Daurah Tahsin

Alhamdulillahi rabbil ‘alamin ‘ala kulli hal. Segala puji bagi Allah Ta’ala dalam segala keadaan. Hanya kepada-Nya kita memuji dengan pujian yang sempurna. Dan hanya kepada-Nyalah kita meminta pertolongan dan menyandarkan harapan. Shalawat dan salam semoga tak habis-habis kita lantunkan untuk Rasulullah Muhammad SAW yang telah memberikan kita cahaya, petunjuk dari Allah, berupa al qur’anul karim.

 

Al-Qur’an merupakan mukjizat yang luar biasa. Kita sebagai umat islam, wajib mengimaninya. Al qur’an adalah sebuah kitab yang harus dibaca, bahkan sangat dianjurkan untuk dijadikan sebagai bacaan harian. Allah swt menilainya sebagai ibadah bagi siapapun yang membacanya. Pahala yang Allah berikan tidak dihitung per ayat atau per kata, melainkan per huruf, sebagaimana dijelaskan Rasulullah SAW,

 

“Aku tidak mengatakan bahwa Alif Lam Mim itu satu huruf, namun Alif adalah satu huruf, Lam satu huruf, dan Mim satu huruf.” HR. Tirmidzi.

 

Namun, membacanya tidak boleh sembarangan. Al-Qur’an diturunkan Allah dengan tajwid, maka membacanya pun harus dengan tajwid sebagaimana yang disampaikan Imam Ibnu Al-Jazari,

 

“Membaca Al-Qur’an dengan tajwid hukumnya wajib. Siapa yang tidak membacanya dengan tajwid, maka ia berdosa, karena dengan tajwidlah Allah menurunkan Al-Qur’an, dan dengan demikian pula ia sampai kepada kita dari-Nya.”

 

Oleh karena itu, kita memerlukan metode untuk bisa membaca Al-Qur’an dengan baik dan benar, sesuai dengan tajwid. Metode yang asasi dan asli dalam mempelajari Al-Qur’an adalah dengan talaqqi yaitu mempelajari Al-Qur’an melalui seorang guru secara langsung atau berhadap-hadapan, dimulai dari surat Al-Fatihah sampai An-Naas. Saat ini kita juga mengenal istiah tahsin, yang berasal dari kata ahsan yang artinya bagus. Tahsinul qur’an berarti membaguskan al-qur’an dengan  talaqqi.

 

Tutorial PAI UNY sebagai lembaga yang peduli dengan al-qur’an, peduli dengan tahsin, ingin betul untuk mengadakan  agenda tahsin bersama. Terutama untuk para calon tutor Baca Al-Qur’an atau BAQ dan yang sudah menjadi Tutor BAQ sebagai peningkatan kualitas tutor yang nantinya akan bersentuhan langsung dengan mahasiswa baru yang belum bisa membaca al-qur’an dengan baik dan benar, dan yang mengajar mahasiswa calon pengajar tahsin atau calon Tutor BAQ.  Besar harapan kami untuk acara tersebut dapat berjalan dengan baik, dan peserta yang diundang, dapat memanfaatkan fasilitas belajar tersebut dengan maksimal.

 

 Alhamdulillah atas izin Allah SWT keinginan tersebut dapat Tutorial PAI UNY wujudkan dengan menyelenggarakan Daurah Tahsin atau Pelatihan Tahsin. Kegiatan tersebut dilaksanakan pada Jum’at, 8 Desember 2017, pukul 07.00  s.d. 11.30 di Ruang Tengah Islamic Education Center, atau sebelah masjid Mujahidin UNY. Kegiatan  yang dihadiri 30  peserta tersebut sangat menyenangkan dan menambah ilmu. Pengisi agenda Daurah Tahsin adalah trainer dari Ummi Daerah Yogyakarta, yaitu Ustadz Iqbal dan Ustadz Ali.

 

Agenda Daurah Tahsin ini berisi belajar tahsin metode ummi dari jilid I s.d. jilid VI, ditambah sedikit ghoribul qur’an. Setiap jilid memiliki tahapannya masing-masing. Pada jilid I, terdapat pengenalan huruf hijaiyah dari alif sampai ya’. Peserta dikenalkan makhraj (tempat keluarnya) huruf dan sifat (bawaan) huruf hijaiyah. Pada jilid II, terdapat pengenalan harokat (tanda baca) selain fathah yaitu kasrah, dhommah, fathatain, kasrotain, dhommatain. Target pada jilid ini adalah bacaannya tidak miring. Kemudian pada jilid III, diantaranya terdapat pengenalan mad thobi’I, mad wajib muttashil dan jaiz munfashil. Di jilid IV terdapat pengenalan huruf yang disukun dan huruf yang ditasydid ditekan membacanya dan pengenalan fawatikhusuwar. Lalu pada jilid V dan VI, beberapa diantaranya terdapat pengenalan tanda waqof, bacaan dengung, bacaan qolqolah, dll. Dan dalam ghoribul qur’an  dikenalkan beberapa bacaan yang perlu kehati-hatian dalam membacanya.

 

Di akhir agenda terdapat sesi tanya jawab, terdapat banyak peserta yang bertanya baik ikhwan maupun akhwat.  Kemudian, sebelum ditutup Ustadz Iqbal menjelaskan tentang empat tahapan tahsin.

  1. Guru mencontohkan
  2. Murid menirukan
  3. Guru membenarkan bacaan murid bila murid salah dalam membaca
  4. Qiro’atushsholihah, yaitu guru mengatakan kepada murid bahwa bacaannya sudah bagus.

 

Empat tahapan tahsin tersebut tidak akan kita dapatkan kalau kita belajar dari buku saja atau video. Buku atau video tidak dapat mengoreksi bacaan kita. Untuk itu memang, dalam belajar al-qur’an bahkan dalam belajar apapun kita membutuhkan guru. Dan yang terakhir, Ustadz berpesan terkait follow up setelah agenda. Mudah-mudahan kita semakin semangat, dan rajin dalam memperbagus bacaan al-qur’an kita. Yang sudah mempunyai guru dan kelompok tahsin, rajinlah berangkat. Yang belum memiliki guru atau kelompok tahsin, semoga Allah mudahkan untuk segera mendapatkannya.

 

Semoga Tutorial PAI UNY tahun depan dapat mempertahankan agenda daurah tahsin ini dan dapat mengembangkannya menjadi lebih baik. Semoga Allah mudahkan, semoga Allah ridhoi kita menjadi salah satu pejuang Al-Qur’an, pemberantas buta huruf hijaiyah. Salah satu amal yang semoga mengantarkan kita ke Jannah-Nya, bertemu dengan-Nya.

 

Yogyakarta, 11 Desember 2017

 

DBL

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *