dengan komunitas kebaikan, yang kita lakukan berikutnya adalah memperkenalkan nilai-nilai keislaman kepada mereka termasuk di dalamnya mempopulerkan kehidupan Rasulullah SAW. dan para sahabat. Sehingga lambat laun mereka mengenal Rasulullah dan kehidupan para sahabat. Mengganti idola-idola mereka sebelumnya dengan profil Rasulullah SAW.

Dakwah ini harus senantiasa digelorakan terus menerus. Maka beruntunglah bagi diantara kita yang sudah memiliki kecenderungan dan kegelisahan untuk berdakwah.

3. Kehadiran para rassul salah satunya berperan sebagai teladan dalam melaksanakan risalah,sehingga kita memiliki model yang bisa dijadikan sebagai teladan,yang saya tanyakan bagaimana risalah itu bisa diamalkan dalam kehidupan pendidikan,dan berikan contohnya ?

Ada banyak sekali, nyaris hampir setiap apa yang dilakukan oleh Rasulullah Salallahu’alaihi Wassalam kepada para sahabat adalah pendidikan (Tarbiyah). Lahinya generasi Khairu ummati qorni (sebaik-baiknya umatku adalah masaku ini), menunjukkan bahwa generasi para sahabat hasil didikan Rasulullah Salallahu’alaihi Wassalam adalah generasi terbaik sehingga proses pendidikannya merupakan proses yang terbaik dengan didamping oleh seorang guru yang terbaik yaitu Rasulullah Salallahu’alaihi Wassalam. Bagaimana prinsip-prinsip pendidikannya? Tentu terdapat banya kitab-kitab dan buku-buku yang telah mengupas tentang perkara ini, tapi akan satu yang dibahas sebagai contoh pada kesempatan kali ini nanti di pertemuan-pertemuan berikutnya kita bisa membahas lebih detail tentang bagaimana pendidikan yang diselenggarakan oleh Rasulullah Salallahu’alaihi Wassalam sehingga terbentuk satu generasi yang sangat luar biasa yaitu generasi para sahabat yang disebut oleh Rasulullah Salallahu’alaihi Wassalam sebagai Khairu ummati qorni. Pendidikan yang dilaksanakan oleh Rasulullah Salallahu’alaihi Wassalam salah satu di anataranya berpusat pada peserta didik. Apa yang bisa kita temukan di sana? Rasulullah Salallahu’alaihi Wassalam memperlakukan para sahabat sesuai dengan keunikan mereka masing-masing, sesuai dengan kondisi mereka masing-masing. Para sahabat tidak diperlakukan sama antara satu orang dengan orang yang lain, tetapi masing-masing orang ditumbuhkan sesuai dengan kapasitas, kemampuan, kecenderungan, dan sesuai dengan potensi-potensinya dan itu yang menarik, sehingga lahirnya satu masyarakat yang memiliki keanekaragaman potensi dan kemampuan. Abu Bakar As-shidiq, dia ditumbuhkan sisi leadership atau kemimpinan tetapi sekaligus dia memiliki potensi bidang sosiologi dan antropologi. Dia menguasai nasab-nasab orang-orang Quraisy, dia memiliki kemampuan berdagang. Khalid bin Walid memiliki kemampuan di bidang strategi perang maka di bidang itulah dia ditumbuhkan. Amr bin Ash memiliki kemapuan di bidang diplomasi maka di bidang itulah kepemimpinanya dipupuk dan ditumbuhkan, sehingga masing-masing sahabat memiliki legenda kepemimpinannya masing-masing dengan seluruh kapasitas yang dimiliki. Mereka menjadi bintang-bintang di jamannya sesuai dengan potensi dan kapasitas. Hal teresebut merupakan salah satu sisi bagaimana para sahabat ditumbuhkan sesuai dengan kapasitas yang dimiliki. Di sisi lain kita bisa menemukan bagaimana kedekatan antara seorang guru dan murid yang dicontohkan oleh Rasulullah Salallahu’alaihi Wassalam, bagaimana kedekatan antara Rasulullah Salallahu’alaihi Wassalam dengan para sahabat. Bukankah itu adalah nilai-nilai pendidikan yang sangat luar biasa? Ketika beliau menyampaikan man laa yarham yurham (siapa yang tidak mencintai maka ridak dikasihi), itu merupakan bagian dari prinsip pendidikan. Membangun kadar hubungan yang dekat antara seorang guru dengan muridnya dan kita mengetahui bagaimana Rasulullah menjalin hubungan yang dekat dengan para sahabat.

Nah itu beberapa contoh tentang bagaimana risalah ini sangat penuh dengan nilai-nilai pendidikan dan karena ini adalah prototype keberhasilan pendidikan, kenapa kita masih ragu untuk menjadikan Rasulullah sebagai teladan di dalam pendidikan kita.

4. Di masa wabah covid19 seperti ini banyak masjid dan mushola yang ditutup karena tidak diperbolehkan berjamaah. Tetapi masih banyak aktivitas yang lebih membahayakan dalam penyebaran virus ini salah satunya seperti melakukan ronda karena banyak sekali kejahatan yang terjadi. Ingin mengingatkan, tetapi sungkan. Bagaimana saya harus menyikapinya nggeh pak?

Dulu ada persoalan, ketika Rasulullah SAW. harus menyelesaikan konflik: siapa diantara kabilah Quraisy yang akan meletakkan hajar aswad. Semua berebut sehingga nyaris terjadi konflik. Dan anak muda bernama Muhammad, tampil menyelesaikan persoalan.

Tetapi mengapa Nabi SAW. yang saat itu masih muda bisa diterima oleh semua kalangan? Satu diantaranya, karena dia memiliki “integritas”. Dia terlibat di masyarakat dan dia dipercaya oleh masyarakat. Hingga ketika yang tampil untuk menjadi pemberi solusi adalah Muhammad, maka semuanya langsung bisa menerima. Jadi yang dilakukan pertama kali adalah, membangun integritas ditengah masyarakat. Tapi itu kerjaan jangka panjang. Dalam waktu dekat-dekat ini apa yang harus kita lakukan? Kalau kita tidak atau belum memiliki integritas, belum dipercaya dipilih masyarakat, yang harus kita lakukan adalah menjalin komunikasi dengan orang-orang yang berperan sebagai pengambil keputusan ditengah masyarakat. Siapa mereka? Mungkin Pak RT, tokoh masyarakat, atau yang lainnya. Bukan dalam konteks melarang rondanya, tetapi memikirkan bersama, bagaimana protokol kesehatan ketika warga masyarakat itu ronda bersama-sama.

Jadi, ronda tetap bisa dilaksanakan dan dilangsungkan. Tetapi tidak mengindahkan protokol kesehatan. Itu kiranya ide yang perlu untuk dijalin dan dikomunikasikan dengan para stakeholder ditengah masyarakat. Dan menurut saya itu adalah kerjaan yang bisa dilakukan sekaligus langkah latihan untuk menumbuhkan kepemimpinan dalam diri kita

UJIAN AKHIR SEMESTER (UAS) ONLINE TUTORIAL PAI 2020

Tutorial PAI adalah kegiatan kokurikuler yang menekankan pada pendalaman dan penguasaan tsaqofah Islam, keterampilan praktik ibadah, dan baca AlQur’an. Kegiatan ini diwajibkan kepada mahasiswa Universitas Negeri Yogyakarta yang mengambil mata kuliah Pendidikan Agama Islam. Dalam mencapai tujuannya Tutorial PAI memiliki berbagai kegiatan yang sasarannya  kepada pengurus, tutor dan peserta tutorial. Salah satunya adalah Ujian Akhir Semester (UAS).

Ujian Akhir Semester adalah salah satu agenda yang diwajibkan kepada peserta  Tutorial PAI yang hasilnya menjadi komponen prasyarat lulus dari mata kuliah Pendidikan Agama Islam. Sebelum melakukan Ujian Akhir Semester peserta tutorial sebelumnya telah memenuhi persyaratan untuk mengikuti Ujian Akhir Semester, yaitu memenuhi 75% KBMT.

Kegiatan Belajar Mengajar Tutorial (KBMT) akan diterima oleh mahasiswa UNY angkatan pertama yang mengambil mata kuliah Pendidikan Agama Islam (PAI) disemester yang sama. Untuk semester genap ini ada 4 fakultas dan 1 wilayah yang mengikuti KBMT, yaitu mahasiswa UNY angkatan pertama FE, FIS, FBS, FIK dan Wilayah Wates. Sedangkan untuk semester kemarin (semester ganjil) yang mengikuti KBMT adalah mahasiswa UNY angkatan pertama FMIPA, FT, FIP dan Wilayah Wates.

UAS Online

Yang membedakan UAS semester ganjil dan genap di tahun ajaran ini adalah pelaksanaan UAS semester genap ini menggunakan media online, tidak hanya UASnya saja tetapi beberapa pekan KBMT juga mengalami perubahan berbasis online. Hal ini dikarenakan pandemi COVID-19 yang sedang ada disekeliling kita, mudah-mudahan kita segera dibebaskan dari wabah ini dan bisa segera beraktivitas seperti biasanya.

            Semua kegiatan Tutorial PAI setelah kampus memberi kebijakan untuk mengosongkan aktivitas dikampus seketika dirubah dengan cara online. Begitu juga UAS di tutorial PAI, segala distribusi soal, koreksi bacaan Al-Qur’an, koreksi UAS reguler, rekap penilaian dan berbagai koordinasi dilakukan secara online.

UAS yang Berbeda

            Di semester ini selain pelaksanaannya yang berbeda, ada beberapa muatan UAS  yang dibedakan juga. Terutama UAS Tutorial PAI Reguler, untuk UAS Reguler yang biasanya muatan soal dan jawabannya terkait materi KBMT, untuk tahun ini dirombak terkait beberapa point ketentuan UASnya. Peserta Tutorial PAI reguler diberikan soal untuk menganalisis keadaan, solusi dan peran terkait keadaan disekeliling kita yaitu adanya COVID-19 yang dikaitkan dengan berbagai materi KBMT Tutorial PAI.

            Untuk UAS BAQ, yang berbeda hanya pada pelaksanaannya saja yang berubah ke basis online. Untuk muatan pengujian bacaan dan indikator penilaian masih sama dengan semester sebelumnya. Dan untuk saat ini sedang dalam proses perekapan penilaian dari rekaman bacaan Al-Qur’an yang sudah dikirim oleh peserta Tutorial kepada para Tutor masing-masing.

            Selamat kepada mahasiswa UNY yang telah melaksanakan serangkaian kegiatan di Tutorial PAI UNY semester ini, terkhusus kepada peserta Tutorial. Semoga ilmu dan pengalaman di Tutorial PAI satu semester ini dapat menjadi bekal dalam mengarungi samudra kehidupan kita dan semoga diberi kelulusan dalam KBMT Tutorial PAI ini dengan hasil yang memuaskan. Aamiin…

KULWAP #2 : FIQH TAHARAH DAN FIQH SHALAT

FIQH TAHARAH DAN FIQH SHALAT

Oleh: ust. Evan S. Parusa

Ahad, 3 mei 2020 @GRUP KULWAP

الْحَمْدَ ِللهِ نَحْمَدُهُ وَنَسْتَعِيْنُهُ وَنَسْتَغْفِرُهُ وَنَعُوْذُ بِاللهِ مِنْ شُرُوْرِ أَنْفُسِنَا وَسَيّئَاتِ أَعْمَالِنَا مَنْ يَهْدِهِ اللهُ فَلاَ مُضِلّ لَهُ وَمَنْ يُضْلِلْ فَلاَ هَادِيَ لَهُ

أَشْهَدُ أَنْ لاَ إِلهَ إِلاّ اللهُ وَأَشْهَدُ أَنّ مُحَمّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ

صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَعَلَى آلِهِ وَأَصْحَابِهِ وَمَنْ سَارَ عَلَى نَهْجِهِ القَوِيْمِ وَدَعَا إِلَى الصِّرَاطِ المُسْتَقِيْمِ إِلَى يَوْمِ الدِّيْنِ وَسَلَّمَ تَسْلِيْمًا كَثِيْرًا

Puji syukur kehadirat Allah SWT atas segala nikmat yang tak henti-hentinya mengalir kepada kita. Shalawat beserta salam tak lupa kita haturkan kepada nabi besar kita nabi Muhammad SAW.Terima kasih buat temen-temen yang telah hadir di agenda ini, semoga bisa jadi pembelajaran untuk kita semua. Saya disini juga bukan yang paling mengerti terkait fiqih, tapi hanya mencoba menyampaikan dengan harapan ilmu tersebut juga kembali kepada diri saya sendiri agar kita sama-sama belajar.

Fiqih artinya paham. paham yang mendalam, pemahaman , pengertian. Sedangkan menurut terminologi/ istilah, fiqih adalah hukum hukum syar’i yang amali (praktis) yang diambil dari dali-dalil yang terinci. Adapun definisi paling sederhana adalah ilmu tentang hukum syariah yang bersifat praktis yang diperoleh melalui dalil yang terperinci.

Ilmu ada urutannya

Pelajaran fiqih merupakan pelajaran yang penting bagi seorang muslim untuk memahami dengan pasti tata cara ibadah sampai dengan seluruh aspek kehidupan umat Islam. Tapi perlu dipahami bahwasanya Fiqh adalah upaya pemahaman kita terhadap syariat yang ditentukan oleh Allah SWT, karenanya sangat mungkin muncul perbedaan madzhab sebagaimana yang kita dapati saat ini.

Sehingga urutan belajar fiqih adalah memahami prinsip rukun Iman dan Islam, mengerti ilmu fiqih, menerapkannya sebisa mungkin, dan menyampaikannya sebagai pembelajaran bersama. Sehingga selama masih seorang muslim dan mendapati rukun Iman yang sama, tidak perlu berpecah belah, marah-marahan lantaran pendapat fiqih yang berbeda.

Kita adalah Muqollid yang berusaha Mujtahid. 

Saat ini kita sedang belajar ilmu fiqih, berusaha mengetahui dalil-dalil yang berasal dari Allah SWT dan Rasulullah SAW, melalui pemahaman ulama-ulama madzhab dengan ilmu mereka, sehingga kita bisa mengikuti ulama tersebut dan mengetahui alasan mereka memiliki pendapat tersebut. Ini adalah taklid, dan harapannya kita terus memperbanyak ilmu kita sehingga bisa sampai kepada tahapan mujtahid.

  1. Tharahah

Tharahah artinya bersuci. Bersuci dari kotoran (hadats), najis, dan lain-lain. 

Allah SWT berfirman

“Dan pakaianmu maka bersihkanlah” (Q.S. Al-Mudatsir : 4).

Kenapa harus suci?* 

  1. Karena Allah SWT mencintai orang-orang yang suci

Sesungguhnya Allah mencintai orang-orang yang taubat dan orang-orang yang membersihkan diri. (QS. Al-Baqarah : 222).

  •  suci merupakan syarat ibadah

 Rasulullah SAW bersabda :

“Kunci shalat itu adalah kesucian”. (HR. Abu Daud Tirmizi Ibnu Majah).

Syarat wajib tharah

Seseorang wajib bersuci apabila : 1) Muslim/ah, 2) Berakal, 3) Baligh, 4) Tidak sedang Haid atau Nifas 5) Masuk waktu sholat 6) tidak tidur 7) tidak lupa 8) tidak dipaksa 9) ada media bersucinya, air atau debu 10) dapat melakukan sesuai kemampuan.

Jenis-jenis tharah

– Wudhu

– Tayammum

– Mandi

  1. Wudhu

Definisinya adalah “Sebuah nama untuk menunjukan perkerjaan yang berupa menggunakan air pada anggota-anggota badan tertentu disertai dengan niat.”

Ayat tentang Wudhu sendiri ada di dalam al-Qur’an yaitu

Hai orang-orang yang beriman, apabila kamu hendak mengerjakan shalat, maka basuhlah mukamu dan tanganmu sampai dengan siku, dan sapulah kepalamu dan (basuh) kakimu sampai dengan kedua mata kaki.” (Al-Maidah: 6)

*Rukun Wudhu*

Rukun wudhu dibagi menjadi dua yaitu rukun wudhu yang disepakati dan rukun wudhu yang dalam perbedaan pendapat. 

1. Niat (ikhtilaf)

2. Membasuh wajah (disepakati)

3. Mengusap tangan (disepakati)

4. Membasuh sebagian kepala (disepakati)

5. Mengusap kaki (disepakati)

6. Tertib (ikhtilaf)

 Lantas bagaimana apabila lupa dan meninggalkan salah satu rukun Wudhu?

Menurut Ibnu Jazi Al-Maliky, barangsiapa yang melupakan salah satu rukun wudhu, apabila mengingatnya ketika belum selesai berwudhu maka bisa mengulang lagi wudhunya. Namum apabila lupanya setelah selesai berwudhu maka bisa melengkapi khusus di bagian dimana dia lupa.

*Syarat Wudhu*

sebagaimana syarat thaharah.

*Sunnah-Sunnah Wudhu* 

menurut madzhab hanafi saja ada 13 sunnah wudhu, dan terdapat perbedaan diantara kalangan ulama fiqih, karenanya saya rangkum yang poin-poin utama saja..

1) Niat (ini sunnah menurut Madzhab Hanafi)

2) Membaca Basmalah sebelum berwudhu

3) Mencuci tangan tiga kali sebelum berwudhu

4) Berkumur-kumur tiga kali.

5) Menghirup air ke hidung (istinsyaq)

6) Membasuh setiap anggota wudhu tiga kali, kecuali kepala dan dua telinga yang hanya diusap satu kali.

7) mendahulukan bagian kanan dari kiri

8) Mengusap Kedua Telinga

9) Menyela Jenggot & Jari

10) Berdoa Setelah Wudhu

*Pembatal Wudhu*

1) Sesuatu keluar dari kemaluan

2) Tidur 

3) Hilang akal

4) Bersentuhan dengan yang bukan mahram

5) Menyentuh kemaluan ataupun lubang dubur

*Makruh Wudhu*

1) boros dalam menggunakan air atau terlalu sedikit menggunakan air.

2) mendahulukan basuhan tangan kiri daripada tangan kanan

3) mengusap anggota wudhu dengan handuk kecuali karena ada udzur,

4) memukul wajah dengan air,

5) menambah jumlah basuhan lebih dari tiga kali dengan yakin

6) meminta tolong orang lain untuk membasuhkan anggota badan kita tanpa uzur

7) terlalu banyak atau berlebih dalam berkumur atau menyerap air ke dalam hidung bagi orang yang berpuasa

  1.  Tayammum*

Tayammum adalah mengusapkan debu/tanah ke wajah dan kedua tangan sebagai ganti wudhu dengan syarat-syarat khusus

Dan jika kamu sakit atau sedang dalam musafir atau datang dari tempat buang air atau kamu telah menyentuh perempuan kemudian kamu tidak mendapat air maka bertayamumlah kamu dengan tanah yang baik ; sapulah mukamu dan tanganmu.

Sesungguhnya Allah Maha Pema’af lagi Maha Pengampun.(QS. An-Nisa : 43)

beberapa hal yang perlu diketahui terkait tayammum

1. Tidak menggangkat hadats, tayammum hanya membuat kita sah dalam melaksanakan shalat, ini menurut jumhur madzhab maliki, syafii, dan hambali

2) Bila ditemukan air maka tidak wajib tayammum

3) Karena tidak mengangkat hadats, maka tayammum harus diulang setiap kali shalat

4) Tayammum tidak sah jika belum masuk waktu shalat

5) Sehingga apabila sudah memasuki waktu shalat dan belum ditemukan air, maka lebih utama mengakhirkan waktu shalat sembari mencari air untuk berwudhu

menurut keempat madzhab.

*Hal-hal yang membolehkan Tayammum*

1. Tidak ada air

2. Sakit yang menyebabkan tidak boleh terkena air

3. Suhu sangat dingin

4. Air tidak terjangkau, misalkan di tempat konflik dan apabila mendapat tempat air tersebut resiko kehilangan nyawa. dst.

5. Air tidak cukup, appabila air yang digunakan juga untuk konsumis

6. Waktu shalat hampir habis dan perlu waktu lama untuk menjangkau air dan berwudhu maka diperbolehkan tayammum

*Media Tayammum*

Para ulama mengatakan bahwa apa pun yang menjadi permukaan tanah, baik itu tanah merah, tanah liat, padang pasir, bebatuan, aspal, semen, dansegalanya termasuk dalam kategori tanah yang suci. Yang tidak boleh digunakan adalah tanah yang tidak suci. Misalnya tanah yang mengandung najisbekas kubangan.

*Tata cara Tayammum*

1. Menepuk tanah untuk tayammum

2. Mengusapkan ke wajah 

3. Menepuk tanah lagi

4. Mengusapkan tangan hingga siku… 

Adapun menurut madzhab maliki dan madzhab hambali, cukup satu tepukan saja sudah bisa untuk wajah dan telapak tangan.

*Sunnah Tayammum*

1) Membaca basmalah

2) Tertib

3) Berkesinambungan

*Pembatal Tayammum*

Sama dengan pembatal wudhu plus ditemukannya air sebelum melakukan shalat.

  1.  Mandi Janabah

janabah (bermakna jauh. Di mana istilah janabah dalam fiqih dipakai untuk menunjukkan kondisi seseorang yang keluar air maninya atau telah melakukan hubungan suami istri. Mandi janabah dilakukan untuk menghilangkan hadats besar.

Sebab yang mewajibkan Mandi Janabah*

1) Keluarnya mani

2) jima’

3) Meninggal

4) Haid

5) Nifas

6) Melahirkan

Cara mandi Janabah*

1) Mencuci kedua tangan

2) Menumpahkan air ke tangan kiri kemudian 

3) mencuci kemaluan

4) berwudhu

5) Mengambil air dan mengusap ke sela-sela rambut

6) Apabila seluruh kulit kepala telah basah, beliau menyurami kepala 3 kali

7) membersihkan seluruh tubuh dengan air

8) mencuci kaki

Ini tata caranya, yang berdasarkan salah satu hadits dari Rasulullah SAW.. Akan tetapi ulama sendiri berbeda pendapat terkait dengan mana yang rukun dan mana yang sunnah dalam tata cara mandi janabah.  Sehingga terkait mandi janabah ini 1 yang disepakati wajib adalah *meratakan air ke seluruh tubuh* adapun hal lainnya sunnah, dan adapula yang dipertentangkan

  • Fiqih Shalat

*Pengertian shalat* 

أقوال وأفعال مخصوصة، مفتتحة بالتكبير، مختتمة بالتسليم

perkataan dan perbuatan khusus, yang dibuka dengan takbir dan ditutup dengan salam

الصلاة واجبة بالكتاب والسنة والإجماع

Shalat hukumnya adalah wajib (shalat fardhu) berdasarkan al-Qur’an, Sunnah, dan Ijma’.

Ulama bersepakat tentang wajibnya shalat bagi yang sudah baligh, berakal, dan sudah suci, atau yang tidak sedang haid atau nifas, atau bukan orang yang ghila. Dan shalat adalah ibadah badan mahdoh yang tidak dapat diwakilkan. Maka tidak sah apabila ada shalat yang diwakilkan, sebagaimana tidak sahnya puasa untuk orang lain.

*Syarat Wajib Shalat* 

1) Islam

جب الصلاة على كل مسلم ذكر أو أنثى، فلا تجب على كافر عند الجمهور وجوب مطالبة بها في الدنيا، لعدم صحتها منه، لكن تجب عليه وجوب عقاب عليها في الآخرة، 

Wajib sholat bagi setiap muslim baik laki-laki maupun perempuan, dan tidak wajib bagi kafir sebagaimana pendapat jumhur, karena tidak sah bagi mereka shalat, tapi wajib bagi mereka mendapatkan hukuman di akhirat nanti.

2) Baligh

لا تجب الصلاة على الصبي، لقوله صلّى الله عليه وسلم: «رفع القلم عن ثلاثة: عن المجنون المغلوب على عقله حتى يبرأ، وعن النائم حتى يستيقظ، وعن الصبي حتى يحتلم»

Tidak diwajibkan shalat bagi bayi dan anak-anak sebagaimana hadits Rasulullah SAW.. Diangkatnya pena dari tiga hal, yaitu orang gila yang tidak dapat menggunakan akalnya hingga ia waras, orang yang tidur sampai ia bangun, dan anak kecil sampai dia bermimpi (baligh)

3) Tidak gila

لا تجب الصلاة عند الجمهور غير الحنابلة على المجنون والمعتوه ونحوهما كالمغمى عليه إلا إذا أفاقوا في بقية الوقت؛ لأن العقل مناط التكليف،

Syarat sah shalat*

1) Mengetahui waktu shalat

2) Suci dari hadats besar maupun kecil

3) Suci dari kotoran di tempat tersebut

4) Menutup aurat

5) Menghadap kiblat

6)  Niat

7) 8) Tertib dan berkesinambungan

9) Tidak berbicara ketika shalat 

10) tidak sedang mengerjakan hal lain ketika shalat 

11) Tidak minum atau maka ketika shalat

Rukun Shalat*

1. Niat 

2. Berdiri bagi yang mampu 

3. Takbiratul ihrâm, 

4. Membaca surat al-Fatihah

5. Ruku’,  

6. Thuma’ninah 

7. Bangun dari ruku’ dan I’tidal 

8. Thuma’ninah, 

9. Sujud 

10. Thuma’ninah 

11. Duduk diantara dua sujud 

12. Thuma’ninah 

13. Duduk untuk tasyahhud akhir 

14. Membaca tasyahhud akhir 

15. Membaca shalawat pada Nabi SAW saat tasyahhud akhir 

16. Salam pertama 

17. Niat keluar dari shalat 

18. Tertib; yakni mengurutkan rukun-rukun sesuai apa yang telah dituturkan”

*Thuma’ninah yang dimaksud disini adalah berhenti ketika melakukan rukun sebelumnya, jadi tidak langsung meloncati rukun.

Rukun-rukun shalat itu sendiri ada yang muttafaq (disepakati) dan ada yang ikhtilaf (diperselisihkan) tapi karena tidak sempat membahas satu per satu rukun shalat, maka belum bisa memberikan mana yang ittifaq dan mana yang ikhtilaf

*Sunnah Shalat* 

Sunnah shalat sendiri dibagi menjadi dua yaitu sunnah yang ada di dalam shalat dan sunnah yang ada di luar shalat.

Dan ulama sendiri membagi sunnah dan adab dalam shalat dua hal yang berbeda.. 

Menurut madhab maliki, Sunnah shalat ada 14 dan adab shalat ada 18

Ini saya sebutkan diantaranya saja adapun yang lain bisa teman-teman tanyakan jika perlu

1) Mengikuti gerakan setelah imam

2) Mendahulukan anggoita tubuh kanan

3)  Melihat tempat sujud

4) Ta’awudz

5) Tuma’ninah

6) Diam dengan lembut

7) Merenggangkan kedua kaki

Rujukan:

  • Al-Fiqh Al-Islamiy wa Adillatuhyang disusun oleh Prof. Wahbah az-Zuhaili (bisa baca di https://al-maktaba.org/book/33954/398
  • Rumah Fiqih.
  • mandi janabah ini lebih detailnya bisa dibaca di http://115.124.74.133/Dropbox/BOOKLET-PDF/word/pdf/129.pdf

KULWAP #1 : MA’RIFARURRASUL DAN SOSOK PEMUDA MUSLIM

MA’RIFARURRASUL DAN SOSOK PEMUDA MUSLIM

(Ustadz Dwi Budiyanto)

Sesungguhnya manusia berkeinginan hidup lebih teratur. Dan itu adalah hal yang manusiawi. Hal itu juga yang diinginkan Allah SWT. Oleh karena itu Allah juga mengutus seorang rasul untuk membawa risalah yang merupakan panadngan hidup agar kehidupan manusai teratur. Tidak hanya itu, para rasul jg sebagai teladan dalam pengamalan risalah. Dalam konteks pendidikan, model/teladan sangat dibutuhkan. Dalam pembelajaran ada konsep dan sekaligus dihadapkan kepada kita model dan keteladanan. Dalam berkeluarga juga, ada nasihat untuk anak dan anak juga membutuhkan keteladanan.

Karena rasulullah adalah teladan dalam melaksanakan risalah, kepribadian rasulullah dapat dilihat dan dicontoh di banyak sudut karena ia semestinya menjadi vigur yng bisa dicontoh banyak aspek.

  • dalam kehidupan berkeluarga , Al-Quran mengatakan mengatakan:

 … ۚ وَعَاشِرُوهُنَّ بِٱلْمَعْرُوفِ ۚ …..

….bergaullah dengan mereka secara ma’ruf…. (an-Nisa’: 19)

بِٱلْمَعْرُوفِ dalam keluarga disini praktiknya seperti apa ? penerjemahan ini lah yang kita bisa lihat pada kehidupan rasulullah. Contohnya dalam kehidupan dengan istri beliau. Pada hal-hal yang seakan-akan tidak dianggap penting pun, namun dapat mengokohkan kehidupan keluarga ia tunaikan. Hal ini menunjukan bahwa kehidupan keluarga rasulullah tidak lurus-lurus saja tetapi penuh warna

  • Dalam sisi kepemimpiman ia contohkan dalam bagaimana meminta pendapat para sahabat, memutuskan sesuatu dengan musyawarah, bagaimana beliau berhadapan dengan perbedaan pendapat. Ex: pada perang uhud terjadi 2 pendapat. Kaum tua meminta menghadapi musuh di dalam kota, namun kaum muda berpendapat untuk menghadapi di luar kota. Kaum muslimim menghadapi kekalahan pada perang tersebut. Pada saat musyawarah sebenarnya rasulullah cenderung kepada menghadapi quraisy di dalam kota, namun suara terbanyak memutuskan untuk menghadapinya di kawasan uhud (luar kota). Begitulah rasulullah memeberikan keteladanan bagaimana keputusan diambil pada suatu tim.
  • Ketika Allah meminta kita أَقِمِ ٱلصَّلَوٰةَ, Al-quran tidak menjelaskan panduan dengan rinci bagaimana kita melaksanakan shalat. Maka rasul menjelaskan bagaimana shalat ditunaikan dari takbiratul ikhram sampai salam.

Sebenarnya sudah sejak lama kita diperintahkan untuk meneladani rasul, tapi masalahnya kita tidak pernah mengenal rasul sedemikian detail. Sehingga kita bertanya2 apa yang perlu kita teladani. Bukankah dalam pelajaran dulu di SMA kita banyak mengenal rasulullah pada hal2 kronologis dan tidak detail? Ex nabi lahir tahun gajah, Ia diasuh A B tp kita tidak pernah tahu detail kehidupan Nabi SAW. Nabi menjadai tidak lebih populer dibandingkan dengan tokoh2 lain. maka jika kita ingin meneladari Rasul yang harus kita lakukan adalah mempopulerkan Rasulullah dan para sabahat di dalam diri kita melebihi kepopuleran tokoh manapun. Ini adalah tugas terbesar kita !

Wilayah apa saja yg perlu kita baca dari sisi rasulullah sbg  tauladan ?

  1. Wilayah pribadi Beliau

Mengenali rasul detail sampai wilayah pribadi beliau. Disitulah kita belajar ttg fiquh Shirah. Kita belajari ttg krhidupan beliau. Ex: cara jalan beliau. Ternyata beliau berjalan seperti berjalan di jalan yang menurun, berbadan tegap dan mantap. Dan seterusnya

  • Mengenali dari sisi sunnah Rasulullan SAW

Disini kita bertemu fiquh ahkam, fiqh hukum supaya kita mengenali sunnah2 beliau. Ketika kita dihadapkan dalam krisis seperti ini mestinya kita mengetahui fiquh ahkam bagaimana rasulullah menghadapi masa krisis seperti in. Disitulah bagaimana kita harus meneladaninya. Kita diketemukan dalam 2 hal sekaligus 1) momentum ramadham dan 2) masa2 krisis.

Ramadhan mengajari kita mencari2 kutaman2 di dalamnya. Tetapi masa2  krisis menjadikan kita harus berhati2.  Mau tidak mau kita diharuskan untuk mempelajari fiqh ahkam dalam masa2 krisis. Semestinya kita mempelajari ini dengan sebaik2nya. Tidak mungkin Allah pertemukan 2 kondisi ini tanpa ada tarbiyah di dalamnya yg perlu kita pelajari. Seakan2 Allah meminta kita belajar menerapkan sunnah2 di masa krisis ini. ini merupakan penerapan prinsip2 fiqh prioritas dan fiqh muwazanah di jelaskan kaidah menghindari kerugian itu diutamakan dari pada mengejar kemaslahatan.ex. ada keutamaan shalat tarawih di masjid, tetapi karena seperti saat ini kondisinya, menghindari kerugian itu lebih diutamakan dari pada kita mengejar kemaslahatan. Dalam situasi saat ini seluruh pengetahuan fiqh ini menemukan konteksnya dan kita bisa  belajar penerapannya. Nah ! dari sinilah kita belajar sunnah2 rasulullah fiquh ahkam.

  • Mengenali dari sisi dakwah

Disini kita bertemu dengan fiqh dakwah. Bagaimana prinsip2 dakwah rasulullah, bagaimana rasul mendidik sahabat dan bagaimana rasul membentuk masyarakat.

Dengan mempelajari ketiga hal tersebut, kita akan sampai pada al hayahtul munadzamah atau hidup yang teratur. Termasuk di dalamnya kita sebagai seorang pemuda saat ini.

Salah satu kebanggaan Allah SWt dalam hadist riwayat ahmad:

إِنَّ اللَّهَ عَزَّ وَجَلَّ لَيَعْجَبُ مِنَ الشَّابِّ لَيْسَتْ لَهُ صَبْوَةٌ

Sesungguhnya Allah Ta’ala benar-benar kagum terhadap seorang pemuda yang tidak memliki shabwah (menyimpang)

Disinilah anak2 muda muslim harus hidup berdasarkan ketekaladanan rasul. Sehingga tidak seperti yg sering digambarkan dalam teori psikologis bahwa anak muda itu mengalami masa2 guncangan. Masa2 guncangan akan terhindar dari pemuda muslim jika dari awal mereka dekan dengan risalah/ dekat dengan keteladanan rasulullah dan tidak meneladani yang lainnya.

KENAPA KITA HARUS MENELADANI RASUL DALAM HIDUP ?

Hidup yg meneladai selain kehidupan yg dibimbing wahyu adalah kehidupan yang semu. Berapa banyak diantara kita yang menganggumi kehidupan seseprang karena popularitasnya? Seakan2 popularitas adalah puncak dari keteraturan, kebehagiaan hidup. Padahal berapa banyak diantara mereka yng begitu mencapai titik popularitas, mereka tidak menemukan kebahagiaan tetapi menemukan kehidupan yang kering dan tidak membahagiakan.

Ungkapan dari WS RENDRA

“nama itu kosong, ketenaran itu hampa, jalan hidup itu nyata”

Pemuda yg kuat itu adalahpemuda yg hidup berdasarkan jalan hidup. Mereka memiliki orientasi hidup. Orientasi hidup itu dibangun atas dasar bimbingan wahyu. Jadi anak muda yang  terbimbing dg wahyu itu, mereka :

1. Mereka mampu meningkatkan kualitas diri dengan baik,

2. Mampu berperan dengan lebih baik.

Anak2 muda yang memiliki kualitas tetapi mereka tidak memiliki peran, mereka tidak memiliki akar yg kokoh. Mereka adalah pemuda yg egois. Sedangkan anak2 muda yg berperan tapi tidak mau meningkatkan kualitas diri, maka mereka tidak memiliki pegangan yg kuat, mereka rapuh. Dua hal itu perlu sekaligus kita miliki. Kualitas muslim yang terus meningkat menjadikan kita menjadi muslim yang pembelajardan menjadi anak2 muda yang memiliki kesadaran berperan. Mereka tumbuh karena mereka menyadari mereka harus memiliki kontribusi.

Seseorang dikenal bukan karena kesuksesannya, tp karena kontribusinya.

KENAPA KITA HARUS MENELADANI RASUL DALAM HIDUP ?

Karena:  Kehidupan yang paling ideal adalah kehidupan rasulullah dan generasi semasanya.

Hadist dari Imran bin Husain

خَيْرَ أُمَّتِـي قَرْنِي ثُمَّ الَّذِيْنَ يَلُونَهُمْ ثُمَّ الَّذِينَ يَلُونَهُمْ

Sebaik-baik umatku adalah pada masaku. Kemudian orang-orang yang setelah mereka (generasi berikutnya), lalu orang-orang yang setelah mereka.” (Shahih Al-Bukhari, no. 3650)

Generasi setelah rasul dan sahabat adalah tabiin. Generasi yang baik kemudian adalah tabiun tabiin.

Kenapa generasi tersebut menjadi generasi yang paling ideal ?

  1. karena generasi itu adalah generasi yang dipimpin oleh wahyu. Maka tidak mengherankan rasulullah menyampaikan           خَيْرَ أُمَّتِـي قَرْنِي ثُمَّ الَّذِيْنَ يَلُونَهُمْ ثُمَّ الَّذِينَ يَلُونَهُمْ.
  2. Ibnu masud menyampaikan : barangsiapa ingin meneladani maka meneladanilah orang yang sudah wafat. Karena orang yang masih hidup tidak dijamin terhindar dari fitnah. Banyak diantara kita yang meneladani kehidupan orang lain (ex artis) ternyata di ujung hidupnya penuh dengan hal yg tidak baik di contoh. Why ? karena orang yg masih hidup tidak bisa terhindar dari fitnah terhadap dirinya.

Ibrah mengikuti kehidupan rasul dan para sahabat membuat kita:

  1. Meningkatkan kualitas pribadimuslim dalam diri kita,
  2. Membangun kesadaran untuk berkontribusi bahwa hidup kita tidak hanya memikirkan diri sendiri tetapi hidup kita  memiliki peran khalifah. Ex: memakmurkan lingkungan kita, memajukan kampung halaman kita, memajukan negara kita. Kualitas pribadi muslim kita yang unggul tidak hanya sekedar untuk mencapai hasrat pribadi tapi untuk berkontribusi. Why ?  karena خير الناس أنفعهم للناس, Sebaik baik manusia adalah yang bermanfaat bagi manusia lainnya.

Tangga2 kepemimpinan anak muda muslim:

Kepemimpinan = pengaruh, bukan posisi tapi kontribusi

Langkah pertama anak muda adalah learning.  Karena learning itu mengantarkan mereka leading. Ketika memimpin itu, mereka belajar serving, melayani. Inilah kerja2 khalifatullah, melayani sekitarnya. Tahap selanjutnya adalah inspiring masyarakatnya.

Tutorial Bercerita #2 : KBMT KU ONLINE LOO !

Hey ! Assalamu’alaikum !

Ini cerita dari kami kelompok Tutorial PAI BAQ FIK.

Anggota kami berjumlah enam dengan tutor kakak Infa Shalilah.

Kami mau cerita nih mengenai Tutorial BAQ yang pada akhirnya di onlinekan seperti kuliah yang lain 😀  Coba kalian bayangkan, kita praktik ngaji tapi online hehehe

Pertemuan kali ini kita belajar mengucapkan ta’awudz dan basmallah. Sistemnya pakai vn. Pertama-tama kami semua diminta mengirimkan vn kami. Kemudian kakak Infa Shalihah mengoreksi bacaan kami dan memberikan contoh yang benar. Lalu kami diminta mengulangi lagi bacaan kami.

Q : Gimana si rasanya KBMT BAQ online perdana??

A  :

”  seneng kak, tapi sayangnya nggak bisa tatap muka…  :’ ( ”

” dan bisa disambi kak, ngerjain perkerjaan rumah wak wak wak ”

 

Tutorial Bercerita #1 : Apa Itu KBMT???

Tutorial Bercerita #1

APA ITU KBMT???

KBMT Berceritaaaa…..

Apa itu KBMT? Hayoo apa teman-teman….

Jadi KBMT adalah Kelompok Belajar Mengajar Tutorial yang bergerak khusus dalam bidang Pendidikan Agama Islam. Tahu ngga sih temen-temen kenapa kok ada KBMT di kampus kita? Soalnya masyarakat UNY resah gara-gara Kampus kita belom memfasilitasi mahasiswa UNY untuk belajar Al Qur`an dan agama Islam. “Lha kan udah ada mata kuliah Pendidikan Agama Islam kak? Terus kenapa harus ada KBMT PAI?” “Nah kalo temen-temen ikut mata kuliah PAI kan kalian diajar sama dosen jadi kalo mau tanya kadang malu kan kalian? Nah, di KBMT ini kalian dipandu oleh kakak tingkat yang masih mahasiswa dan masih se-fakultas, jadi kalo mau tanya apa-apa jadi enak kan? Ngga sungkan lagi, iyaa kaan?”

Temen-temen tahu ngga KBMT itu isinya ngapain aja? Jadi di KBMT tuh ada pengurusnya, terus pengurusnya itu buat kurikulum untuk KBMT baik yang reguler maupun yang BAQ ( Baca Tulis Al Qur`an). Nanti kita ngga hanya belajar materi yang di kurikulum, tapi juga belajar tema-tema yang menarik ngga cuma tema agama tok, tapi juga belajar tema-tema umum dan diskusi soal apapun misal kuliah, jurusan, tempat makan yang oke, bahkan mungkin sampe diskusi jodoh hahahaha.

Selama kegiatan KBMT kaliantempatnya ngga cuma di kampus dan sekitarnya kok, bosen lah yak kalo kumpul di kampus terus. Temen- temen juga bisa ngumpul di luar kampus misalnya tempat makan, café, museum atau tempat-tempat yang hits di Jogja kayak Bukit Bintang (jauh amat kak sampe ke Bukit Bintang). Nah, bagi temen-temen yang masih ngumpulnya di kampus, Masjid Mujahidin, atau daerah sekitar kampus, ayok ajak mas/mba tutornya buat ngumpul di luar kampus. Biar engga bosen hehehe.

Oh, ya ada yang kelupaan. Kegiatan KBMT ini sifatnya wajib yaakk soalnya nilai akhir dari KBMT ini akan dimasukkan ke dalam nilai mata kuliah PAI. Jadi selama pelaksanaan KBMT ini teman-teman wajib datang yaaak dengan minimal kehadiran 75% dari total pertemuan yang diadakan. Kalo mgga pernah datang yaa nanti nilainya ngga keluar hehehe. Nah kalo ada temen-temennya sekelompok yang belom pernah datang diajak yaak.

Terakhir, harapannya selama kegiatan KBMT ini teman-teman dapat menambah pengetahuan terkait dengan agama Islam sekaligus memperbaiki bacaan Al Qur`an-nya. Insya Allah KBMT ini bermanfaat kok buat temen-temen buat kedepannya. Jadi ayoook datang KBMT.

Madrasah Tutor #2 : Itu Cowok Kok Keren Banget Si?

Tema               : Itu Cowok Kok Keren Banget Si?

Pembicara      : Ust. Nuryasin, S.Pd

Kita memiliki kecenderungan terhadap sesuatu. Misal ketika kita melihat suatu video kita akan like atau dislike, respon yang kita berikan akan berpengaruh. Kecenderungan akan membuat kita melakukan sesuatu. Misal, kalau kita melihat apel fuji rasanya ingin memakan dibandingkan dengan apel lokal. Termasuk kita terhadap manusia lain, melalui pandangan terhadap orang lain. Kita akan melihat sudut pandang keren itu bukan melihat pada sudut pandang orang lain, karena itu bab selera. Sejauh ini manusia memiliki selera yang berbeda-beda, sehingga tidak dapat dipaksakan orang melihat kita sebagai orang yang keren. Keren itu relatif. Sedang kebenaran itu tidak relatif tetapi sesuatu yang absolut mutlak. Kebenaran adalah sesuatu yang telah Allah tetapkan, kita tidak melihat kebenaran dengan sudut pandang ganda, benar ya benar salah ya salah. Kebenaran adalah sesuatu yang diniatkan dengan benar dan dilakukan dengan benar dengan tujuan yang benar, jika ada salah satu yang tidak benar dari yang dilakukan maka itu bukan suatu kebenaran.

Ketika kita melihat sesuatu, coba melihat diri kita terlebih dahulu. Ketika melihat seseorang tampak tidak baik tandanya kita masih melihat definisi keren pada orang lain. Jika melihat dari diri kita, dimulai dari kita mengenal diri kita terlebih dahulu, mengenal Allah. Kalau kita mengenal Tuhan kita maka kita mengenal diri kita. Manusia diturunkan oleh Tuhan ditugaskan untuk apa. Adanya manusia karena Tuhan telah menciptakan sebuah sistem, kemudian manusia diminta untuk mengelola bumi dan menjadi hamba Allah. Sebagai seorang hamba Allah kita berkewajiban untuk mengelola bumi dan melaksanakan tugas hamba Allah (berinteraksi dengan Al-Qur’an dan Al-Hadist). Jika ingin melihat sosok yang keren adalah pada Rasul Allah, yang telah diakui oleh Allah sebagai hamba yang sempurna.

Jangan sampai kita membandingkan orang lain dengan Rasul juga. Ketika kita sedang jauh dari Allah kita sudah melakukan apa seperti yang Rasul lakukan dahulu. Misal, bagaimana sholat malam kita, kita belum tentu masuk surga tapi masih sulit untuk menegakkan sholat, sedangkan Aisyah yang sudah dijamin surga tetap melaksanakan sholat malam hingga kakinya terluka padahal sudah dijamin surga oleh Allah, karena beliau ingin bersyukur kepada Allah.

Ideal dari sudut pandang muslim, ada 10 pribadi muslim ideal menurut KanwilKalteng :

  1. Akidah yang selamat

Ada indikatornya, misal tidak menyimpan azima, memahami rukun iman. Dari segi pemahaman, bacaan, dan tindakan. Ada juga orang yang menggunakan suatu barang yang memiliki tujuan agar aman tidak terkena apa-apa, tetapi dia tetap yakin bahwa Allah akan melindunginya, tapi buat jaga-jaga aja. Atau pergi ke suatu tempat agar ujiannya lancar, atau agar hubungan dengan pasangannya baik.

  1. Ibadah yang benar

Dari tata caranya. Ibadah ikhlas, tetapi ketika melakukannya kita tahu atau tidak dasar pilihan cara kita beribadah, akan mencapai kepuasan waktu kita mencapainya. Karena antar ulama memiliki cara yang berbeda-beda. Itu adalah hal yang wajar, tetapi kita harus tau dari ulama yang mana yang kita ikuti. Jadi ketika yang kita lakukan benar maka kita akan merasa puas. Dapat membaca buku fiqih.

  1. Akhlaq yang kokoh/sempurna

Sebagaimana tujuan Rasul diutus adalah untuk menyempurnakan akhlaq, orang akan melihat Islam dari bagaimana muslim itu bersikap. Dulu pernah ada propaganda gedung WTC yang ditambrak pesawat, dianalisis oleh Ust. Hamid bahwa adanya propaganda. Di Eropa pertumbuhan muslim berkembang pesat, dan malah diberitakan buruk. Muslim akan melihat sendiri bagaimana muslim yang ada disana, entah percaya atau tidak padahal belum tau kebenaran dari propaganda tersebut. Itu adalah upaya yang terstruktur untuk orang” meninggalkan Islam, tetapi ternyata tidak, ketika ada orang” yang merasakan langsung bagaimana bersentuhan dengan muslim denga akhlak yang baik tidak akan mempercayai proganda media tersebut, yang dimana sebagian besar mereka bisa jadi belum pernah bersentuhan langsung dengan muslim.

  1. Cerdas pemikirannya, wawasan luas

Dulu sering kali kita diidentikan dengan ulama-ulama yang besar, yang menjadi acuan bagi ilmuan-ilmuan. Ilmuan barat menjadikan karya dari ulama-ulama islam dan perbedaan-perbedaan antara ulama-ulama terdahulu, misal terkait ilmu sebab akibat, kenapa hujan bisa terjadi, dsb. Peradaban timur lebih condong pada ibnu ghozali (bahwa hujan itu takdir), sedang peradaban barat lebih condong pada ibnu rush (hujan ada proses yang terjadi). Muslim jaman dahulu pemikirannya mendunia, sedang muslim sekarang terkungkung pada persoalan” kecil.

  1. Mandiri Ekonomi

Keruntuhan peradaban Islam karena banyak tanggungan hutang. Penting bagi kita untuk kemandirian ekonomi, pola yang perlu kita lakukan adalah untuk kita berislam perlu banyak sekali biaya, misal untuk haji.

  1. Teratur waktunya

Seorang muslim haruslah pandai dalam menjaga waktu. Karena, waktu-waktu ini mendapat perhatian dari Allah subhanahu wa ta’ala. Hingga di beberapa kalam-Nya, Ia bersumpah atas waktu. Seperti wal fajr, wad dhuha, wal ashr, wal laili, dan sebagainya.

Seperti dalam Hadits Riwayat Al Hakim, Rasulullah bersabda, “Manfaatkan lima perkara sebelum datang lima perkara: mudamu sebelum tua, sehatmu sebelum sakit, kayamu sebelum miskin, luangmu sebelum sibuk, dan hidupmu sebelum mati.”

  1. Menahan hawa nafsu

Selain kuat secara fisik, seorang muslim harus mampu melawan hawa nafsu. Karena, hawa nafsu sebagian besar menuntun ke dalam keburukan. Oleh sebab itu, hawa nafsu yang dimiliki manusia harus tunduk dalam ajaran Islam.

Hingga disebutkan dalam Hadits Riwayat Al Hakim, Rasulullah bersabda, “Tidak beriman seseorang dari kamu sehingga ia menjadikan hawa nafsunya mengikuti apa yang aku bawa (ajaran Islam).”

  1. Fisik yang kuat

Kekuatan seorang muslim juga meliputi fisiknya. Seorang muslim haruslah memiliki daya tahan tubuh yang baik, agar dapat menjalankan ibadah-ibadah dengan optimal. Sholat dan puasa merupakan bentuk ibadah yang menggunakan fisik. Oleh karenanya, Allah menyukai mu’min yang kuat.

Seperti diriwayatkan dalam Hadits Muslim, Rasulullah bersabda, “Mu’min yang kuat lebih aku cintai daripada mu’min yang lemah.”

  1. Teratur dalam suatu perkara

Pribadi ini adalah pribadi seorang muslim seperti yang disebutkan dalam Al Quran maupun As Sunnah. Disini lebih menekankan pada profesionalitas suatu pekerjaan. Allah memberi perhatian khusus untuk hal ini. Oleh karenanya bersungguh-sungguh dalam mengerjakan sesuatu itu adalah pribadi yang disukai oleh Allah.

  1. Bermanfaat untuk orang lain

Seorang muslim sejatinya dapat bermanfaat bagi orang lain maupun sekitarnya. Tak peduli dimanapun ia berada. Dengan hal tersebut, ini menjadi sebuah kesiagaan seorang muslim dan usahaa seorang muslim agar dapat bermanfaat bagi orang-orang di sekelilingnya.

Pendapat ini juga diperkuat oleh Hadits Riwayat Ath Thabrani yang berbunyi, “Sebaik-baik manusia adalah yang paling bermanfaat bagi manusia.”.

Untuk menjadi muslim yang ideal ada cara”nya, definisi keren yang perlu di contoh adalah Rasulullah SAW.

Bagaimana menyampaikan ke adik”, tidak harus kita sudah selesai dengan 10 hal tersebut, yang perlu dilakukan adalah menyediakan indikator dalam bentuk excel, agar adik-adik kita punya gambaran bagaimana muslim yang ideal dimana Rasul ada sosok yang di kagumi.

TUTORIAL PAI UNY 2020 MATOR (Madrasah Tutor) #1

WHO AM I??

Syahadatain

Oleh Ust. Nuryasin, S.Pd

Syahadat merupakan  urutan pertama dari lima Rukun Islam yang wajib diamalkan oleh setiap Muslim. Syahadat terdiri dua kalimat persaksian yang disebut dengan syahadatain, yaitu: Asyhadu an-laa ilaaha illallaah (ا شهد أن لا إله إلا الله) yang artinya “Saya bersaksi tiada Tuhan Selain Allah”.  Wa asyhadu anna Muhammadan rasuulullaah (و اشهد أن محمد ر سو ل الله) yang artinya: “dan saya bersaksi bahwanya Nabi Muhammad adalah utusan Allah”.

Konsep Pemahaman Diterimanya Ibadah Ada Dalam Syahadatain

Syahadatain mengandung dua unsur kalimat syahadat, syahadat tauhid dan syahadat rasul. Syahadat tauhid yang nantinya bermuara kepada keikhlasan dan syahadat rasul yang akan bermuara kepada ittiba’ kepada Rasulullah SAW. Sebagaimana kita ketahui, Jumhur Ulama bersepakat syarat diterimanya ibadah adalah ikhlas dan ittiba’ (mengikuti) Rasulullah SAW.

Sebelum bisa memahami syahadat maka akan terasa berat untuk melakukan sholat, zakat, puasa, haji. Maka sangat berkaitan antara syahadat dengan yang lainnya.

“Saya sudah bersyahadat kok” tapi belum tentu yang sudah bersyahadat bisa langsung beribadah dengan hebat, sholat tepat waktu, dll.

Bisa jadi hal ini karena adanya konsep kehilangan pemahaman, kalau pemahaman tidak diulang-ulang maka tidak akan ter recharge/akan hilang, seperti hp yang dipakai berkali-kali maka baterai akan capek/futur. maka perlu adanya recharge, recharge iman dengan ke majelis ilmu. Juga untuk mecharge pemahaman kita.

Konsep syahadatain ada 2, yaitu ma’rifatullah dan ma’rifaturrasul. Hal ini sangat fundamental perlu untuk diketahui dan dipahami, jadi bukan hanya berikrar dengan lisan untuk menyatakan bahwa kita bersaksi tiada tuhan selain Allah dan Nabi Muhammad adalah utusan Allah, tapi juga dalam hal perilaku.

Tapi masalahnya bagaimana kita bisa menerapkan ma’rifatullah dan ma’rifaturrasul? Bagaimana kita bisa percaya walau kita belum pernah bertemu dengan Allah dan Rasulullah secara langsung?

Tapi sekarang kita balik, bagaimana kalian bisa percaya/yakin kalau orang tua kalian beneran orang tua kalian? Ya, bisa lewat akta kelahiran dan kesaksian orang-orang terdekat (orang yang berhubungan dengan keluarga atau menyaksikan secara langsung). Seperti halnya bagaimana kita bisa percaya dan yakin dengan Allah dan Rasullah SAW, yaitu dengan melalui Al-Qur’an, Hadist, dan para sahabat.

Ma’rifatullah dan Ma’rifaturrasul adalah konsep yang diturunkan Allah untuk dipahami oleh manusia dalam melakukan suatu amalan/ibadah. Untuk dapat ma’rifatullah kita perlu untuk menyakini Al-Qur’an dan Hadist. Dengan apa? dengan membaca dan menyakininya. Dengan menyakini Al-Qur’an maka kita juga akan percaya akan Rasulullah.

Kalau kita masih jauh dengan mengenal Al-Qur’an dan hadist, maka kita juga masih jauh akan Allah dan Rasul. Hal ini akan berpengaruh dengan tingkat keyakinan kita terhadap segala sesuatu yang Allah telah tetapkan.

Semisal kita kehilangan segala sesuatu dari titipan Allah apakah kita masih bisa percaya dan ridho dengan keputusan Allah? Jadi mengapa selama ini keimanan kita masih belum merasa sepenuhnya yakin dengan Allah dan Rasul? Ya, karena masih jauhnya kita dengan Al-Qur’an dan hadist .

Syahadat sangat perlu selalu diperbaharui. Apa yang perlu diperbaharui?

Yaitu syahadat secara lisan dan konsep pemahaman akan syahadatain. Syahadat secara lisan penting, tapi konsep pemahaman akan syahadatain (Ma’rifatullah dan Ma’rifaturrasul), ini lebih penting untuk terus diperbaharui, karena kalau tidak diperbaharui maka akan lama-lama rusak, susah untuk beribadah, malas untuk sholat tepat waktu, dll.

Kunci untuk mengenal Allah dan Rasul adalah dengan mengenal Al-Qur’an dan Hadist, yaitu dengan memperbanyak interaksi dengan Al-Qur’an dan Hadist.

Seperti halnya dengan ketertarikan kita akan lawan jenis. Kecenderungan akan lawan jenis itu dimulai dengan mengenal. Jika tertarik kita akan cenderung mencari tahu, dan ingin melakukan interaksi lebih untuk lebih dekat lagi, contoh menikah, harus mengetahui lebih jauh lagi, lalu ke tahap menyakini. Ketertarikan akan lawan jenis akan bertambah seiring dengan banyaknya interaksi kita dengan lawan jenis. Kita tidak akan tertarik dengan lawan jenis apabila interaksi kita hanya sedikit, seperti ga lihat status, dll.

Intinya sama dengan hubungan kita ke Allah, kalau kita ingin dekat dengan Allah maka yang kita lakukan adalah mengenal dulu, berusaha berinteraksi dengan Allah. Tapi kalau sehari aja kita jarang baca al quran bagaimana bisa kita dekat dengan Allah?

Ada sebuah kisah, dimana ada suatu masjid yang saat setiap tarawihnya dapat menghatamkan al-quran atau 30 juz. Dikisahkan Beliau yang merupakan ahli tafsir  sholat tarawih di masjid itu tanpa mengetahui bahwa disana menggunakan 30 juz atas ajakan gurunya. Saat melaksanakan sholat beliau merasakan kok lama banget ya, ternyata beliau baru tau kalau itu menggunakan 30 juz. Namun luar biasanya, ada seorang kakek yang berdiri tegak luar biasa. Padahal kalau kita capek kita akan menggerak-gerakkan anggota tubuh kita. Nah beliau heran, kok ada kakek2 sholat tegak berdiri tanpa keresahan ketika imam membaca surat panjang. Kemudian saat ada kesempatan beliau bertanya kepada kakek itu,

Beliau  : “kek, Kakek hafal al quran?”

Kakek  : “Tidak”

Beliau  : “kek, Kakek jurusan ilmu tafsir?” (ya kalau tidak hafal al-quran kan setidaknya bisa paham sedikit-sedikit tentang tafsirnya jadi bisa menghayati)

Kakek  : “Tidak”

Sementara beliau itu hafal al quran dan tafsir, kemudian ustadz ini bertanya lagi kepada kakek tersebut,

“ kek, saya jurusan tafsir dan hafal al quran tapi kok saya masih menggerak2an anggota tubuh saya sehingga saya ga nyaman untuk melaksanakan sholat ya? padahal saya mengetahui isi semua yang dibacakan imam tadi. Sementara kakek biasa2 aja padahal kakek tidak tau isi bacaan tadi?”

Kemudian si kakek menjawab,

“iya nak, karena selama ini kamu berdiri dengan menggunakan tenaga, sementara aku berdiri dengan IMAN.”

(sumber dari ustadz Hanan Attaki)

Jadi beginilah kalau orang sudah bisa berdiri dengan iman. Kita perlu membiasakan diri untuk bisa ketahap itu. Seperti halnya TNI, kenapa anggota TNI bisa push up 1000x dalam 30 menit? Karena mereka terbiasa. Maka perlu untuk terus membiasakan diri untuk berinteraksi dengan Al-Qur’an dan Hadist.

Kisah sahabat Abdurrahman bin Auf, adalah salah seorang hijrah ke Madinah dia tertinggal. Beliau sangat luar biasa kaya nya. Dalam perjalanan ke Madinah, tiba-tiba Beliau diajak oleh sekumpulan orang dan adu fisik. Di akhir pertarungan itu, beliau berkata

“Kalau yang kamu butuhkan adalah nyawaku ayo tarung. Saya ahli pedang, saya bisa membunuhmu, tapi kalau yang kalian inginkan adalah hartaku silahkan ambil semua, tapi ijinkan aku untuk berjalan terus sampai ke Madinah.”

MasyaAllah.. coba misalkan aja, untuk mau nutor kek gini “ambil aja nih tas/laptopku yang penting aku bisa nutor”

Mungkin kalau aku bareng adek2 tutor siapa tau adek tutor yang belum semangat bacaan al –quran nya jadi semangat untuk belajar lebih, yang sholatnya jarang2 jadi mau sholat terus, dll. Nah ini perlu kita sadari bahwa kita masih belum rela kehilangan harta di dunia untuk menukar apa yang kita punya di dunia untuk ditukarkan dengan harta yang di akhirat.

Jadi Ma’rifatullah dan Ma’rifaturrasul sangat penting untuk kita lakukan, tanda kita jauh dari Allah adl kita tidak gercep untuk beribadah, dan tanda jauhnya kita dengan rasulullah adalah kita sangat jauh mengetahui sifat2 para sahabat, bagaimana rasulullah melakukan segala aktivitasnya bahkan diamnya.  Karena dengan mengetahui semua ini  hidup kita akan beres. Semua sudah ada dasarnya.

Semua ini kita lakukan tidak lain tujuannya, untuk Ikhlas dan dengan syarat  I’tiba terhadap rasul (mengikuti cara-cara Rasulullah SAW).

Konsep pemahaman :
Jika kita mengenal diri maka kita akan mengenal Allah. Jika kita mengenal Allah, maka kita akan kenal diri kita sendiri seperti menjadi kita menjadi khalifah, kita adalah seorang hamba, dll.